<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452</id><updated>2011-04-21T11:33:02.577-07:00</updated><category term='Ibu'/><category term='pemuda yang sabar'/><category term='Artikel Bijak'/><category term='Awan'/><category term='Diri Anda'/><category term='cerita tiongkok kuno'/><category term='Bodhitaruna'/><category term='Lihatlah Kedalam Diri Anda'/><category term='Angin'/><category term='Malaikat'/><category term='Permata'/><category term='Success and Wisdom'/><category term='sabar'/><category term='Negeri Khayangan'/><category term='Hujan'/><category term='Cerita Bijak'/><category term='Malaikat Berhati Permata'/><category term='Intropeksi Diri'/><category term='pemuda miskin'/><title type='text'>SUCCESS AND WISDOM</title><subtitle type='html'>Blog Buat Insan Bijaksana</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://successandwisdom.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>56</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-1811863045808002891</id><published>2009-04-22T01:35:00.000-07:00</published><updated>2009-04-22T02:25:28.746-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Bijak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita tiongkok kuno'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Success and Wisdom'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemuda yang sabar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemuda miskin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bodhitaruna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sabar'/><title type='text'>Pemuda Yang Sabar</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://betsydevine.com/blog/pictures/DucklingsSnow.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 205px; height: 113px;" src="http://betsydevine.com/blog/pictures/DucklingsSnow.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/Se7hq64HhcI/AAAAAAAAAfA/E1MwYf9aa6g/s1600-h/new.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 34px; height: 14px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/Se7hq64HhcI/AAAAAAAAAfA/E1MwYf9aa6g/s320/new.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327443536701261250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Alkisah dijaman tiongkok kuno, hiduplah seorang pemuda miskin bersama kuda hitamnya disebuah desa terpelosok. Dari penampilan luarnya, tidak ada sesuatu yang menonjol pada diri pemuda tersebut, dia terlihat serupa dengan pemuda-pemuda desa yang lain. Hanya sifat &lt;strong&gt;sabar &lt;/strong&gt;nya lah yang membedakan dia dengan penghuni desa yang lain.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Namun orang-orang desa memiliki pandangan berbeda mengenai sifat sabarnya, sehingga mereka memanggilnya si bodoh. Mendapatkan julukan negatif terhadap dirinya, sang pemuda hanya tersenyum, dalam hatinya selalu terpatri nasehat ayahnya, &lt;strong&gt;SABAR SATU KALI,HILANG SATU MASALAH.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kabar mengenai pemuda tersebut akhirnya sampai juga di telinga raja yang berkuasa pada saat itu. Tertarik untuk mengetahui kesabaran sang pemuda, akhirnya sang raja pun ingin menguji sang pemuda. Raja pun memanggil prajurit terhandalnya untuk merampok rumah sang pemuda. Raja ingin mengetahui, bagaimanakah reaksi sang pemuda, apabila kuda hitam yang merupakan harta berharga sang pemuda dicuri.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tibalah saat yang telah di rencanakan oleh sang raja, prajurit suruhannya pun bereaksi dengan cepat. Menunggu waktu disaat sang pemuda sedang tertidur lelap, sang prajurit suruhan pun membawa kuda hitam sang pemuda ke kekerajaan. Dan tak lupa, dia pun menempatkan seorang prajurit lainnya, yang menyamar sebagai petani, untuk memata-matai reaksi sang pemuda.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pagi harinya, saat sang pemuda bangun dari tidurnya, bergegas dirinya ingin memberi makan sang kuda kesayangan, namun dia pun tidak menemukan kudanya, yang ada hanya tali kekang kuda yang putus terkena tebasan benda tajam. Namun dari wajah sang pemuda, tidak terlihat perasaan sedih ataupun marah. Yang ada hanyalah senyuman yang menghiasi bibirnya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Semoga si pencuri kuda, bisa mendapatkan manfaat dari kuda ku ini, sehingga bisa mengurangi masalah yang dihadapinya" katanya kemudian.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mendapatkan kabar dari sang prajurit mata-mata mengenai reaksi sang pemuda, sang raja pun tergugah, dan memerintahkan prajuritnya untuk menjemput sang pemuda, menjadi penasehat kerajaan. Kesabaran yang dimiliki oleh sang pemuda berakhir dengan kebahagian bagi dirinya. Orang-orang desa yang dulu memandangnya bodoh, sekarang menyesali sikap mereka.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;~Pembaca yang bijak,&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Sabar&lt;/strong&gt; adalah sikap yang sangat sulit kita lakukan belakangan ini. Sering kali &lt;strong&gt;sabar&lt;/strong&gt; kita sama artikan dengan merendahkan diri kita sendiri. Namun coba bayangkan apabila seluruh penghuni dunia ini menyikapi kata &lt;strong&gt;sabar&lt;/strong&gt; , tentu saja tidak akan ada perang diantara kita, tidak akan ada lagi pertumpahan darah atas dasar ego dan kemarahan, dan tentu saja tidak akan ada lagi kecelakaan-kecelakaan lalu lintas akibat ketidaksabaran itu sendiri. Maka dari itu, mari sebelum terlambat, kita belajar untuk bersabar mulai hari ini, mulai dari hal yang kecil, dan tentu saja sikap sabar yang kita kembangkan dapat menjadikan kita sebagai insan bijak bagi diri kita sendiri maupun orang lain ~&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dari Saya, &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;SUCCESS AND WISDOM&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Bodhi Taruna&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-1811863045808002891?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/1811863045808002891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/1811863045808002891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2009/04/alkisah-dijaman-tiongkok-kuno-hiduplah.html' title='Pemuda Yang Sabar'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/Se7hq64HhcI/AAAAAAAAAfA/E1MwYf9aa6g/s72-c/new.gif' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-6838265240117900786</id><published>2009-03-09T20:50:00.000-07:00</published><updated>2009-04-22T02:26:04.321-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Awan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Bijak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lihatlah Kedalam Diri Anda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Success and Wisdom'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Intropeksi Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bodhitaruna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hujan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Angin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diri Anda'/><title type='text'>Lihatlah Kedalam Diri Kita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bujanggamanik.files.wordpress.com/2008/01/awan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://bujanggamanik.files.wordpress.com/2008/01/awan.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alkisah dicerita hujan sedang membasahi sebuah kota sunyi di pinggiran ibukota. Angin kencang serta gemuruh kilat yang menyambar, membuat suasana kian mencekam. Tidak lama setelah hujan turun dengan deras, terlihat butiran-butiran air hujan mulai mengenangi selokan dan tumpah sedikit demi sedikit ke jalanan. Kian lama kian banyak air hujan yang tumpah ke jalan tersebut sehingga genangan-genangan air pun mulai tampak di setiap sisi jalan di kota itu. Dan banjir pun telah menghampiri kota tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian di kota sunyi tersebut, diatas sana terlihat awan dan angin sedang berdiskusi hebat. Mereka saling menyalahkan atas kejadian banjir yang terjadi pada kota sunyit tersebut kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai awan yang congkak, coba kau lihat hasil perbuatan mu, karena ke congkakan mu lah engkau menghasilkan air yang begitu banyak sehingga mengakibatkan banjir di kota sunyi tersebut, apakah kau tidak malu atas perbuatan mu?" kata angin kepada awan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan kah engkau, yang mendorong butiran - butiran air di badan ku, sehingga butiran-butiran air tersebut menyirami kota tersebut" kata awan dengan lantangnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka masih berdebat dan mempertahankan pendapatnya masing-masing. Tak jauh dari mereka terlihat burung elang yang melihat percakapan mereka dan menghampirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai angin dan awan, ada masalah apakah sehingga begitu tegangnya wajah kalian jika ku lihat?" tanya sang elang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pun menjelaskan pokok masalah nya kepada elang, dan dengan tersenyum elang pun menjawab dengan bijaknya&lt;br /&gt;"Masalah yang kalian hadapi hanya masalah kecil saja, namun ego kalian lah yang membuatnya menjadi besar" Kata elang menjelaskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengarkan lah wahai saudaraku, sebelum kalian saling menyalahkan, kenapa kalian tidak melihat kedalam diri anda terlebih dahulu, bukan saling menyalahkan? " Lanjut sang elang " Yang kalian lakukan hanya sebuah proses yang saling berkaitan, dan tidak ada salahnya atas perbuatan kalian berdua, angin mendorong awan untuk membuat hujan, dan awan menurunkan butiran-butiran air ke bumi, sehingga harusnya kalian saling mensyukuri atas karunia tersebut, bukan saling menyalahkan, apakah kalian mengerti maksud ku " jelas sang elang dengan lugasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awan dan angin pun terdiam dan menyadari kesalahan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Pembaca yang bijak,&lt;br /&gt;Kadang kala kita terlalu sibuk untuk menyalahkan orang lain, tanpa pernah berintropeksi terhadap perbuatan kita sendiri. Sehingga kita lupa bahwa yang telah di kerjakan orang lain ke kita adalah anugerah yang besar buat kita, karena kita terbiasa untuk memanjakan ego kita, dan memaksa orang lain untuk menuruti kemauan kita, walaupun tanpa kita sadari yang telah kita lakukan adalah kesalahan. Mari mulai saat ini, sebelum menyalahkan orang lain, ada baiknya kita mengintropeksi diri kita, apakah perbuatan kita telah benar dan tidak merugikan orang lain, karena seyogyanya insan bijak harus berani mengkritik diri sendiri sebelum di kritik orang lain ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SUCCESS AND WISDOM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bodhi Taruna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-6838265240117900786?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/6838265240117900786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/6838265240117900786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2009/03/lihatlah-kedalam-diri-kita.html' title='Lihatlah Kedalam Diri Kita'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-8314739552865301437</id><published>2009-01-15T07:41:00.000-08:00</published><updated>2009-04-21T18:43:00.112-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Malaikat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Bijak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Success and Wisdom'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bodhitaruna'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Permata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Negeri Khayangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Malaikat Berhati Permata'/><title type='text'>Malaikat Berhati Permata</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SW9fprgtKRI/AAAAAAAAAcg/Dju7hM60EUg/s1600-h/ibu-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 109px; height: 142px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SW9fprgtKRI/AAAAAAAAAcg/Dju7hM60EUg/s320/ibu-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291553256842799378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Alkisah diceritakan, di negeri seribu khayangan, terlihat percakapan raja langit dengan salah seorang malaikat yang akan segera di turunkannya ke bumi sebagai seorang bayi mungil. Malaikat tersebut tampak menanyakan beberapa pertanyaan, dari raut wajahnya terlihat sekilas keraguan,  untuk menjadi bayi di bumi yang terkenal sangat penuh dengan hasrat duniawi.&lt;p align="justify"&gt;"Yang mulia, bagaimanakah saya akan lahir ke dunia, tolong jelaskan pada ku?" tanya sang malaikat kepada raja langit&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Tentu anakku.... engkau akan lahir dari seorang malaikat yang telah aku ciptakan untuk melindungi mu" Jawab raja langit&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Dan apabila saya dalam perasaan sedih, tertekan sebagai seorang bayi yang tidak berdaya sama sekali, apa yang harus saya lakukan yang mulia, adakah yang akan menghiburku" tanya sang malaikat lagi kepada raja langit&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Tentu....malaikat tersebutlah yang akan setia menemani dalam sedih dan menghibur mu disetiap masalah yang engkau hadapi" jelas sang raja langit kepada sang malaikat&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dengan perasaan yang belum puas, kembali sang malaikat memberikan pertanyaan kepada raja langit.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Disaat saya menjadi bayi, siapakah yang akan memberikan daku makanan, membersihkan kotoran manusia ku, memandikan ku, dan memberikan senandung merdu disaat daku akan tidur" tanya sang malaikat&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Sama seperti jawaban ku yang tadi wahai anakku, malaikat itu lah yang akan melakukannya dengan suka cita, menyuapi setiap sendok makanan mu, membersihkan kotoran manusia mu yang menjijikkan tanpa mengeluh, setiap hari 2 kali memandikan mu dengan air yang bersih dan hangat, serta akan senandung walaupun tubuhnya penuh kelelahan karena merawatmu setiap hari, setiap waktu dengan suka cita" papar raja langit menjelaskan&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Wahai Yang Mulia...berkenankan engkau mengatakan nama malaikat  tersebut...sungguh mulia perbuatannya pada ku" tanya sang malaikat&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Wahai anak ku, engkau tidak perlu mengetahui namanya namun kamu engkau akan terbiasa memanggilnya IBU, setelah kau dewasa dan menjadi seorang yang sukses, jangan pernah melupakan jasa-jasa IBU mu, karena dia adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;malaikat berhati permata&lt;/span&gt;" jawab sang raja langit menyudahin perbincangan mereka.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sang malaikat pun tampak puas dengan penjelasan raja langit.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;~Pembaca yang bijaksana, sungguh gamblang dan jelas perumpamaan cerita diatas. Bagaimana seorang ibu memiliki hati yang sangat indah di dunia ini. Dengan suka cita tanpa merasakan sakit dan peluh yang dihadapinya, ibu senantiasa tanpa jasa membesarkan kita. Sungguh tidak bermoral bagi mereka yang menelantarkan ibunya disaat tua, disaat mereka sudah menunggu waktu terakhirnya. Berikan curahan waktu dan balas jasa tanpa pamrih ke mereka, karena hakekatnya mereka pun telah memberikan curahan waktu tanpa pamrih sewaktu kita kecil. Jadilah manusia bijak yang mampu menghargai besarnya arti seorang ibu~&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dari Saya,&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SUCCESS AND WISDOM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" align="justify"&gt;Bodhi Taruna&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-8314739552865301437?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/8314739552865301437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/8314739552865301437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2009/01/nilai-seorang-ibu.html' title='Malaikat Berhati Permata'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SW9fprgtKRI/AAAAAAAAAcg/Dju7hM60EUg/s72-c/ibu-2.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-2951244278649712839</id><published>2008-12-02T06:54:00.000-08:00</published><updated>2008-12-03T07:58:11.328-08:00</updated><title type='text'>Kekuatan Pikiran</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275590872979657282" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 100px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/STap8pw-0kI/AAAAAAAAATs/3RKzNPV4B_k/s320/images.jpeg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/STap8ra3hEI/AAAAAAAAAT0/79A0ghIn92o/s1600-h/new.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275590873423774786" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 34px; CURSOR: hand; HEIGHT: 14px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/STap8ra3hEI/AAAAAAAAAT0/79A0ghIn92o/s320/new.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Disuatu sore yang indah, disebuah kebun binatang yang terkenal di kota, terlihat lah seorang anak bersama ayahnya sedang berjalan dengan riangnya menelusuri kebun binatang tersebut. Sang anak dengan ceria, tak henti-hentinya bertanya mengenai berbagai macam binatang yang ada di kebun binatang tersebut kepada sang ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, berhentilah mereka disebuah kandang singa. Terlihat didalamnya seekor singa jantan yang begitu gagahnya, sedang memperlihatkan wibawanya. Sang singa pun mengaum begitu melihat sang ayah dan anak berhenti di kandangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa perasaan takut, sang anak pun terus melihat dan mencermati sang singa, dan berkatalah dia kepada sang ayah,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Ayah, singa adalah raja hutan, begitu hebatnya suaranya sehingga siapapun takut untuk berhadapan dengan nya apabila di hutan, namun kenapa begitu saya melihat singa di kebun binatang ini tidak ada perasaan takut sama sekali, bisakah ayah menjelaskannya pada ku?" Tanya sang anak,&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Benar sekali apa yang engkau katakan anakku, dan tahu kah mengapa kita bisa begitu takut melihat singa dihutan, namun tidak apabila di kebun binatang?" tanya sang ayah&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Jawabannya adalah pikiran, kekuatan pikiran manusia mampu menciptakan kondisi ketakutan ataupun ceria bagi kita" lanjut sang ayah&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;" Kenapa begitu ayah?" tanya sang anak selanjutnya&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Begini anak ku, ketika kita di hutan, karena pengaruh situasi disana, pikiran kita akan membawa kita kedalam keadaan dimana kita merasa takut, dan tidak berdaya, ditambah dengan suara singa, pikiran kita tidak dapat berpikir jernih sehingga ketakutan itu menjadi datang, namun sebaliknya dengan suasana ceria kebun binatang, keberanian pun akan selalu menyelimuti kita, atas dasar keadaan yang dibentuk oleh pikiran itu sendiri" Jelas sang ayah&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Ingatlah anakku, melihat kasus tadi, kita pun harus bisa selalu memelihara kekuatan pikiran kita untuk selalu ceria dan positif, bagaimanapun lingkungan kita berada, dengan kekuatan pikiran positif lah, keberanian akan selalu menyelimuti kita untuk menghadapi masalah apapun, jangan biarkan lingkungan ataupun masalah membuat pikiran kita menjadi tidak jernih, negatif ataupun pesimis, kendalikan lah pikiran kita menjadi kekuatan, apakah engkau mengerti? " tanya sang ayah sambil mengusap kepala anaknya. Sang anak pun tersenyum puas mendapatkan pengetahuan kehidupan dari ayahnya&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;~Pembaca yang bijaksana, Kekuatan pikiran dapat menciptakan kekuatan maupun kelemahan bagi kita, tergantung bagaimana kita mengendalikannya. Alangkah baiknya apabila kita terus melatih pikiran untuk baik, positif, dan penuh semangat untuk menghadapi semua masalah yang kita hadapin, dan tidak perduli bagaimanapun keadaan yang kita hadapi, Niscaya timbullah kekuatan bagi kita untuk dapat terus menjadi insan bijaksana dalam menghadapi masalah secara bijak, melalui kekuatan pikiran yang telah kita kendalikan ke arah positif dan benar. &lt;strong&gt;Mari menjadi manusia yang selalu berpikir positif dengan cara yang bijak&lt;/strong&gt; ~&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dari Saya, &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Success and Wisdom&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bodhi Taruna&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-2951244278649712839?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/2951244278649712839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/2951244278649712839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2008/12/kekuatan-pikiran.html' title='Kekuatan Pikiran'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/STap8pw-0kI/AAAAAAAAATs/3RKzNPV4B_k/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-5967857255724051120</id><published>2008-08-20T08:27:00.000-07:00</published><updated>2008-08-21T07:26:37.970-07:00</updated><title type='text'>Hadapilah.....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;      &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: right;"&gt;      &lt;/div&gt;  &lt;div style="text-align: left;"&gt;    &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img style="width: 176px; height: 131px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SKxH_liYQiI/AAAAAAAAASg/NePpTdU_d3U/s320/batu-cinta.jpg" /&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SKxIfczXmLI/AAAAAAAAASo/HN0JbnE-038/s320/new.gif" /&gt;&lt;/div&gt;          &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;      &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: right;"&gt;      &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: right;"&gt;      &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: right;"&gt;      &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: left;"&gt;      &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: left;"&gt;      &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: left;"&gt;      &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Disuatu masa, di tepian laut dengan ombak yang begitu besarnya. Terlihat sebongkah karang besar yang menjulang tinggi dengan perkasanya, berdiri kokoh diantara hempasan ombak-ombak laut. Tak jauh dari sana, terlihat ikan-ikan kecil yang mengelilingi sebongkah karang tersebut, sambil merapat diantara bongkahan karang tersebut, bertanyalah salah seekor ikan kecil kepada bongkahan karang tersebut,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Wahai karang besar, setiap hari terkena deburan ombak, namun tidak terlihat lelah diwajah mu, malah dirimu terlihat selalu ceria, apakah rahasia dari semua itu?" Tanya si ikan kecil terheran-heran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" hahahah.....tentu saja, dengan senang hati aku akan menceritakan kepada mu wahai ikan kecil" Jawab karang besar tersebut&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Hadapilah....cukup hadapi dan jangan pernah menghindar......" lanjut si karang besar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Apakah kamu tidak takut suatu saat kamu akan hancur akibat deburan ombak tersebut wahai si karang besar " Tanya ikan kecil itu lagi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Tentu saja ketakutan itu pernah menghampiri ku, namun itu dulu...."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sekarang didalam pikiran ku hanya ada satu jawaban apabila deburan ombak itu menghampiri ku..yaitu hadapilah....dengan pikiran positif dan pengalaman ku selama ini...pasti sekuat apapun deburan ombak menimpahku.....diri ku akan sanggup menghadapinya....." Lanjut si karang besar menerangkannya..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendengar penjelasan si karang besar....si ikan kecil tersenyum puas, hari ini dia berhasil mendapatkan pelajaran berharga mengenai hidup ini...hidup dalam kesuksesan sejati....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;~Seperti yang dialami oleh karang besar..kita juga selalu dihadapi oleh masalah, tekanan, halangan, tantangan ataupun beban yang begitu besar didepan kita, dan terjadi silih berganti. Sebagai insan yang bijak, alangkah benarnya prinsip yang di paparkan oleh si karang besar diatas yaitu Hadapilah....kita tidak bisa lari dari masalah, karena masalah itu akan selalu mengikuti kita dimana pun kita berada..hadapilah semua masalah dengan pikiran positif, dengan ilmu yang telah kita peroleh setiap harinya dan dengan pengalaman yang telah ditaburkan dalam hidup kita...niscaya setiap masalah yang datang pada kita hanya akan seperti deburan ombak yang mengenai sebongkah karang besar...berlalu begitu saja...~&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Saya,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Success and Wisdom&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bodhi Taruna&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-5967857255724051120?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/5967857255724051120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/5967857255724051120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2008/08/hadapilah.html' title='Hadapilah.....'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SKxH_liYQiI/AAAAAAAAASg/NePpTdU_d3U/s72-c/batu-cinta.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-6026868060785002338</id><published>2008-06-20T21:50:00.000-07:00</published><updated>2008-08-21T07:27:34.185-07:00</updated><title type='text'>Arti Sebuah Keluarga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SF0842NPD8I/AAAAAAAAASQ/H90DDKDZ-kc/s1600-h/Dad_and_kid.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 79px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SF0842NPD8I/AAAAAAAAASQ/H90DDKDZ-kc/s320/Dad_and_kid.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214390890886270914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dikisahkan disebuah kota yang ramai, hiduplah sepasang suami istri bersama anak-anaknya yang masih kecil. Mereka hidup bahagia dengan melewati hari-hari dengan sederhana. Dengan bekal sebagai seorang pedagang manisan, sang suami giat mencari uang demi anak dan istri tercinta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak terasa waktu demi waktu telah berlalu, dan anak-anaknya pun telah kian dewasa. Si sulung yang telah menamatkan pendidikan tingginya, telah berhasil mendapatkan kerjaan yang layak. Dengan giat setiap hari dia bekerja, dan dia pun berhasil mendapatkan posisi yang baik di perusahaan, karena ketekunannya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanpa disadari, waktu dan kehidupan si sulung lama kelamaan hanya dicurahkannya pada kantor dan temen-temen sekerjanya. Dia pun mulai kehilangan waktu untuk sekedar berbicara dan berbagi dengan keluarganya. Setiap pagi jam 6 pagi dengan cepat dia berangkat kerja, dan sampai jam 12 malem baru lah dia menginjakkan kakinya didepan pintu rumahnya, hanya sekedar untuk beristirahat, demikian seterusnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang tua dan adik-adiknya hanya bisa mendukungnya tanpa pernah mengeluh sedikit pun, walaupun terkadang mereka juga merindukan untuk dapat berkumpul bersama si sulung barang sejenak, sekedar untuk berbagi cerita. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada suatu pagi sang ayah yang telah lama menderita penyakit gula, mendadak pingsan dan dalam keadaan kritis. Sang istri yang begitu panik segera melarikannya kerumah sakit untuk dirawat. Anak-anaknya yang lain pun segera menjenguk ayahnya yang kritis dirumah sakit, hanya si sulung yang tidak tampak. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adik-adiknya berusaha menghubunginya sang kakak dikantornya, namun sang kakak hanya mengatakan akan segera menjenguk setelah pekerjaannya selesai dikantor. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semakin malam masa kritis sang ayah pun tidak membaik, dan akhirnya sang ayah pun meninggal dunia. Sang istri dan anak-anaknya pun bersedih, namun si sulung pun tidak tampak diantara mereka. Dan tak lama dari waktu sang ayah meninggal baru lah si sulung menjenguk ayahnya, namun dia telah terlambat, karena sang ayah telah meninggalkannya untuk selamanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hanya penyesalan lah yang menyelimuti perasaan si sulung, karena kesibukkannya dikantor mengalahkan arti sebuah keluarga dalam hatinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;~ Pepatah Tiongkok lama mengatakan keluarga adalah mutiara. Begitu berharganya nilai sebuah keluarga sehingga dia disamakan dengan mutiara. Karena dari sebuah keluargalah kita lahir, tumbuh dan dewasa. Sehingga begitu dalam makna keluarga yang harus kita patrikan didalam hati kita kelak dan selamanya. Kadangkala kita dengan alasan kerja mengabaikan keluarga kita, suami, istri, orang tua ataupun anak-anak kita. Namun kita lupa bahwa sesungguh kebahagiaan sejati bukan hanya diukur dari materi namun dari kehangatan sejati yang kita peroleh dari saling berbagi dalam kebersamaan sebuah keluarga. Kita boleh bersosialisasi dengan orang diluar keluarga kita namun alangkah bijaknya jika kita juga bisa meluangkan sedikit waktu kita yang berharga untuk memberikan curah kasih pada keluarga kita~&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Saya,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Success and Wisdom&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bodhi Taruna&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-6026868060785002338?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/6026868060785002338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/6026868060785002338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2008/06/arti-sebuah-keluarga.html' title='Arti Sebuah Keluarga'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SF0842NPD8I/AAAAAAAAASQ/H90DDKDZ-kc/s72-c/Dad_and_kid.gif' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-1142490530642120272</id><published>2008-04-15T07:20:00.000-07:00</published><updated>2008-06-21T10:41:30.266-07:00</updated><title type='text'>Jangan Pernah Menyerah ....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SAVcxjtP6MI/AAAAAAAAASA/kk8tdLWu_qs/s1600-h/goldie.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SAVcxjtP6MI/AAAAAAAAASA/kk8tdLWu_qs/s320/goldie.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189656152082737346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disuatu pagi yang indah, terlihat  sekelompok burung elang yang beterbangan diatas sebuah sungai yang melintasi hutan disuatu perdesaan. Tampak mereka sedang mencari ikan-ikan kecil untuk mengisi perut mereka yang kosong.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan sigap satu persatu dari mereka menukik dan menangkap ikan-ikan kecil yang terlihat di permukaan sungai dan membawanya ke sarang mereka, yang terletak diatas pohon ditepi sungai tersebut.  Lama kelamaan sarang mereka yang terbuat dari jerami, telah penuh dengan ikan-ikan kecil yang berlompat-lompat untuk menyelamatkan diri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah melompat-lompat sekian lama, muncul keputusasaan dari ikan-ikan kecil tersebut, karena tidak mampu melewati sarang sang elang yang telah memenjarakan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kita akan segera mati, dan menjadi santapan elang tersebut, tak ada gunanya kita berlompat-lompat teman-teman" Seru seekor ikan kecil yang keliatan kehabisan nafas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Benar...matilah kita....tak mungkin kita bisa selamat lagi" Seru yang lain&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lama kelamaan ikan-ikan kecil tersebut, terlihat tidak melompat lagi dan sebagian dari mereka mati karena lemas dan kehabisan nafas. Mereka tidak berusaha lagi untuk keluar dari sarang burung elang tersebut, dan pasrah pada nasib buruk yang menimpa mereka. Padahal mereka sebenarnya menyadari bahwa dibawah sarang burung yang hanya terbuat dari jerami tersebut, terlintas sungai yang begitu luas yang merupakan tempat tinggal mereka&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hanya terlihat seekor ikan kecil yang tetap berlompat-lompat untuk melewati sarang burung elang tersebut, terlihat tubuhnya yang semakin lemas karena kehabisan nafas namun tekadnya yang keras, membuatnya terus melompatt-lompat. Ikan-ikan kecil yang lain hanya bisa melihatnya dan menasehatinya untuk pasrah dengan nasib. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun si ikan kecil terus melompat, pantang menyerah dan dengan sekuat tenaga dia pun melompat tinggi dan dia berhasil melewati sarang burung elang yang terbuat dari jerami dan jatuh menuju sungai yang luas....dan jadilah dia sebagai pemenang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;~Kadang hidup kita penuh dengan cobaan, rintangan, halangan, dan masalah yang selalu menghadangi kita, seakan-akan memaksa kita untuk menyerah. Namun sebagai seorang yang bijak, kita tidak boleh begitu saja menyerah pada nasib. Teruslah mencoba, karena sebenarnya kesuksesan selalu berada didepan kegagalan kita, hanya tekad dan sikap pantang menyerahlah yang dapat memberikan jalan bagi kita untuk mencapai kesuksesan sejati. Jangan pernah menyerah.......~&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Saya, &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Success and Wisdom&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bodhi Taruna&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-1142490530642120272?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/1142490530642120272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/1142490530642120272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2008/04/jangan-pernah-menyerah.html' title='Jangan Pernah Menyerah ....'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SAVcxjtP6MI/AAAAAAAAASA/kk8tdLWu_qs/s72-c/goldie.gif' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-534396756616651310</id><published>2008-03-14T01:00:00.000-07:00</published><updated>2008-04-16T00:09:00.699-07:00</updated><title type='text'>Harga Sebuah Kesuksesan</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R9o7y0Fp32I/AAAAAAAAARo/ppHONzspAkM/s1600-h/200px-Minamoto_Yoshitsune.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177516465777663842" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 94px; CURSOR: hand; HEIGHT: 124px" height="225" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R9o7y0Fp32I/AAAAAAAAARo/ppHONzspAkM/s320/200px-Minamoto_Yoshitsune.jpg" width="150" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R9o8FEFp33I/AAAAAAAAARw/A4g5swMhcQ0/s1600-h/new.gif"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alkisah di Negeri Tiongkok kuno, terdapat sebuah kerajaan yang sangat megah dan diseganin oleh kerajaan-kerajaan yang lain. Karena kerajaan tersebut begitu banyak memiliki daerah jajahan bahkan sampai diluar tiongkok. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kebesaran dan kemegahan dari kerajaan tersebut, karena hasil kerja keras dan disiplin dari seorang Jenderal besar, yang selalu memenangkan hampir semua pertempuran dengan kerajaan lain, sehingga dia menjadi anak emas raja yang memerintah kerajaan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Walaupun penuh dengan fasilitas dan kemewahan dari Raja kepada dirinya, namun semua tersebut tidak membesarkan kepala sang jenderal, malah sebaliknya dia semakin rajin untuk menghimpun kekuatan yang besar untuk mengabdi kepada Raja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Akibat perlakuan istimewa dari Raja kepada sang Jenderal, membuat putra mahkota iri dan mencari akal untuk mempermalukan sang Jenderal. Dia pun menghadap kepada Raja, dan berkata:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Ampun Yang Mulia Raja, Ijinkanlah Ananda untuk menunjukkan kemampuan dari diri Ananda, untuk memimpin pasukan menyerang kerajaan terbesar di seberang sana, dan Ananda akan membuktikan Ananda akan membawa kemenangan kepada Yang Mulia" &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Anak ku, Apa kau yakin dengan kata-kata mu, karena selama ini kamu tidak lah pernah berperang?" Tanya sang Raja kepada anaknya&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Ananda yakin dan akan membuktikan bahwa diri ananda lebih hebat sekalipun dari Sang Jenderal" Kata Pangeran dengan arogan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Raja pun tersenyum, dan mengerti maksud perkataan, setelah berpikir sebentar tak lama dia pun mengelengkan kepala tanda setuju. Melihat pertanda dari sang Raja, Pangeran pun tersenyum dan segera beranjak mempersiapkan keperluan peperangan. Dalam hatinya apabila dia bisa menundukkan kerajaan yang besar walaupun dia tidak pernah berperang, berarti dia lebih hebat dari Sang jenderal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa bulan dari kepergian Putra Mahkota, tersirat kabar kekalahan dari pasukan sang pangeran, hampir seluruh pasukan mati terbunuh, dan tak lama putra mahkota pun kembali ke kerajaan, namun dia tidak sendirian melainkan ditemanin oleh sang jenderal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sang Raja pun menyambut anaknya, dan berkatalah dia kepada Sang Pangeran&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Apa hikmah yang kau dapat dari pertempuran kemarin anak ku?" tanya sang raja&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Ampun yang mulia, ternyata peperangan tidak segampang yang ananda pikirkan" jawab sang pangeran penuh penyesalan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Dengarkanlah anakku, &lt;strong&gt;Untuk Memindahkan Gunung, Dimulai Dari Memindahkan Batu-Batu Kecil Di Sekitarnya&lt;/strong&gt;, sama halnya dengan diri mu. Untuk menjadi seorang pemenang haruslah belajar dari awal, berlatih dengan giat, dan tekun. Tidak ada jalan instans untuk menjadi seorang pemenang di medan pertempuran tanpa ada ketekunan dan semangat untuk belajar dari awal, ingat itu anak ku" nasehat sang Raja&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Kalo Kamu ingin menjadi lebih dari sang Jenderal, mulailah belajar dari hal yang kecil yaitu menghargai kesuksesan orang dengan meniru dan menjadi lebih baik, bukan dengan iri atau ego sesaat. Kalo ayah tidak memerintahkan sang jenderal untuk memata-matai mu, mungkin kamu sudah mati konyol di medan pertempuran karena ego mu" Lanjut sang Raja&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Terima kasih Yang Mulia, sangat akan mengingat semua itu"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;~Benar sekali, sukses adalah hasil dari proses. Tidak ada sukses yang datang dengan sendirinya. Sehingga sukses hanyalah menjadi milik orang yang mau melalui proses demi proses tanpa mengeluh dan selalu belajar menjadi yang terdepan. Jangan takut untuk memulai, karena kita tidak akan berhasil tanpa memulai dari awal. Jangan ragu untuk mencoba lagi, karena selalu ada harga untuk sebuah kesuksesan, tergantung berapa banyak pengorbanan yang berani anda berikan untuk mencapai sukses yang anda impikan, capai semua itu dengan kebijaksanaan bukan dengan iri maupun ego~&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Saya, &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Success and Wisdom&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-534396756616651310?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/534396756616651310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/534396756616651310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2008/03/harga-sebuah-kesuksesan.html' title='Harga Sebuah Kesuksesan'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R9o7y0Fp32I/AAAAAAAAARo/ppHONzspAkM/s72-c/200px-Minamoto_Yoshitsune.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-8164413389897797387</id><published>2008-02-25T20:11:00.000-08:00</published><updated>2008-03-14T02:04:09.793-07:00</updated><title type='text'>Kisah Beruang dan Ikan Kecil</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(255,102,0)"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,102,0);font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R8ObpMsKJaI/AAAAAAAAARY/lAKRU1i2xtQ/s1600-h/br-bear.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5171147929234843042" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 96px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 118px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R8ObpMsKJaI/AAAAAAAAARY/lAKRU1i2xtQ/s320/br-bear.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(255,102,0)"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R8OmlMsKJbI/AAAAAAAAARg/3jyJVb9qeYI/s1600-h/new.gif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(255,102,0)"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(255,102,0)"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(255,102,0)"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(255,102,0)" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Alkisah disebuah hutan, seekor beruang yang bertubuh besar sedang menunggu seharian dengan sabar di tepi sungai deras, waktu itu memang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;tidak sedang musim ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak pagi ia berdiri di sana mencoba meraih ikan yang meloncat keluar air. Namun, tak satu juga ikan yg berhasil ia tangkap. Setelah berkali-kali mencoba, akhirnya..hup .. ia dapat menangkap seekor ikan kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan yang tertangkap menjerit-jerit ketakutan, si ikan kecil itu meratap pada sang beruang, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(255,102,0); FONT-FAMILY: georgia; TEXT-ALIGN: justify" align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(255,102,0); FONT-FAMILY: georgia; TEXT-ALIGN: justify" align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(255,102,0)" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;"Wahai beruang, tolong lepaskan aku." Teriak Ikan kecil&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(255,102,0); FONT-FAMILY: georgia; TEXT-ALIGN: justify" align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(255,102,0); FONT-FAMILY: georgia; TEXT-ALIGN: justify" align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(255,102,0)" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;"Mengapa ?" tanya beruang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidakkah kau lihat, aku ini terlalu kecil, bahkan bisa lolos lewat celah-celah gigimu," rintih sang ikan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(255,102,0); FONT-FAMILY: georgia; TEXT-ALIGN: justify" align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(255,102,0); FONT-FAMILY: georgia; TEXT-ALIGN: justify" align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(255,102,0)" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;"Lalu kenapa?" tanya beruang lagi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(255,102,0); FONT-FAMILY: georgia; TEXT-ALIGN: justify" align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(255,102,0); FONT-FAMILY: georgia; TEXT-ALIGN: justify" align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(255,102,0)" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;"Begini saja,tolong kembalikan aku ke sungai, setelah beberapa bulan aku akan tumbuh menjadi ikan yang besar, di saat itu kau bisa menangkapku dan memakanku utk memenuhi seleramu." kata ikan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(255,102,0); FONT-FAMILY: georgia; TEXT-ALIGN: justify" align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(255,102,0); FONT-FAMILY: georgia; TEXT-ALIGN: justify" align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(255,102,0); TEXT-ALIGN: justifyfont-family:georgia;" align="justify" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;"Wahai ikan, kau tahu kenapa aku bisa tumbuh begitu besar?" tanya beruang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(255,102,0); FONT-FAMILY: georgia; TEXT-ALIGN: justify" align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(255,102,0); FONT-FAMILY: georgia; TEXT-ALIGN: justify" align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(255,102,0); TEXT-ALIGN: justifyfont-family:georgia;" align="justify" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;"Mengapa?" ikan balas bertanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena aku tidak pernah menyerah walau sekecil apapun keberuntungan yang telah tergenggam di tangan, aku tidak akan melepaskannya" jawab beruang sambil tersenyum mantap.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:georgia;" align="justify" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;~Cerita diatas memberikan sebuah inspirasi yang luar biasa buat kita untuk selalu menghargai kesempatan yang datang kepada kita, bagaimanapun bentuknya. Menghargai dengan bekerja lebih bersungguh-sungguh dan memiliki visi dan misi yang jelas dalam hidup kita, sehingga kita dapat memaksimalkan kesempatan yang datang kepada kita, untuk meraih sukses. Ingatlah bahwa sukses yang besar berawal dari sebuah kesempatan kecil. Orang sukses adalah orang yang dengan bijak memaksimalkan kesempatan yang ada dan bukan hanya menunggu kesempatan besar untuk membuat kita sukses~&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari Saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success And Wisdom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:georgia;" align="justify" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;(Sumber : Anonymous)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="FONT-FAMILY: georgia; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="FONT-FAMILY: georgia; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-8164413389897797387?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/8164413389897797387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/8164413389897797387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2008/02/kisah-beruang-dan-ikan-kecil.html' title='Kisah Beruang dan Ikan Kecil'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R8ObpMsKJaI/AAAAAAAAARY/lAKRU1i2xtQ/s72-c/br-bear.gif' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-2604610777512516623</id><published>2008-02-23T10:59:00.000-08:00</published><updated>2008-03-14T02:08:04.721-07:00</updated><title type='text'>Semua Akan Berubah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R8BxYssKJYI/AAAAAAAAARI/txpSwM9LqnA/s1600-h/elaang3.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5170257041348502914" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R8BxYssKJYI/AAAAAAAAARI/txpSwM9LqnA/s320/elaang3.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R8Byc8sKJZI/AAAAAAAAARQ/tfsLdEKX9Ng/s1600-h/new.gif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan adalah suatu proses, untuk menjadi lebih baik ataupun sebaliknya. Dan perubahan mutlak akan terjadi, hari ini, besok ataupun 10 tahun lagi. Kita tidak dapat mencegahnya. Hanya kesiapan untuk melakukan dan menerima suatu perubahanlah, yang menjadi titik berat kita agar kita selalu dapat hidup dan berkembang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;br /&gt;Kadang kenyamanan dan keterikatan membuat kita takut untuk berubah, dan cenderung mengharapkan situasi tersebut kekal adanya. Namun malah sikap seperti itulah yang akan menimbulkan masalah baru bagi kita, yaitu &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;ketakutan.... ketakutan untuk menatap kedepan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar dan percayalah, tidak ada yang kekal didunia ini selain perubahan itu sendiri. Dan sikapin dengan positif, bahwa perubahan akan membawa dampak dewasa bagi kita, untuk dapat selalu hidup, apapun kondisi dan situasinya, dengan selalu menatap kedepan, dan berani melepaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bijak adalah orang yang tidak terikat akan situasi apapun. Dia mampu menerima dan melakukan perubahan, dan membimbing perubahan tersebut dalam aspek positifnya. Dan kita semua adalah &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;orang bijak yang hanya perlu dilatih.&lt;/span&gt; Yakinlah bahwa perubahan bukanlah hal yang menakutkan, sadar dan rubahnya dia menjadi kekuatan bagi kita, untuk mencapai sukses yang sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success and Wisdom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-2604610777512516623?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/2604610777512516623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/2604610777512516623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2008/02/semua-akan-berubah.html' title='Semua Akan Berubah'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R8BxYssKJYI/AAAAAAAAARI/txpSwM9LqnA/s72-c/elaang3.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-1432251147924365454</id><published>2008-02-11T01:16:00.000-08:00</published><updated>2008-02-23T11:21:16.077-08:00</updated><title type='text'>Kisah  Burung Pelikan</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 0, 0);" lang="sv-SE"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R7AYm8sKJUI/AAAAAAAAAQo/Qbl5DIUyhaA/s1600-h/pelikan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 122px; height: 91px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R7AYm8sKJUI/AAAAAAAAAQo/Qbl5DIUyhaA/s320/pelikan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5165655829999396162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 0, 0);" lang="sv-SE"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R7URwMsKJWI/AAAAAAAAAQ4/X9qCAlt470E/s1600-h/new.gif"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 0, 0);" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 0, 0);" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(204, 102, 0);" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;Selama bertahun-tahun di Monterey , California merupakan surga bagi burung-burung pelikan, sebab di kota ini ada banyak pabrik pengalengan ikan. Burung-burung pelikan menyukai kota ini karena saat para nelayan membersihkan tangkapan mereka dan memisahkan yang kurang bagus maka burung-burung pelikan segera berdatangan berebut makanan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman; color: rgb(204, 102, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(204, 102, 0);font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a name="lw_1202722093_1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Di Monterey ini burung-burung pelikan hidup enak tanpa harus bekerja keras untuk mendapatkan makanannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman; color: rgb(204, 102, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(204, 102, 0);font-family:times new roman;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a name="lw_1202722093_2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Seiring waktu berlalu, ikan-ikan di pantai California mulai berkurang dan satu demi satu pabrik pengalengan ikan ditutup. Itulah saatnya burung-burung pelikan mendapatkan masalah. Seperti yang kita tahu, burung-burung pelikan adalah pemancing alami yang hebat, mereka terbang berkelompok diatas gelombang laut, dan ketika mereka melihat ikan, mereka menyelam ke dalam air dan menyekop tangkapan mereka dengan paruhnya yang lebar. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman; color: rgb(204, 102, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(204, 102, 0);font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a name="lw_1202722093_3"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Burung-burung pelikan yang ada di Monterey tidak pernah berburu selama bertahun-tahun, mereka telah menjadi gemuk dan malas.Kini makanan mereka telah lenyap dan mereka menderita kelaparan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman; color: rgb(204, 102, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(204, 102, 0);font-family:times new roman;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Para ahli lingkungan hidup di wilayah tersebut berpikir keras untuk menemukan cara menolong burung-burung pelikan itu, dan akhirnya mereka bersepakat dengan satu solusi. Mereka mendatangkan burung-burung pelikan dari wilayah lainnya, yang telah mereka teliti setiap hari, dan mereka mencampurnya dengan burung-burung pelikan lokal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman; color: rgb(204, 102, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(204, 102, 0);font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Para pendatang baru segera mulai memancing makanan mereka, dan tak lama kemudian burung-burung lokal yang kelaparan bergabung dengan mereka dan mulai memancing makanan mereka sendiri lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 0);font-size:100%;" &gt;~Disaat kita lemah, disaat kemampuan kita tidak terasah dengan baik, maka sangat bijak kalo kita memulai dengan mencontoh orang sukses. Karena kadang kala semangat dan motivasi yang dihadirkan oleh orang-orang sukses sangat berguna untuk memunculkan keistimewaan kita. Jangan pernah malu untuk belajar, dan ingatlah setiap orang memiliki kemampuan untuk sukses, hanya cara dan usaha yang membedakan kita apakah akan menjadi orang gagal ataupun sukses~&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 0);font-size:100%;" &gt;Dari Saya,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 0);font-size:100%;" &gt;Success and Wisdom&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 0);font-size:100%;" &gt;Bodhi Taruna&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 102, 0);font-size:100%;" &gt;(Disadur dari salah satu email di Dharmajala@yahoogroup.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-1432251147924365454?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/1432251147924365454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/1432251147924365454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2008/02/kisah-burung-pelikan.html' title='Kisah  Burung Pelikan'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R7AYm8sKJUI/AAAAAAAAAQo/Qbl5DIUyhaA/s72-c/pelikan.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-9137626726651903918</id><published>2008-01-23T21:56:00.000-08:00</published><updated>2008-01-23T22:31:12.889-08:00</updated><title type='text'>Kisah Sekelompok Serigala</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R5gu3DqUX2I/AAAAAAAAAQg/DmgxDTzCqOU/s1600-h/wolf-sketch.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 108px; height: 80px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R5gu3DqUX2I/AAAAAAAAAQg/DmgxDTzCqOU/s320/wolf-sketch.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158924896563388258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah di suatu senja, terlihat seorang pemburu memasukin hutan untuk berburu sekawanan rusa. Terlihat dia seorang pemburu yang sudah kawakan, sehingga terlihat jelas, dia sangat memahami seluk beluk hutan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa disengaja, dilihatnya seekor serigala betina yang sedang menyantap daging kelinci, dengan seketika diarahkan laras senapannya ke serigala betina tersebut dan doorrrrr.......dengan sekejab serigala tersebut jatuh sambil menahan sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa serigala dari kejauhan tampak berlari mendekati serigala yang tertembak tadi, salah seekor serigala menjilati luka tembak si serigala betina, sedangkan yang lain terlihat didekatnya menjagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pemburu yang melihat dari kejauhan tampak kagum dengan kerjasama yang diperlihatkan sekelompok serigala tersebut, dan dengan rasa penasaran diperhatikannya tingkah laku sekelompok serigala tersebut. Apakah kelompok serigala tersebut tetap menjaga serigala betina tersebut atau kah meninggalkannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata mereka tetap kompak menjagai sang serigala betina yang masih terlihat kesakitan, walaupun malam sudah datang, bahkan sekelompok serigala tersebut seperti tahu tugas mereka masing-masing, ada yang bertugas menjaga, ada yang mencari makanan untuk si serigala betina, dan yang menjilati luka si serigala betina. Sang pemburu pun mendapatkan pelajaran yang berharga dari sekelompok serigala tersebut, yaitu saling menolong dan rasa kesetiakawanan yang luar biasa, yang ditunjukkan mereka kepada serigala betina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Belakangan ini sejak krisis ekonomi menjatuhkan perekonomian kita, sikap egois dan penghianatan sering sekali kita jumpai di negara ini. Namun apakah dengan sikap seperti ini dapat menghilangkan semua masalah? Tentu saja tidak, malah sikap kesetiakawanan yang murni yang ditunjukkan oleh sekelompok serigala, sangat dibutuhkan untuk menjadi kita menjadi satu keluarga. Ingat dengan kebersamaan dan kesetiakawanan lah, maka kita bisa berjalan menjadi negara yang kuat dan individu yang bijaksana~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success and Wisdom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-9137626726651903918?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/9137626726651903918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/9137626726651903918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2008/01/kisah-sekelompok-serigala.html' title='Kisah Sekelompok Serigala'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R5gu3DqUX2I/AAAAAAAAAQg/DmgxDTzCqOU/s72-c/wolf-sketch.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-1066492017538578648</id><published>2008-01-16T19:09:00.000-08:00</published><updated>2008-01-16T20:00:24.972-08:00</updated><title type='text'>Kasih Seorang Ibu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R47SFhRz4qI/AAAAAAAAAQY/r6Vw4z8Ze1g/s1600-h/ibu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 101px; height: 84px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R47SFhRz4qI/AAAAAAAAAQY/r6Vw4z8Ze1g/s320/ibu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156289615660049058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak menghampiri ibunya yang sedang sibuk menyiapkan hidangan makanan malem, di serahkannya selembar kertas kepada ibunya. Sang ibu mengambil dan membaca tulisan yanga da di lembar kertas tersebut&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;BIAYA MEMBANTU IBU :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Biaya Mencuci Piring                         Rp. 10.000&lt;br /&gt;Biaya Membuang Sampah                Rp. 5.000&lt;br /&gt;Biaya Menjaga adik                            Rp 25.000&lt;br /&gt;Biaya Menyapu                                   Rp 15.000&lt;br /&gt;                                                                                --------------&lt;br /&gt;Total                                                                      Rp. 55.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah membaca, sang ibu tersenyum kepada sang anak, dan kemudian diambilnya selembar kertas kosong, ditulisnya dan kemudian diserahkan ke anaknya tadi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;                                                                          BIAYA MEMBESARKAN MU :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya Mengandung mu selama 9 bulan            GRATIS&lt;br /&gt;Biaya Membesarkan mu                                             GRATIS&lt;br /&gt;Biaya menjaga mu setiap hari                                  GRATIS&lt;br /&gt;Biaya kasih sayang                                                          GRATIS&lt;br /&gt;Biaya Membersihkan Popokmu                             GRATIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membaca kertas yang diberikan sang ibu, sang anak pun berlinang air mata, di tatapnya sang ibu dengan tatapan penyesalan dan dengan segera diambilnya kertas yang tadi diberikan kepada sang ibu, dan dengan segera dia pun menuliskan "LUNAS" pada kertas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Sungguh besar kasih sayang ibu kepada kita, dan tanpa meminta sedikit pun imbalan mereka melakukannya dengan ikhlas. Namun kadang kala kita sebagai anak terlalu egois dan perhitungan apabila mereka minta bantuan kecil kepada kita. Orang bijak tentu sangat menghargai dan menghormat orang tuanya. Karena ibu dan ayah kita adalah contoh konkret insan  sukses dalam membesarkan kita. Semoga kita dapat selalu menghargai dan memberikan yang terbaik kepada kedua orang tua kita sepanjang jantung kita berdetak~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB : Tak lupa saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepada ibu saya yang ke-60, semoga selalu dipenuhi umur panjang dan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success and Wisdom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;(Cerita dikutip dari email yang dikirimkan ke bodhitaruna@gmail.com)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-1066492017538578648?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/1066492017538578648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/1066492017538578648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2008/01/kasih-seorang-ibu.html' title='Kasih Seorang Ibu'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R47SFhRz4qI/AAAAAAAAAQY/r6Vw4z8Ze1g/s72-c/ibu.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-3225514132047812677</id><published>2008-01-07T20:03:00.000-08:00</published><updated>2008-01-07T20:31:38.705-08:00</updated><title type='text'>Kisah Si Sulung dan Si Bungsu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R4L7-hRz4pI/AAAAAAAAAQQ/-8AOrIFIRJ8/s1600-h/sxc_hot_letter_modified.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 110px; height: 92px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R4L7-hRz4pI/AAAAAAAAAQQ/-8AOrIFIRJ8/s320/sxc_hot_letter_modified.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5152957975168803474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(204, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;Dahulu kala hiduplah dua orang kakak beradik di suatu desa. Ketika ayahnya meninggal sebelumnya berpesan dia kepada mereka berdua dua hal yang harus dipatuhi, untuk kesuksesan kehidupan mereka :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(204, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;" lang="sv-SE"&gt;pertama&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kedua&lt;/span&gt;, jika mereka pergi dari rumah ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 0, 0); text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(204, 0, 0); text-align: justify;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,serif;font-size:130%;"  &gt;Waktu berjalan terus dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 0, 0); text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(204, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Ibunya yang masih hidup merasa binggung terhadap hal tersebut, dan suatu hari dia tuh menanyakannya kepada mereka berdua :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(204, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;"Kalian memiliki usaha dibidang yang sama tapi kenapa sulung bisa menjadi kaya dan bungsu bisa menjadi tambah miskin?" tanya si Ibu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(204, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;"Inilah karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, dan sebagai akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih. Juga ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong. Sebetulnya dengan jalan kaki saja cukup, tetapi karena pesan ayah demikian maka akibatnya pengeluaranku bertambah banyak" Sahut si bungsu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(204, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;"Terus engkau si sulung kenapa engkau bisa sukses, apa rahasianya" Tanya si ibu kembali&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="color: rgb(204, 0, 0); text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(204, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;"Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut. Juga ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam. Akibatnya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup. Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris ,karena mempunyai jam kerja lebih lama" Jawab si sulung mengenai rahasia suksesnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(204, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;~Setiap orang memiliki pandangan dan pengertian yang berbeda-beda terhadap suatu masalah, namun pengertian bijak seperti si sulung lah yang harus kita tiru. Menanggapi positif setiap masalah dan menjadikannya suatu arahan peluang untuk meraih sukses. Sungguh luar biasa. Jangan hanya bisa menyesali kehidupan akan suatu masalah. Karena sesungguhnya orang sukses adalah orang yang bisa memanfaatkan secara maksimal apa yang dia punya, bukan hanya menyalahkan dan mengkambinghitamkan nasib ataupun masalah~&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(204, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Dari Saya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(204, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Success and Wisdom&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(204, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Bodhi Taruna&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman,serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;(Artikel disadur dari mailing list dharmajala@yahoogroups.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-3225514132047812677?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/3225514132047812677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/3225514132047812677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2008/01/kisah-si-sulung-dan-si-bungsu.html' title='Kisah Si Sulung dan Si Bungsu'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R4L7-hRz4pI/AAAAAAAAAQQ/-8AOrIFIRJ8/s72-c/sxc_hot_letter_modified.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-8591851722416230607</id><published>2008-01-06T22:36:00.000-08:00</published><updated>2008-01-07T20:24:14.984-08:00</updated><title type='text'>Pengorbanan Seorang Ibu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R4HLzRRz4oI/AAAAAAAAAQI/vWa7v1H6YTk/s1600-h/ibu-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 104px; height: 135px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R4HLzRRz4oI/AAAAAAAAAQI/vWa7v1H6YTk/s320/ibu-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5152623530360431234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a name="more-185"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Bisa saya melihat bayi saya?” pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga!&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke Rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak berkata, “Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya dibidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan,”Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya. Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya.&lt;br /&gt;“Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus&lt;br /&gt;ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya,” kata dokter.&lt;br /&gt;Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan&lt;br /&gt;telinga dan mendonorkannya pada mereka.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, “Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia.” kata sang ayah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, “Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah&lt;br /&gt;bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar&lt;br /&gt;namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ayahnya menjawab, “Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang&lt;br /&gt;yang telah memberikan telinga itu.” Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, “Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia.&lt;br /&gt;Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah bahwa sang ibu tidak memiliki telinga. “Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya,” bisik sang ayah. “Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mendengar hal itu, sang anak pun tak mampu menghentikan tetesan air mata, dalam hatinya dia bangga dan beruntung memiliki ibu yang begitu baiknya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;~Luar biasa sekali pengorbanan seorang ibu, dalam kehidupan anaknya. Demi anaknya, apapun rela diberikan untuk kebahagiaannya. Maka dari itu, sebagai seorang yang bermoral dan beretika, kita pun harusnya tidak boleh melupakan jasa dan perngorbanan orang tua kita terhadap kita. Sikap berbakti dan tanggung jawab harus kita tanamkan sejak dini di hati dan perbuatan kita, sehingga kita dapat menjadi manusia yang bijaksana~&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari Saya,&lt;/p&gt;Success and Wisdom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Artikel disadur dari email yang dikirimkan ke bodhitaruna@gmail.com, atas permintaan pengirim, nama dan identitas tidak di tampilkan)&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-8591851722416230607?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/8591851722416230607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/8591851722416230607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2008/01/pengorbanan-seorang-ibu.html' title='Pengorbanan Seorang Ibu'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R4HLzRRz4oI/AAAAAAAAAQI/vWa7v1H6YTk/s72-c/ibu-2.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-2041417611304732801</id><published>2007-12-23T06:15:00.001-08:00</published><updated>2007-12-23T07:12:53.494-08:00</updated><title type='text'>Jadilah Diri Anda Seutuhnya.....</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R256MRRz4XI/AAAAAAAAAN8/lEfjArBH-Yk/s1600-h/KoiCov.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5147185775346180466" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 69px; CURSOR: hand; HEIGHT: 92px" height="126" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R256MRRz4XI/AAAAAAAAAN8/lEfjArBH-Yk/s320/KoiCov.jpg" width="109" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Disuatu telaga besar milik seorang saudagar kaya, hidup lah bermacam-macam ikan dengan suka cita. Telaga yang begitu besar dengan berbagai macam tanaman air yang menghiasi, memberikan suasana tenang bagi siapa saja yang melihatnya. Tepat ditengah telaga tersebut, terdapat sebuah air mancur kecil, yang menghasilkan gelembung-gelembung udara didalam air. Ikan yang berada didalam telaga tersebut terlihat kesana kemari dengan gembira bermain-main dengan gelembung-gelembung air tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sang saudagar kaya sangat mencintai ikan-ikannya sehingga dengan rajin setiap harinya, dia memberi makan ikan-ikan tersebut dengan udang-udang kecil yang dihaluskan. Hampir ratusan ikan yang tinggal didalam telaga tersebut, dengan berbagai macam jenis dan bentuknya. Dari ratusan ikan tersebut, terdapat seekor ikan mas bertubuh besar dan berwarna emas. Sepintas ikan ini sangatlah lincah dan menarik, namun ada satu sifat jelek yang dimiliki ikan ini, yaitu sifat ketergantungannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada saat siang hari, ikan-ikan di telaga tersebut seperti biasa menanti tuannya untuk diberi makan, termasuk si ikan mas. Namun setelah ditunggu-tunggu sang saudagar kaya yang dinanti tidak datang juga. Ternyata karena suatu kesibukkan mengharuskan sang saudagar kaya untuk keluar kota untuk waktu yang agak lama. Ikan-ikan ditelaga tersebut berinisiatif memakan tanaman air yang ada disekitar telaga tersebut, hanya si ikan mas yang tetap menunggu dan menunggu&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Hai ikan mas, makanlah tanaman air ini, kamu tinggal menggigit dan mengunyahnya, untuk makan siang kamu" Teriak ikan-ikan yang lain kepada si ikan mas&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Tidak, akan tidak bisa memakan dan mengigitnya. Saya tidak bisa. Saya akan menunggu tuan kita memberi makan saja" Jawab ikan mas itu dengan ketusnya&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hari semakin malam, namun sang saudagar kaya yang ditunggu ikan mas tersebut, tidak kunjung datang. Ikan-ikan yang lain, sudah kenyang menyantap tanaman air, hanya si ikan mas yang kelaparan karena belum memakan apa pun. Akibat menahan lapar yang begitu dahsyat, si ikan mas mulai merasa lemas di sekujur tubuhnya, namun dia tetap merasa tidak bisa memakan tanaman air tersebut, karena dia terbiasa diberikan makan oleh tuannya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sudah 2 hari, si ikan mas menahan lapar dan akhirnya tubuhnya pun kaku karena kelaparan, di lubung makanan yang berlimpah. Dia mati bukan karena tidak ada makanan, namun karena sifat ketergantungan terhadap orang lain.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;~Banyak sekali kita melihat di kehidupan ini, sifat ketergantungan yang berlebih terhadap orang tua, saudara dan terhadap orang lain. Sifat ketergantungan yang berlebih akan membuat diri kita tidak terasah, merasa tidak percaya diri dan tidak mampu memekpresikan kemampuan diri kita. Kita boleh belajar, mengikuti dan dimotivasi oleh orang lain, namun hendaknyalah kita harus selalu yakin pada kemampuan diri kita dan menjadi diri kita sendiri, karena setiap orang punya kemampuan untuk menjadi sukses, hanya pandangan dan perjuangan akan arti sukses yang salah, yang menghalangi datangnya kesuksesan tersebut. Jadilah diri anda seutuhnya!!!~&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari Saya, &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Success and Wisdom&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bodhi Taruna&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-2041417611304732801?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/2041417611304732801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/2041417611304732801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/12/jadilah-diri-anda-seutuhnya.html' title='Jadilah Diri Anda Seutuhnya.....'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R256MRRz4XI/AAAAAAAAAN8/lEfjArBH-Yk/s72-c/KoiCov.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-8073965893717764769</id><published>2007-12-17T19:04:00.000-08:00</published><updated>2007-12-17T20:04:48.876-08:00</updated><title type='text'>TRUE STORY : Tenzing Norgay</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R2dECRRz4WI/AAAAAAAAAN0/kzsEQG_TzdQ/s1600-h/tenzing+norgay.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145155905082614114" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="141" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R2dECRRz4WI/AAAAAAAAAN0/kzsEQG_TzdQ/s320/tenzing+norgay.JPG" width="216" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tenzing Norgay adalah nama orang. Mungkin sebagian dari kita akan mengatakan sebagai nama yang aneh..dan darimana orang itu berasal? Mungkin sebagaian orang ada yang mengenal nama ini atau mungkin juga tidak. Namun bagaimana kalo Sir Edmund Hillary? ya tentu saja semua orang mengenal nama besar beliau.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sir Edmund Hillary adalah seorang pendaki gunung tertinggi didunia, Puncak Gunung Everest, pertama didunia. Tetapi saat ini kita tidak sedang membahas Sir Edmund Hillary, sebagai pendaki gunung tertinggi pertama di dunia, namun Tenzing Norgay.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tenzing Norgay adalah seorang penduduk asli Nepal yang bertugas sebagai pemandu jalan bagi pendaki gunung yang berniat untuk mendaki puncak gunung Everest. Tenzing Norgay (Orang Nepal menyebutnya Sherpa) adalah pemandu bagi Sir Edmund Hillary. Pada tanggal 29 Mei 1953 jam 11.30, Tenzing Norgay bersama Sir Edmund Hillary berhasil mendaki puncak gunung Everest, dengan ketinggian 29,028 kaki diatas permukaan laut, dan menjadi orang pertama yang kemudian memberikan inspirasi bagi pendaki-pendaki gunung berikutnya untuk mengikuti prestasi mereka.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada rentang waktu 1920 sampai 1952, tujuh tim ekspedisi yang berusaha untuk menaklukkan puncak gunung Everest mengalami kegagalan. Keberhasilan Sir Edmund Hillary pada saat itu sangatlah fenomenal mengingat baru berakhirnya perang dunia II, dan menjadi semacam inspirator untuk meningkatkan kembali kepercayaan diri bagi seluruh dunia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Karena keberhasilannya Sir Edmund Hillary mendapatkan gelar dari Ratu Inggris yang baru saja dilantik saat itu Ratu Elizabeth II dan menjadi orang yang paling dikenal didunia. Tetapi dibalik keberhasilannya Tenzing Norgay memiliki peranan yang sangat besar, namun mengapa Tenzing Norgay tidak terkenal, dan mendapat semua yang didapat oleh Sir Edmund Hillary? Padahal ia adalah pemandu yang membantu dan mengantarkan Sir Edmund Hillary ke puncak gunung Everest. Seharusnya bisa saja dia yang menginjakkan kaki pertamanya di puncak gunung Everest, bukan Sir Edmund Hillary.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sesaat setelah Sir Edmund Hillary dan Tenzing Norgay kembali dari puncak gunung Everest, semua reporter mengejar dan berebut untuk mewawancarai Sir Edmund Hillary, dan hanya satu reporter yang mewawancarai Tenzing Norgay. Berikut petikan dari wawancaranya:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Reporter &lt;/strong&gt;: "Bagaimana perasaan dengan keberhasilan menaklukkan puncak gunung Everest"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tenzing Norgay&lt;/strong&gt;: " Sangat senang sekali"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Reporter&lt;/strong&gt; : "Anda kan seorang Sherpa (pemandu) bagi Edmund Hillary, tentu saja posisi anda berada didepannya, bukankah seharusnya anda menjadi orang pertama yang menginjakki puncak gunung Everest?"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tenzing Norgay&lt;/strong&gt; : " Ya, benar. Pada saat tinggal selangkah lagi, saya mempersilakah dia untuk menjejakkan kakinya. dan menjadi orang pertama pendaki gunung Everest."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Reporter&lt;/strong&gt;: " Mengapa anda melakukannya"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tenzing Norgay&lt;/strong&gt; : " Karena itu adalah impiannya, bukan impian saya. Impian saya hanyalah berhasil mengantar dan membantunya mengapai impiannya"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ya, demikianlah sekelumit cerita mengenai kisah tentang Tenzing Norgay, yang senang dan dengan iklas membantu seseorang untuk mencapai keberhasilan tanpa memikirkan dirinya sendiri. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;~Sungguh luar biasa cerita diatas, Sifat dan sikap yang dimiliki oleh Tenzing Norgay, dengan mementing kepentingan orang lain, tanpa memikirkan imbalan ataupun jasa, tentu saja memberikan semangat tinggi dalam menjunjung nilai rendah hati. Apabila kita dapat berpikir dan bertindak sedemikian rupa, niscaya dunia ini dipenuhi oleh orang-orang yang berjiwa besar dengan pemikiran dan hati yang bijak. Semoga cerita diatas dapat menjadi kan inspirasi bagi kita semua, untuk berusaha dan menjadi teladan bagi semua orang~&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari Saya,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Success and Wisdom&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bodhi Taruna&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(Cerita disadur dari maillist &lt;a href="mailto:dharmajala@yahoogroups.com"&gt;dharmajala@yahoogroups.com&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-8073965893717764769?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/8073965893717764769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/8073965893717764769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/12/true-story-tenzing-norgay.html' title='TRUE STORY : Tenzing Norgay'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R2dECRRz4WI/AAAAAAAAAN0/kzsEQG_TzdQ/s72-c/tenzing+norgay.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-1720070895429667278</id><published>2007-12-16T23:13:00.000-08:00</published><updated>2007-12-17T00:17:35.680-08:00</updated><title type='text'>Lepaskanlah....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R2Yu4xRz4VI/AAAAAAAAANs/0YrG28R9ELo/s1600-h/air2.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 86px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R2Yu4xRz4VI/AAAAAAAAANs/0YrG28R9ELo/s320/air2.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144851177152962898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disuatu desa yang dekat dengan pergunungan, tinggallah seorang nenek yang sebatang kara. Dia tinggal sendirian dan hanya ditemanin oleh seekor anjing kecil, sahabat sejatinya. Sehari-hari nenek tua tersebut bercocok tanam di halamannya yang kecil, menanam beraneka macam sayur-sayur sebagai sumber makanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia telah lama ditinggal oleh keluarga tercintanya, suaminya telah lama meninggalkannya karena menikah lagi dengan seorang janda kaya. Sedangkan  anak semata wayangnya  meninggal  pada saat berusia 5 tahun akibat terjatuh di sungai tak jauh dari tempat sang nenek tua tinggal. Namun walaupun hidup sebatang kara, nenek tersebut selalu bersikap riang dan tersenyum kepada siapa saja yang ditemuinya, sekalipun dengan anjing ataupun hewan-hewan yang dilihatnya. Dia selalu menyapa setiap orang yang dijumpainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap riang dan ramah tersebut membuat semua orang menyukainya, dan memberinya julukan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Si Nenek Bijaksana&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, tak jauh dari rumah si nenek bijaksana, terlihat seorang pemuda yang sedang patah hati sambil membawa sebilah pisau tajam yang ditancap2kan ke tanah. Sesekali pemuda itu terlihat duduk diam, dan tak lama kemudian terlihat wajahnya yang kusut memandang kosong ke suatu arah yang tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat pemuda tadi, si nenek bijaksana tahu bahwa pemuda tersebut banyak memiliki masalah dan dia pun mendekatinya. Disapanya ramah si pemuda tersebut:&lt;br /&gt;"Wahai anak muda, kenapa engkau begitu kusut, apa yang menjadi masalah bagi mu? mungkinkah aku dapat membantunya?' tanya si nenek ramah&lt;br /&gt;Pemuda tadi memandang sang nenek dan seketika kembali memandang suatu arah dengan tatapan kosongnya tanpa menjawab perkataan nenek tersebut sedikit pun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat sikap pemuda tersebut yang tidak mengabaikan kata-katanya, sang nenek pun tersenyum dan diambilnya pisau ditangan sang pemuda dan diukirnya satu kata ditanah tepat didepan sang pemuda. Satu kata tersebut adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LEPASKANLAH.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Melihat kata tersebut sang pemuda menitikkan air mata, dan menatap sang nenek dengan berkata:&lt;br /&gt;"Saya telah memikirkan masalah ini sampai berapa minggu, dan aku pun berniat untuk bunuh diri karena selalu tidak berhasil mengikuti ujian menjadi seorang pejabat negara walaupun telah aku ikuti berulang-ulang kali, namun satu kata dari mu membuat aku mengerti arti hidup"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anak muda, apapun masalah mu, jangan menyiksa dirimu seperti ini. Karena ingatlah apapun masalahmu pasti ada pemecahannya, bila kamu mau berpikir untuk melepaskannya" sahut sang nenek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadikanlah masalah sebagai proses hidupmu, bukan sebagai beban dalam kehidupan mu, karena dengan begitu kita akan dapat menghargai hidup ini dengan sungguh-sungguh" lanjut sang nenek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang nenek bijaksana pun menceritakan hidupnya yang sebatang kara namun dapat menikmati hidup ini tanpa merasanya sebagai beban. Sang pemuda yang mendengarkan cerita sang nenek bijaksana pun menyadari masalah yang dihadapinya tidak lah sebesar masalah yang dihadapi sang nenek namun dirinya cepat menyerah dan mengambil jalan pintas untuk memecahkan masalah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Jangan jadikan masalah "kecil" sebagai alasan kita untuk tidak bisa sukses. sering kali kita jumpai dikehidupan sehari-hari, anak muda yang tidak mau melanjutkan sekolah karena tidak lulus ujian disekolah favoritnya, karyawan yang berhenti kerja karena gagal menyesuaikan diri dengan lingkungan kerjanya, dan masalah-masalah "kecil" lainnya yang dijadikan tameng untuk tidak sukses dan putus asa. Ingatlah, "Masalah besar jadikanlah menjadi Masalah kecil, dan masalah kecil anggaplah hilang". Pola pikir demikianlah, yang menjadikan kita individu yang sukses dengan bijaksana. Jangan terpaku pada satu masalah "kecil". Lepaskanlah......masih banyak masalah dihidup kita. Jangan jadikan masalah "kecil" sebagai penghalang kesuksesan kita~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success and Wisdom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-1720070895429667278?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/1720070895429667278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/1720070895429667278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/12/lepaskanlah.html' title='Lepaskanlah....'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R2Yu4xRz4VI/AAAAAAAAANs/0YrG28R9ELo/s72-c/air2.jpeg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-7796878594197098465</id><published>2007-12-09T19:46:00.000-08:00</published><updated>2007-12-16T00:30:23.552-08:00</updated><title type='text'>Lihatlah Selalu Ke Depan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R1zA1kxhpVI/AAAAAAAAANM/01fv8-ikwIA/s1600-h/panah.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5142196901187265874" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 82px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 61px" height="88" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R1zA1kxhpVI/AAAAAAAAANM/01fv8-ikwIA/s320/panah.jpg" width="94" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,102,0)"&gt;&lt;span style="font-family:Microsoft Sans Serif,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,102,0)"&gt;&lt;span style="font-family:Microsoft Sans Serif,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,102,0)"&gt;&lt;span style="font-family:Microsoft Sans Serif,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,102,0)"&gt;&lt;span style="font-family:Microsoft Sans Serif,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seorang wanita muda sedang duduk termenung dikamarnya.sesekali diusapnya air mata yang tampak mulai mengering disekitar matanya. Mulutnya dikulum dengan wajah yang begitu kusut, seolah-olah menandakan dia dipenuhi sejuta masalah dikepalanya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,102,0)"&gt;&lt;span style="font-family:Microsoft Sans Serif,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dipandangnya kaca yang menghadapnya dan sambil berteriak dia pun berkata :&lt;br /&gt;“Aku selalu mencintainya...kenapa dia tega meninggalkan ku, begitu hinakah diriku sampai dia mau meninggalkan ku? Buat apa aku hidup lagi?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,102,0)"&gt;&lt;span style="font-family:Microsoft Sans Serif,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suara teriaknya mengemah ke seisi kamar hingga ibunya yang berada di luar kamar pun mendengarkan teriakan anaknya. Dengan perasaan cemas dia pun mendekati kamar sang anak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,102,0)"&gt;“&lt;span style="font-family:Microsoft Sans Serif,sans-serif;"&gt;Anakku ada masalah apakah gerangan yang membuat engkau berteriak begitu kerasnya?” tanya sang ibu. Sambil menanggis dipeluknya ibunya dan dia pun bercerita mengenai kekasihnya yang meninggalkan nya. Dengan senyum dan kehangatannya, sang ibu memeluknya dan mengusap kepala sang anak dengan penuh kasih. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,102,0)"&gt;&lt;span style="font-family:Microsoft Sans Serif,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Anakku, coba kamu lihat kepalamu. Dia selalu menghadap kedepan, namun tidak bisa menghadap kebelakang? Mengapa kepala diciptakan seperti itu, tahukah kamu apa sebabnya? Tanya sang ibu kepada anaknya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,102,0)"&gt;&lt;span style="font-family:Microsoft Sans Serif,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Aku tidak pernah berpikir tentang itu. Bisa jelaskan kepadaku?"tanya anaknya dengan suara serak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align="justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,102,0)"&gt;“&lt;span style="font-family:Microsoft Sans Serif,sans-serif;"&gt;Tentu saja anakku, kepala kita diciptakan menghadap ke depan agar kita selalu melihat kedepan, bukan untuk menghadap ke belakang, selalu melihat masa lalu. Biarkanlah masa lalu hanya menjadi kenangan saja. Seperti halnya kamu, jangan karena kesedihan sesaat, kamu malah melakukan hal yang tidak terpuji. Biarkanlah semua sebagai masa lalu mu, sebagai bagian dari hidup mu” Nasehat ibunya kepada sang anak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align="justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,102,0)"&gt;“&lt;span style="font-family:Microsoft Sans Serif,sans-serif;"&gt;Ingatlah anak ku, selalulah melihat kedepan, dan jangan menyesal apapun yang telah terjadi pada kita, karena itu adalah bagian dari proses hidup kita” lanjut sang ibu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align="justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,102,0)"&gt;“&lt;span style="font-family:Microsoft Sans Serif,sans-serif;"&gt;Terima kasih ibu, aku mengerti sekarang” Jawab sang anak sambil memeluk sang ibu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align="justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,102,0)"&gt;&lt;span style="font-family:Microsoft Sans Serif,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Jangan Pernah Lari Dari Masalah, Hadapilah Dan Masalah Pun Akan Terselesaikan" Pepatah yang sangat cocok untuk kita renungi. Kadang kala, sebuah masalah kecil mampu membuat kita menyerah dan mengambil jalan pintas untuk menyelesaikannya. Hadapilah, dengan selalu melihat kedepan, jangan terlarut berlebihan terhadap suatu masalah, karena &lt;b&gt;orang bijak adalah orang yang selalu menatap kedepan dan menganggap masa lalu sebagai bagian dari sebuah proses hidup&lt;/b&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align="justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,102,0)"&gt;&lt;span style="font-family:Microsoft Sans Serif,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari Saya, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align="justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,102,0)"&gt;&lt;span style="font-family:Microsoft Sans Serif,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Success an Wisdom&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in" align="justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,102,0)"&gt;&lt;span style="font-family:Microsoft Sans Serif,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bodhi Taruna&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; COLOR: rgb(255,102,0); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-7796878594197098465?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/7796878594197098465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/7796878594197098465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/12/lihatlah-selalu-ke-depan.html' title='Lihatlah Selalu Ke Depan'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R1zA1kxhpVI/AAAAAAAAANM/01fv8-ikwIA/s72-c/panah.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-3814895335519854291</id><published>2007-12-05T19:25:00.000-08:00</published><updated>2007-12-06T21:29:04.385-08:00</updated><title type='text'>Jenderal Kecil Merasa Jadi Raja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R1d4dUxhpPI/AAAAAAAAAMY/5qESFitMdVQ/s1600-h/200px-Yuan_Shao.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140709944854684914" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 88px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 129px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R1d4dUxhpPI/AAAAAAAAAMY/5qESFitMdVQ/s320/200px-Yuan_Shao.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Alkisah di negeri Tiongkok kuno, terdapat sebuah kerajaan yang begitu megah, yang dipimpin oleh seorang raja yang bijaksana. Rakyat-rakyat begitu makmur, dan pajak negara yang bebankan ke mereka pun telah dihapuskan oleh raja, sehingga rakyat sangat memuja raja mereka tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);" &gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Didalam kerajaan, terdapat jenderal-jenderal perang pilihan yang begitu gagahnya. Mereka tampak begitu bersahaja dan melindungi bawahannya. Namun dari sekian banyak jenderal perang tersebut, terdapat seorang jenderal perang yang sangat sombong dan congkak. Dia sebenarnya adalah seorang prajurit yang baru saja diangkat menjadi jenderal karena suatu jasa kepada raja. Namun hal itu malah membuatnya menjadi lupa diri dan sombong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Dia selalu mengeluarkan perintah-perintah yang aneh, dan meminta prajurit-prajuritnya untuk menghormati nya layaknya seorang raja. Setiap bertemu dengan nya, prajurit-prajurit akan menyembahnya dan mengucapkan salam &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;"Wan Xui...Wan Xui...Wan Wan Xui...."&lt;/span&gt; (" Panjang Umur..Panjang Umur...Panjang Umur Selama-lamanya"), yang sebenarnya salam itu hanya harus diperuntukkan kepada raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku Adalah pimpinan kalian, dan kalian harus mengikuti perintah ku, atau kalian akan mati. Tidak ada ampun buat pembangkang" Sahut Jenderal tersebut kepada prajurit-prajurit mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prajurit-prajurit bawahannya pun merasakan tekanan moral yang sangat besar, dan mereka pun dengan terpaksa mengikuti kemauan si Jenderal. Hal itu membuat jenderal-jenderal senior pun prihatin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;Pada suatu hari seorang jenderal yang paling senior dikerajaan tersebut, bermaksud memberikan petuah kepada jenderal kecil tersebut. Dia pun mengajak jenderal kecil itu untuk pergi ke suatu padang rumput. Dengan perasaan terpaksa, jenderal kecil pun mengikuti jenderal senior tersebut, dan berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa engkau mengajak ku kemari, wahai jenderal" sahut jenderal kecil dengan ketus&lt;br /&gt;"Wahai jenderal , saya melihat engkau begitu pesat dalam berkarir dan memiliki wawasan yang sangat luas, aku pun bermaksud ingin mengajak mu untuk berdiskusi sejenak" jawab jenderal senior itu dengan ramah.&lt;br /&gt;"Apa yang hendak engkau diskusi kan, kata kan lah" Kata jenderal kecil tersebut&lt;br /&gt;"Coba kau lihat kadal yang ada di sana, apakah menurut mu kadal dapat terbang seperti burung diatas?" tanya jenderal senior tersebut&lt;br /&gt;"hahahha....pertanyaan bodoh, tentu saja tidak, kadal hewan darat, tentu saja tidak dapat terbang seperti hewan di udara, itu pertanyaan gampang kenapa engkau bertanya seperti itu" Tanya jenderal kecil itu sombong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menurut mu apa yang akan terjadi apabila kadal tersebut ingin juga terbang wahai jenderal" tanya jenderal senior itu kembali&lt;br /&gt;"Tentu saja dia akan mati karena akan jatuh ke tanah...., bukan begitu jenderal" sahut jenderal kecil&lt;br /&gt;"Iya...begitu juga lah kita&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;. Sebagai manusia kita pun harus tahu posisi kita, dan apabila kita memaksakan untuk menjadi posisi yang bukan milik kita, kita pun akan "mati" seperti halnya kadal itu bukan" kata jenderal senior itu sambil tersenyum ramah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti disambar petir, sang jenderal kecil pun merasa kesalahannya. Bahwa dia adalah seorang jenderal dan tidak dapat menganggap dirinya sebagai raja, karena apabila hal itu ketahuan raja, tentu saja kematian sudah di depan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Banyak sekali kita melihat didunia ini, seorang karyawan yang merasa seperti atasan bagi karyawan lainnya, bertindak seenaknya, tanpa menyadari posisi ataupun jabatan mereka. Adalah sangat bijaksana apabila kita mengetahui dan bertanggung jawab atas posisi maupun jabatan kita, dan jangan melebihi wewenang yang bukan menjadi milik kita, karena tentu saja, kita akan "mati" dalam pergaulan kita. &lt;span style="FONT-WEIGHT: bold"&gt;Janganlah merasa sebagai raja, apabila kita hanyalah seorang jenderal ataupun prajurit&lt;/span&gt;. Dengan bersungguh-sungguh dan bekerja keras dengan penuh tanggun jawab, niscaya posisi itu akan datang sendirinya, tanpa harus kita bertindak layaknya seorang jenderal kecil yang merasa dirinya seorang raja gadungan~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success and Wisdom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-3814895335519854291?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/3814895335519854291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/3814895335519854291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/12/jenderal-kecil-merasa-jadi-raja.html' title='Jenderal Kecil Merasa Jadi Raja'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R1d4dUxhpPI/AAAAAAAAAMY/5qESFitMdVQ/s72-c/200px-Yuan_Shao.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-8956236591891344674</id><published>2007-11-28T18:56:00.000-08:00</published><updated>2007-11-30T08:02:15.243-08:00</updated><title type='text'>Jadilah Seperti Sebatang Bambu ....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R05ap0ZEjNI/AAAAAAAAAMA/UijJH2gGHW0/s1600-h/bambu_degrade.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5138143899361250514" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 103px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 116px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R05ap0ZEjNI/AAAAAAAAAMA/UijJH2gGHW0/s320/bambu_degrade.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah disuatu desa yang begitu rindang, yang dipenuhi dengan perpohonan disekitarnya, tumbuhlah sebuah pohon mahoni yang begitu besar, menjulang tinggi seolah-olah ingin memberitahukan dunia betapa kuatnya dia, yang terlihat gagah. Tampak dia begitu memancarkan pesona wibawa bagi siapapun yang melihatnya. Tak jauh dari tempat pohon mahoni itu berada, tumbuhlah sebatang bambu yang mendampingi pohon mahoni tersebut. Namun apabila dilihat dari kasat mata, sungguh suatu pemandangan yang begitu kontras, bagaikan langit dan bumi, pohon mahoni yang begitu gagahnya dengan ranting-ranting besar yang menghiasinya, dan sebatang bambu yang begitu ramping, dengan dahan yang melengkung ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun mereka berbeda, namun mereka selalu hidup berdampingan, sang bambu yang rendah hati selalu menyapa pohon mahoni setiap harinya, mereka berbincang dan berbincang. Pohon mahoni selalu suka menyombongkan dirinya, betapa besar dan hebatnya dia, sang bambu tidak pernah jemuh untuk mendengarkan kesombongan si pohon mahoni sambil tersenyum dia selalu membalasnya dengan pujian dalam ketulushatiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam hujan deras menguyur desa tersebut disertai angin yang berhembus dengan kencangnya. Suara gemuruh guntur turut membuat suasana cekam malam hari itu, banyak pohon-pohon bertumbangan, karena tidak kuat menghadapi hembusan angin kencang. Si pohon mahoni dan bambu pun turut terkena terpaan angin kencang, mereka mencoba bertahan dan berusaha untuk tidak tumbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pohon mahoni yang panik, berusaha menahan angin kencang tersebut dengan badan nya yang besar. Namun badannya tidak cukup besar untuk menahan laju angin yang begitu kencang, dan akhirnya tumbanglah pohon mahoni tersebut. Sang bambu yang berada disampingnya pun terkena tiupan angin kencang, namun dia tidak menahan deruan angin kencang, dia hanya mengikuti kemana pun arah tiupan anginnya, dengan fleksibelnya dia bergemulai dengan hembusan angin, dan akhirnya angin kencang telah berlalu, sebatang bambu tetap tumbuh dengan indahnya, disamping pohon mahoni yang tumbang akibat terpaan angin kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Dalam pencapaian sukses, manusia selalu dihadapi oleh realitas masalah yang selalu datang silih berganti. Namun menjadi insan yang sukses harus mampu menghadapi masalah tersebut dengan kefleksibelan diri kita mengikuti dan mengetahui sebenarnya masalah yang sedang kita hadapi dan melakukan penyelesaian dengan fleksibel. Seperti sebatang bambu yang mengikuti terpaan angin dengan fleksibel, begitu juga kita harus menyikapi masalah dan tidak kaku akan satu penyelesaian saja. Karena apabila kita hanya monoton, dan menggangap kita hebat tanpa berusaha fleksibel, dengan memberikan solusi yang sama pada suatu masalah, niscaya kita akan tumbang seperti pohon mahoni yang besar~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success and Wisdom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-8956236591891344674?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/8956236591891344674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/8956236591891344674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/11/jadilah-seperti-sebatang-bambu.html' title='Jadilah Seperti Sebatang Bambu ....'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R05ap0ZEjNI/AAAAAAAAAMA/UijJH2gGHW0/s72-c/bambu_degrade.gif' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-5448146886720284638</id><published>2007-11-25T20:03:00.000-08:00</published><updated>2007-11-27T18:19:46.608-08:00</updated><title type='text'>Arti Sebuah Nilai</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R0pwJ0ZEjEI/AAAAAAAAAKo/CZSXaDBaZAc/s1600-h/50578849.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 186px; height: 110px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R0pwJ0ZEjEI/AAAAAAAAAKo/CZSXaDBaZAc/s320/50578849.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5137041638954404930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disuatu senja disebuah rumah yang sederhana, tampak seorang pemuda yang duduk menghadap pintu, dengan raut muka yang penuh pemikiran serius. Sesekali dihelanya napasnya yang panjang, menandakan dia sedang memiliki masalah yang serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya yang memperhatikannya, mendekatinya dan bertanya :&lt;br /&gt;"Apa yang membuat mu begitu bersedih anak ku, apa yang sedang kau pikirkan, ceritakanlah kepada ibu mu nak" sahut ibunya sambil tersenyum&lt;br /&gt;"Aku sangat malu pada ibu, aku sudah mencoba, namun aku selalu gagal. Aku tidak akan bisa bekerja bu, aku selalu ditolak oleh setiap perusahaan dimanapun aku melamar" Jawabnya penuh sedih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawaban ibunya, dikeluarkannya selembar uang $100, dan kembali ibunya berkata:&lt;br /&gt;"Kau lihat uang ini, menurut mu apakah kau menginginkannya" Tanya ibunya&lt;br /&gt;"Tentu saja, hanya orang gila yang tidak mau uang $100 bu" Jawab anaknya cepat&lt;br /&gt;Mendengar jawaban anaknya, diremasnya uang kertas $100 itu, dan kini uang tersebut penuh dengan remasan dan kerutan&lt;br /&gt;"Kalo uangnya begini lusuh, apakah kau tetap mau uang ini" Tanya ibunya kembali&lt;br /&gt;"Tentu bu, itu tetap $100, tentu saja aku mau" Jawab anaknya cepat&lt;br /&gt;Dan kembali ibunya meremas uang tersebut, bahkan diinjak-injaknya uang tersebut hingga sekarang kondisinya sangat kotor.&lt;br /&gt;"Bagaimana dengan uang yang telah menjadi sangat kotor ini, apakah kau mau?" Tanya ibunya sekali lagi&lt;br /&gt;"Tentu apapun bentuknya, itu adalah $100, dan tidak berubah sedikit pun" Jawab anaknya yakin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar sekali kata-kata mu nak, uang tersebut tidak berubah nilainya walaupun bentuknya sudah sangat kotor, dan tahukah kamu kita pun harus menjadi seperti uang tersebut anak ku"&lt;br /&gt;Ibunya melanjutkan kata-katanya " Walaupun ibu menginjaknya, meremasnya, namun dia tetaplah uang $100, karena dia tetap bernilai. Ingat anak ku walaupun engkau mengalami kegagalan, jangan pernah engkau menyesal, buktikanlah diri mu bernilai dengan berani menghadapi kegagalan karena hanya orang gagal lah yang bisa menjadi sukses"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu mendengarkan kata-kata ibunya, sang pemuda tersadar dan berjanji untuk menjadi bernilai seperti uang $100 tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Kegagalan adalah suatu proses menuju kesuksesan. Tidak ada kesuksesan yang didapat tanpa kegagalan pada tahap awalnya. Namun inti dari kesuksesan itu sendiri adalah pemberian nilai pada diri kita, sehingga menjadikan kita lebih berharga. Sama seperti uang $100, bagaimana pun bentuknya, dia tetap bernilai. Begitu juga kita walaupun kegagalan demi kegagalan selalu mendatangi kita, namun kita harus berani menghadapinya dan berani untuk mencoba lagi, karena kita adalah orang-orang yang bernilai, dan sukses hanya menjadi orang-orang yang bernilai~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success and Wisdom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Artikel di Sadur dari email yang diterima oleh bodhitaruna@gmail.com, identitas pengirim di sembunyikan atas permintaan pengirim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-5448146886720284638?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/5448146886720284638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/5448146886720284638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/11/arti-sebuah-nilai.html' title='Arti Sebuah Nilai'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R0pwJ0ZEjEI/AAAAAAAAAKo/CZSXaDBaZAc/s72-c/50578849.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-9019570794848569349</id><published>2007-11-21T22:36:00.000-08:00</published><updated>2007-11-22T01:37:16.139-08:00</updated><title type='text'>Makna Kesempurnaan Hati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R0VLMEZEjDI/AAAAAAAAAKg/k4sYpY9MadA/s1600-h/love.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 137px; height: 100px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R0VLMEZEjDI/AAAAAAAAAKg/k4sYpY9MadA/s320/love.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135593620795329586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah hati yang masih muda sedang membanggakan dirinya. Dia merasa dia lah hati yang terindah di dunia ini. Tidak ada yang bisa menandinginya. Begitu halus, tanpa celah dan begitu indah. Hati-hati yang lain pun memandang dengan penuh pesona, sambil mengagumi keindahan hati tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba datanglah sebuah hati yang sudah begitu tua, dengan penuh bagian yang tidak rata, akibat luka-luka yang mengering di hati tua tersebut. Dia pun berkata:&lt;br /&gt;"Hati mu memang begitu indah hati muda, namun sesungguhnya keindahan hati mu tertentu saja tidak bisa melebihi keindahan diri ku" Kata hati tua kepada hati muda&lt;br /&gt;Hati muda berpikir dia begitu tua, apa yang bisa di banggakan darinya, tidak ada yang istimewa dari hati tua ini. Dia pun berkata:&lt;br /&gt;"Wahai hati tua, engkau penuh dengan luka-luka dan tubuhnya yang tak beraturan, apa yang bisa dibanggakan dari mu, kenapa engkau mengatakan engkau begitu istimewa?" Cibir sang hati muda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengarkanlah hati muda, tubuh mu memang begitu sempurna, namun tahukah engkau darimana asal luka ditubuhku ini? " tanya si hati tua&lt;br /&gt;"Aku selalu memberikan sebagian kasih ku kepada orang yang memerlukannya dengan memberikan sedikit tubuh ku, dan mereka juga biasanya membalasnya dengan memberikan sedikit tubuhnya untuk aku, makanya aku penuh luka dan tidak teratur"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku selalu memberikan kasih ku tanpa meminta apa pun, kadang yang menerima sedikit dari tubuh ku, tidak membalas dengan membagikan sedikit dari tubuh ku juga, namun aku selalu senang apabila bisa membagikan kasih ku kepada siapa saja yang membutuhkan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar hal tersebut, si hati muda pun menyobek sedikit tubuhnya dan dibagikan kepada si hati tua, dan hati tua pun menerima dengan memberikan sedikit bagian tubuhnya juga. mereka tersenyum dan merasakan kebahagiaan bersama&lt;br /&gt;"Walaupun sekarang tubuh ku sudah tidak sempurna lagi, namun aku merasakan betapa berharga diri ku sekarang, dengan berbagi kasih, terima kasih hati tua" ujar sang hati muda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Kadangkala sifat egois, memenjarakan untuk menjadi makhluk individual,  mementingkan diri sendiri, tanpa memikirkan sekitar kita, namun tanpa kasih, hidup kita tidak akan memiliki makna lebih, tanpa kasih kita hanya hidup dalam keterikatan manusiawi. Mulailah berbagi kasih dengan siapapun, tanpa mengharapkan pamrih apapun. Maka kasih-kasih yang tulus akan segera menghampiri anda dan kebahagiaan anda~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success and Wisdom&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-9019570794848569349?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/9019570794848569349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/9019570794848569349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/11/makna-kesempurnaan-hati.html' title='Makna Kesempurnaan Hati'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R0VLMEZEjDI/AAAAAAAAAKg/k4sYpY9MadA/s72-c/love.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-2980994673329130794</id><published>2007-11-18T18:24:00.000-08:00</published><updated>2007-11-20T02:27:54.775-08:00</updated><title type='text'>Kisah Kalung Mutiara Plastik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R0ELm0ZEjCI/AAAAAAAAAKY/CzCt7aCgBVQ/s1600-h/simply-white.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 122px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R0ELm0ZEjCI/AAAAAAAAAKY/CzCt7aCgBVQ/s320/simply-white.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134397811705809954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah dicerita di jaman tiongkok kuno, terlihat seorang anak kecil bernama xing-xing, sedang berada disuatu pasar yang ramai bersama ibunya. Satu persatu jalan dipasar itu dilewati mereka untuk mencari barang-barang kebutuhan mereka. Tepat di sebuah toko perhiasan, xing-xing melihat sebuah kalung mutiara plastik yang begitu indahnya, timbul keinginan untuk mendapatkannya, dan dia pun merengek untuk dibelikan oleh ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ibu, boleh kah aku meminta kalung mutiara itu? belikan untuk ku ibu, dan aku akan mengikuti apapun perkataan ibu" sahutnya merengek&lt;br /&gt;"Xing-xing kalung itu harganya tidak murah, namun ibu akan membelikannya untuk mu, namun berjanjilah, setiba kamu dirumah, kamu harus membantu ibu bekerja, kamu setuju" jawab ibunya&lt;br /&gt;"Baik ibu" sahut xing-xing cepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya dirumah, xing-xing pun mengerjakan semua permintaan ibunya, untuk membantunya membereskan rumah. Setelah selesai membantu ibu nya bekerja, xing-xing pun memakai kalung mutiara plastik itu pemberian ibunya, begitu senangnya dia, sehingga setiap hari dia selalu memakai kalung itu kemana saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pun berlalu, dan xing-xing masih saja menggunakan kalung plastik tersebut, ibunya pun mendekatinya dan berkata&lt;br /&gt;"Xing-xing, beberapa bulan ini, kalung mutiara plastik itu selalu menemani mu, boleh kah bila ibu memintanya?" tanya ibu nya&lt;br /&gt;"Jangan ibu, aku sangat menyukainya, aku mohon" sahut xing-xing begitu cemas&lt;br /&gt;"Baiklah ibu tidak akan memintanya" kata ibunya tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya ibunya pun kembali meminta kalung mutiara itu kepada anaknya, namun sama saja jawaban dari xing-xing, menolaknya dan menolaknya, namun ibunya selalu tersenyum mendengar jawaban sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, tanpa sengaja xing-xing merusak kalungnya, sehingga dengan sedihnya dia melihati kalungnya yang telah rusak sambil menanggis, dengan tanggisan xing-xing ibunya pun mendekatinya&lt;br /&gt;"Kenapa xing-xing kamu menanggis"&lt;br /&gt;"Kalung ku rusak oleh kecerobohan ku bu, aku sedih sekali" sahut xing-xing sambil terisak-isak menahan tanggisannya&lt;br /&gt;Ibunya pun mendekat, dan dibelainya xing-xing sambil berkata&lt;br /&gt;"Tahukah kamu kenapa ibu selalu meminta kalung mu?"Tanya sang ibu&lt;br /&gt;"Tidak bu" jawab xing-xing singkat&lt;br /&gt;"Ibu tidak mau kamu terlalu senang dengan kalung itu, sehingga kamu menjadi terikat dengan kalung yang kamu miliki" kata ibunya&lt;br /&gt;"Bila kamu terlalu terikat dengan sesuatu dan puas dengan apa yang kamu miliki sekarang, kamu akan malas untuk berusaha mendapatkan yang lebih baik lagi, berhenti belajar, dan kamu akan menjadi katak dalam tempurung"&lt;br /&gt;"Ingatlah itu sebagai pedoman diwaktu kamu dewasa nanti" kata sang ibu sambil menyerahkan sebuah kantong yang berisikan kalung permata asli.&lt;br /&gt;"Ibu telah menyiapkan kalung ini untuk ditukar dengan kalung mu yang lama, namun kamu selalu menolak nya bukan, jadikan lah ini sebagai pedoman hidup mu xing-xing"sahut ibunya sambil membelai xing-xing&lt;br /&gt;"Terima kasih ibu, aku mengerti sekarang. Aku akan selalu berusaha menjadi lebih baik, dan tidak cepat puas dengan apa yang aku miliki sekarang" sahut xing-xing dengan gembira mendapatkan kalung permata asli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Kadang kita terlalu takut untuk menyerahkan apa yang kita miliki sekarang, untuk mendapatkan hal yang lebih baik. Kita suka terlarut dengan keadaan yang kita miliki, dan menganggapnya sebagai nasib. Seperti pepatah china yang mengatakan "Melepas ikan kecil untuk mendapatkan ikan besar", haruslah kita bertindak sedemikian, untuk selalu mencoba hal yang lebih besar, dengan perencanaan yang tepat, dan berani melepaskan hal yang kecil yang kita punya, untuk mendapatkan hasil yang lebih dahsyat. Maka kita akan menjadi orang besar yang sukses~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success and Wisdom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-2980994673329130794?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/2980994673329130794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/2980994673329130794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/11/kisah-kalung-mutiara-plastik.html' title='Kisah Kalung Mutiara Plastik'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/R0ELm0ZEjCI/AAAAAAAAAKY/CzCt7aCgBVQ/s72-c/simply-white.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-8578720356757450984</id><published>2007-11-14T18:29:00.000-08:00</published><updated>2007-11-14T19:21:11.046-08:00</updated><title type='text'>Mengapai Kebahagiaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/Rzu4oUZEjBI/AAAAAAAAAKQ/vrdaERIHlus/s1600-h/capung.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 131px; height: 105px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/Rzu4oUZEjBI/AAAAAAAAAKQ/vrdaERIHlus/s320/capung.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5132899203126955026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nun Jauh di sana, bertahun-tahun yang silam, di sebuah kota kecil di India kuno, terlihatlah seorang pemuda sedang duduk termenung dekat sebuah taman, raut wajahnya penuh dengan ketidakbahagiaan, penuh kesal, dan mulutnya tak berhenti-henti mengeluarkan suara-suara keputusasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jauh dari tempat pemuda tadi, terlihat seorang kakek yang lanjut usia, sedang mendatangi pemuda tadi, melihat wajah pemuda yang begitu acuh akan kehadirannya, bertanya lah dia:&lt;br /&gt;"Apa yang sedang kamu pikirkan wahai pemuda, kenapa aku melihat wajah mu penuh dengan kekesalan?"&lt;br /&gt;"Dimanakah aku harus mencari kebahagiaan, kenapa aku tidak dapat menemukannya?" Jawab pemuda tadi tanpa menoleh ke sang kakek yang lanjut usia&lt;br /&gt;"Oh...kalo kamu ingin mendapatkan kebahagiaan, tangkaplah capung yang berterbangan di taman disamping mu itu, dan bawalah kepada ku, maka akan aku beri jawaban mengenai kebahagiaan setelah itu" sahut kakek tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan wajah malas, dan langkah gontai, diikuti permintaan kakek tersebut, pergilah pemuda tadi ke taman tersebut, dan mulailah dia menangkap capung yang diminta sang kakek, namun sudah sekian lama mencari capung tersebut, tidak satupun capung yang dia dapatkan . Dia pun mulai berusaha dengan keras, berlari kesana kemari, tanpa tentu arah, di tabraknya rumput-rumput yang menghalanginya, dengan nafas yang terengah-engah, dia terus menangkap tanpa memperdulikan apapun yang ada didepannya, namun tetap saja tidak ada capung didapatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kakek yang memperhatikannya dari jauh, langsung mendekatinya, dengan tersenyum dia pun berkata :&lt;br /&gt;"Begitukah engkau ingin mendapatkan kebahagiaan? dengan berlari tanpa tentu arah, menabrak apapun yang ada didepanmu, merusak rumput-rumput dan membuat capung-capung itu menjauhi mu? "&lt;br /&gt;"Anak muda, mencari kebahagiaan sama dengan menangkap capung, semakin engkau ingin meraihnya, semakin dia menjauhi mu, ingat kebahagiaan itu bukan benda yang berwujud, dan bukan untuk dimiliki, kebahagiaan hanya bisa dirasa oleh hati" Lanjut sang kakek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kakek pun mendekati taman dan tanpa susah payah ditangkap sebuah capung dari taman tersebut&lt;br /&gt;"Untuk mendapatkan kebahagiaan, harus menggunakan hati. Dengan hati yang bersih, maka kebahagiaan akan datang dengan sendirinya. Selama hati mu penuh dengan ambisi untuk mendapatkan kebahagiaan, sesungguhnya kebahagiaan itu sendiri dengan sendirinya akan menjauh dari dirimu, mengertikan engkau anak muda" kata  kakek tersebut sambil tersenyum kepada pemuda tadi&lt;br /&gt;"terima kasih kek, aku telah mengerti" Sahut pemuda tadi dengan wajah yang riang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Kebahagiaan bukanlah target yang harus kita capai, namun kebahagiaan adalah buah dari perbuatan baik kita. Dengan hati yang tulus dan menghargai semua proses hidup yang kita lalui dengan suka cita, niscaya kebahagiaan sudah adalah dalam diri kita. Namun seperti menangkap capung, semakin kita berlari tanpa arah, dengan ambisi untuk mendapatkan kebahagiaan, maka kebahagiaan akan menjauh dari kita. Jangan hanya bisa mengeluh, namun hargailah waktu kita sekarang ini, karena kebahagiaan akan menjadi milik orang yang menghargai hidup ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success and Wisdom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-8578720356757450984?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/8578720356757450984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/8578720356757450984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/11/mengapai-kebahagiaan.html' title='Mengapai Kebahagiaan'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/Rzu4oUZEjBI/AAAAAAAAAKQ/vrdaERIHlus/s72-c/capung.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-8279292419577072223</id><published>2007-11-13T19:17:00.000-08:00</published><updated>2007-11-13T20:46:20.976-08:00</updated><title type='text'>Harga Seorang Ayah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/Rzp9foP-VCI/AAAAAAAAAKI/bgpHdVWJ2jE/s1600-h/foto-emas-dinar-small.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 125px; height: 92px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/Rzp9foP-VCI/AAAAAAAAAKI/bgpHdVWJ2jE/s320/foto-emas-dinar-small.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5132552707675935778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah dijaman tiongkok kuno, hiduplah seorang ayah beserta anaknya yang masih kecil berusia 7 tahun. Ibunya meninggal pada saat anak tersebut berusia 2 tahun, sehingga anak tersebut dirawat oleh pembantu suruhan ayahnya. Ayahnya adalah pengusaha yang sukses, sehingga waktunya selalu dihabiskan untuk bekerja dan mencari uang. Anak selalu merasakan kesepian dan pada suatu malam anaknya berkata pada ayahnya yang baru pulang dari kerja:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayah kalo boleh tau berapa kan penghasilan ayah satu jam"&lt;br /&gt;"Buat apa kamu tahu, sana pergi tidur" Sahut ayahnya ketus&lt;br /&gt;Mendapat jawaban ayahnya yang ketus, anak tersebut pun terdiam dan membalikkan badannya menuju tempat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokkan harinya, anaknya tersebut pun kembali menanyakan hal yang sama kepada ayahnya, kesal karena ditanya terus ayahnya pun menjawab:&lt;br /&gt;"Satu jam ayah bisa menghasilkan uang 1 keping emas, kenapa engkau selalu bertanya begitu" tanya ayahnya penasaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anaknya berlari ke kamar dan kembali ke tempat ayahnya sambil mengambil sebuah celengan berbentuk ayam, dan memecahkannya. Dikumpulinnya kepingan-kepingan uang didalam celengan tersebut, dan dihitungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Ayah yang penasaran melihat tingkah anaknya pun bertanya:&lt;br /&gt;"Apa yang kamu lakukan dengan uang tersebut, apakah engkau ingin membelinya dengan permen, tahukah kamu ayah mencari uang dengan susah?" tanya ayahnya dengan kesal&lt;br /&gt;"Ayah, aku telah mengumpulkan uang yang ayah berikan kepada ku satu sen demi satu sen, dan aku berhasil mengumpulkan 1/2 keping emas, boleh kan aku membeli waktu ayah 1/2 jam saja? aku sangat merindukan ditemani ayah sewaktu tidur, bukan oleh orang lain, aku sangat ingin dipeluk dan merasakan kehangatan belaian orang tua, walaupun hanya 1/2 jam, aku mohon ayah" sahut anak tersebut sambil menahan isak air mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya yang mendengar kata-kata anaknya hanya bisa terdiam, dan tertunduk haru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Kasih sayang orang tua melebihin apapun didunia ini, apalagi bagi anak-anak kecil, mereka butuh akan kehangatan orang tuanya, namun akibat kesibukkan dan dengan dalih ingin membahagiakan keluarga, kita terlalu sibuk dengan pekerjaan dan mengabaikan tanggung jawab kita yang lebih penting yaitu, memberikan perhatian dan pengertian kepada anak dan keluarga kita. Ingat, uang buka segalanya, karena uang tidak dapat membeli kebahagiaan sejati dalam hidup ini~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success and Wisdom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-8279292419577072223?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/8279292419577072223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/8279292419577072223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/11/harga-seorang-ayah.html' title='Harga Seorang Ayah'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/Rzp9foP-VCI/AAAAAAAAAKI/bgpHdVWJ2jE/s72-c/foto-emas-dinar-small.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-1445907915947886528</id><published>2007-11-09T08:28:00.000-08:00</published><updated>2007-11-11T18:36:20.388-08:00</updated><title type='text'>Kebohongan Sang Gajah Kecil</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RzSO__-nHDI/AAAAAAAAAKA/D9hzPX1edlU/s1600-h/african-elephant2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130883105638784050" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 111px; height: 87px;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RzSO__-nHDI/AAAAAAAAAKA/D9hzPX1edlU/s320/african-elephant2.jpg" border="0" height="108" width="128" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh di perdalaman Afrika, hiduplah sekelompok gajah yang hidup dalam kebersamaan. Mereka selalu mencari makan bersama dan menghabiskan waktunya bersama. Mereka pun sangat bersahabat dengan hewan-hewan lain sesama penghuni hutan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Namun dari kelompok gajah tersebut, ada seekor gajah kecil yang suka berbohong dan menipu. Dia akan tertawa apabila ada yang termakan oleh tipuannya. Seluruh hutan mengetahuinya namun mereka hanya kesal dan menahan kesabaran karena tipuannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Akulah gajah terhebat dihutan ini, semua binatang telah termakan oleh tipuan ku" sahut gajah dengan angkuhnya&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Kenapa engkau selalu suka berbohong, apakah kamu tidak takut seluruh hutan tidak akan percaya dengan kata-kata mu nanti" nasehat gajah yang lebih tua kepada nya&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Tidak mungkin....." Sahut gajah kecil sambil berlalu&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Siang harinya, gajah-gajah mencari makan bersama, sambil melintasi padang rumput yang luas, mereka berjalan berkelompok dan tidak ketinggalan si gajah kecil. Didalam perjalanannya, karena kecerobohannya, gajah kecil terjerat oleh akar pohon. Dia berteriak minta tolong namun gajah-gajah hanya memandang dan berkata :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Sudah cukuplah kamu berbohongan, kita tidak akan percaya lagi pada mu"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;gajah-gajah berjalan meninggalinya sendirian yang kesakitan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Akibat teriakannya, serigala-serigala lapar yang sedang mencari mangsanya, mendekati gajah kecil tersebut, yang telah ditinggali rombongannya sendiri, sambil mengigit si gajah kecil dan tewas lah gajah kecil dalam kebohongannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;~"Mulut mu adalah harimau mu" adalah sangat tepat mengambarkan bagaimana kita harus menjaga kata-kata kita, hindari kebohongan, karena hanya akan menimbulkan ketidak percayaan orang lain terhadap kita. Mengingkari kepercayaan ataupun berbohong, hanya akan membuat kita direndahkan karena perbuatan kita~&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari Saya,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Success and Wisdom&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bodhi Taruna&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-1445907915947886528?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/1445907915947886528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/1445907915947886528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/11/kebohongan-sang-gajah-kecil.html' title='Kebohongan Sang Gajah Kecil'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RzSO__-nHDI/AAAAAAAAAKA/D9hzPX1edlU/s72-c/african-elephant2.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-6223596546670172931</id><published>2007-11-07T20:08:00.000-08:00</published><updated>2007-11-07T21:11:30.262-08:00</updated><title type='text'>Menghukum Tanpa Kekerasan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RzKZtv-nHCI/AAAAAAAAAJ4/6rpLXggFAJo/s1600-h/love_graphic_13.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 119px; height: 111px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RzKZtv-nHCI/AAAAAAAAAJ4/6rpLXggFAJo/s320/love_graphic_13.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130331936780655650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah di negeri tiongkok kuno, tinggallah seorang ayah yang sangat bijaksana, beserta anak lelakinya disuatu desa yang damai. Sang ayah sangat menyayangi anak lelaki, namun dalam mendidik anaknya sang ayah tidak pernah memarahinya  ataupun menggunakan kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, sang ayah mengajak sang anak ke kota untuk membeli kuda. Mereka pun menumpang kereta kuda dari desa ke kota, karena jarak antar desa ke kota sangat jauh, tanpa merasa lelah, dan sang anak sangat senang karena baru kali ini lah dia menuju ke kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di kota, sang anak yang begitu gembira terus melihat sekeliling kota, dia menoleh ke kiri dan ke kanan, dan tanpa disadari, dia melihat ada pertunjukkan drama di tengah kota, dan timbullah niat untuk menonton pertunjukkan tersebut. Dia pun memisahkan diri dari ayahnya yang berjalan didepannya menuju ke pasar kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari sudah semakin siang, sang ayah terlihat panik mencari sang anak kesana kemari, setelah mengetahui anaknya tidak ada dibelakangnya. Dia begitu gelisah, semua liku pasar di kota tersebut pun di laluinya demi mencari anak kesayangannya itu. Akhirnya, dalam kebingungannya, dia duduk disebuah taman kota didekat pasar, dengan pandangan kosong. Tanpa disadarinya sang anak yang telah menonton pertunjukkan drama pun menghampiri ayahnya. Melihat anaknya datang sang ayah begitu gembira dan berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Darimana kamu dari tadi nak, ayah menelusuri seluruh pasar ini tapi tidak menemuhi mu"&lt;br /&gt;"Saya mengikuti ayah dari belakang, namun karena ayah begitu cepat jalannya, saya pun tertinggal dan tersesat ayah" Kata anaknya berbohong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ayah yang mengetahui anaknya bohong, pun tersenyum dan berkata :&lt;br /&gt;"Baiklah, aku sebagai ayah tidak mampu menjaga mu, bahkan sampai kamu tersesat, mari kita pulang ke rumah, hari sudah semakin sore. Kamu naikilah kuda yang baru ayah beli, ayah akan berjalan kaki untuk merenungi kesalahan ayah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anak yang begitu terkejut mendengar jawab sang ayah, bermaksud ingin bicara, namun ayahnya telah berjalan kedepan menuju ke rumahnya didesa. Dalam penyesalannya sang anak melihat sang ayah yang berjalan penuh peluh di mukanya, terus berjalan menuju kedesa, untuk menemani ayah, sang anak memperlambat laju kuda yang dikendarainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjam-jam sang ayah berjalan menuju ke desa, dan dengan penuh isak tanggis sang anak pun turun dari kuda, dan menuntun ayahnya untuk menaikki kuda, sambil berkata:&lt;br /&gt;"Saya tahu saya salah, saya telah berbohong, tolong jangan siksa diri ayah lagi, naik lah ke atas kuda ayah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah tersenyum sambil memeluk anak kesayangannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Kekerasan tidak bisa dihadapin dengan kekerasan, namun kekerasaan harus dihadapin dengan kelembutan, pepatah yang sangat menarik, mencerminkan pribadi sang ayah dalam cerita diatas, dalam mendidik anak dipenuhi oleh kasih sayang, mendidik tanpa kekerasan, sungguh suatu kebijakkan yang patuh kita contoh. Andai saja kita mampu menirunya, tentu dunia ini akan dipenuhi kebahagiaan~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success and Wisdom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-6223596546670172931?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/6223596546670172931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/6223596546670172931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/11/menghukum-tanpa-kekerasan.html' title='Menghukum Tanpa Kekerasan'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RzKZtv-nHCI/AAAAAAAAAJ4/6rpLXggFAJo/s72-c/love_graphic_13.gif' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-2639747287075291615</id><published>2007-11-06T23:25:00.000-08:00</published><updated>2007-11-06T23:57:24.248-08:00</updated><title type='text'>Bunga Sepatu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RzFvrLonxTI/AAAAAAAAAJw/MPGtwf4iATo/s1600-h/dscn0527.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 136px; height: 108px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RzFvrLonxTI/AAAAAAAAAJw/MPGtwf4iATo/s320/dscn0527.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130004238199932210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah di sebuah desa, tinggallah seorang ibu bersama anak tunggalnya yang telah beranjak dewasa. Sang ibu dan anaknya tinggal dalam kehidupan yang sederhana, bahkan kekurangan semenjak ditinggal oleh suaminya karena sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari sang anak sehabis pulang dari kerja, duduk termenung seorang diri. Mukanya penuh kekesalan, dan mulutnya tidak habis-habis mendumel. Sang ibu yang begitu menyayanginya pun datang menghampirinya, dan berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa engkau terlihat begitu sedih dan penuh kekesalan anakku"&lt;br /&gt;"Kenapa hidupku selalu penuh dengan masalah, semua orang ditempat ku bekerja tidak ada yang menghargaiku, mereka selalu mengolok-ngolok diri ku, padahal aku bekerja sekuat tenaga" sahut anak itu kesal&lt;br /&gt;Sang ibu mendengarkan keluh kesah sang anak, dan berkata:&lt;br /&gt;"Nak, coba kamu liat bunga sepatu di belakang rumah kita"&lt;br /&gt;"Dia selalu tumbuh, dan memperlihatkan kecantikkannya, walaupun tidak ada yang melihatnya, dia selalu menunjukkan keindahannya, tanpa perna merasa lelah, dan begitu orang melihatnya, orang akan terpesona atas keindahannya" sambung ibu tersebut&lt;br /&gt;"Maksud ibu" tanya sang anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mengusap lembut kepala si anak, sang ibu pun melanjutkan kata-katanya&lt;br /&gt;"Seperti bunga sepatu di belakang rumah kita, begitu jugalah kita harus bertindak. Kerjakan lah&lt;br /&gt;pekerjaan mu sekuat tenaga mu, tanpa memperdulikan kata-kata orang lain. walaupun tidak ada yang menghargai kerja keras mu, namun nantinya mereka akan menyadari betapa luar biasanya kita, seperti bunga sepatu yang begitu indah ditaman"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anak mengangguk tanda mengerti, dan tersenyum sambil memeluk ibu tercintanya&lt;br /&gt;"Terima kasih atas nasehatnya ibu" ucapnya penuh haru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Sering kali dalam bekerja, kita selalu diremehkan, diolok-olok, bahkan tidak dihargai kerja keras kita, namun selalu lah bepikir positif, tunjukkan profesionalitas kita dengan sungguh-sungguh, niscaya orang yang dulunya meremehkan kita pun akan terpesona oleh hasil dari kerja keras kita~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success and Wisdom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-2639747287075291615?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/2639747287075291615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/2639747287075291615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/11/bunga-sepatu.html' title='Bunga Sepatu'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RzFvrLonxTI/AAAAAAAAAJw/MPGtwf4iATo/s72-c/dscn0527.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-4022561405716585867</id><published>2007-11-05T20:58:00.000-08:00</published><updated>2007-11-28T23:21:10.872-08:00</updated><title type='text'>Cara Berpikir Kepiting</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RzAQY7onxSI/AAAAAAAAAJo/sbICvRXkuhI/s1600-h/crab.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RzAQY7onxSI/AAAAAAAAAJo/sbICvRXkuhI/s320/crab.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5129617996085970210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Filipina, masyarakat pedesaan gemar sekali menangkap dan memakan kepiting sawah. Kepiting itu ukurannya kecil, namun rasanya cukup lezat. Kepiting-kepiting itu ditangkap pada malam hari, lalu dimasukkan ke dalam baskom, tanpa diikat. Keesokkan harinya, kepiting-kepiting ini akan direbus, lalu disantap untuk lauk selama beberapa hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt; Yang menarik, tentu saja kepiting-kepiting itu akan selalu berusaha untuk keluar dari baskom, sekuat tenaga mereka, dengan menggunakan capit-capitnya yang kuat. Namun, seorang penangkap kepiting yang handal selalu tenang meskipun hasil buruannya selalu berusaha meloloskan diri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt; Jurusnya hanya satu, si penangkap tahu betul sifat para kepiting itu. Jika ada seekor kepiting yang nyaris meloloskan diri keluar dari baskom, teman-temannya pasti akan menariknya lagi kembali ke dasar. Bila ada lagi yang naik dengan cepat ke mulut baskom, lagi-lagi temannya akan menariknya turun. Begitu seterusnya, sampai akhirnya tak seekor kepiting pun yang berhasil kabur dari baskom.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt; Keesokan harinya, sang penangkap tinggal merebus mereka semua dan matilah sekawanan kepiting yang dengki itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;~&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Cerita diatas sama dengan kehidupan yang biasa kita alami. Orang disekitar kita selalu merasakan iri atas keberhasilan kita, dan selalu ingin menarik diri kita ke dalam lubang kegagalan. Namun kita pun harus menyikapi dengan bijak, selalu berpikir positif, biarkan pandangan-pandangan negatif selalu menghalangi kita, buktikan dengan bijak, bahwa sukses selalu datang bagi orang selalu bekerja keras, dan memiliki visi untuk menang~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success and Wisdom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Artikel disadur dari eksiklopedia perilaku hewan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-4022561405716585867?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/4022561405716585867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/4022561405716585867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/11/cara-berpikir-kepiting.html' title='Cara Berpikir Kepiting'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RzAQY7onxSI/AAAAAAAAAJo/sbICvRXkuhI/s72-c/crab.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-8756135330222393376</id><published>2007-11-01T00:01:00.000-07:00</published><updated>2007-11-01T02:27:05.118-07:00</updated><title type='text'>Si Bodoh Dan Saudagar Kaya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RymSlronxRI/AAAAAAAAAJg/5T8bYyoXOWA/s1600-h/love.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 131px; height: 107px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RymSlronxRI/AAAAAAAAAJg/5T8bYyoXOWA/s320/love.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5127790826803938578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Alkisah di negeri Tiongkok, tinggallah seorang saudagar kaya raya. Dia mempunyai seorang hamba yang sangat lugu, begitu lugu, hingga orang-orang menyebutnya si bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali sang tuan menyuruh si bodoh pergi ke sebuah perkampungan miskin untuk menagih utang para penduduk di sana. "Utang mereka sudah jatuh tempo," kata sang tuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baik, Tuan," sahut si bodoh. "Tetapi nanti uangnya mau diapakan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belikan sesuatu yang aku belum punyai," jawab sang tuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pergilah si bodoh ke perkampungan yang dimaksud. Cukup kerepotan juga&lt;br /&gt;si bodoh menjalankan tugasnya; mengumpulkan receh demi receh uang hutang&lt;br /&gt;dari para penduduk kampung. Para penduduk itu memang sangat miskin, dan pula&lt;br /&gt;ketika itu tengah terjadi kemarau panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya si bodoh berhasil jua menyelesaikan tugasnya. Dalam perjalanan pulang ia teringat pesan tuannya, "Belikan sesuatu yang belum aku miliki."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa, ya?" tanya si bodoh dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuanku sangat kaya, apa lagi yang belum dia punyai?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berpikir agak lama, si bodoh pun menemukan jawabannya. Dia kembali ke perkampungan miskin tadi. Lalu dia bagikan lagi uang yang sudah dikumpulkannya tadi kepada para penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuanku, memberikan uang ini kepada kalian," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penduduk sangat gembira. Mereka memuji kemurahan hati sang tuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika si bodoh pulang dan melaporkan apa yang telah dilakukannya, sang tuan geleng-geleng kepala, sambil memarahi nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar-benar bodoh," omelnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berlalu. Terjadilah hal yang tidak disangka-sangka, pergantian pemimpin karena pemberontakan membuat usaha sang tuan tidak semulus dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi bencana banjir yang menghabiskan semua harta bendanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendek kata sang tuan jatuh bangkrut dan melarat. Dia terlunta meninggalkan rumahnya. Hanya si bodoh yang ikut serta. Ketika tiba di sebuah kampung, entah mengapa para penduduknya menyambut mereka dengan riang dan hangat;,mereka menyediakan tumpangan dan makanan buat sang tuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapakah para penduduk kampung itu, dan mengapa mereka sampai mau berbaik hati menolongku?" tanya sang tuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dulu tuan pernah menyuruh saya menagih utang kepada para penduduk miskin kampung ini," jawab si bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuan berpesan agar uang yang terkumpul saya belikan sesuatu yang belum tuan punyai. Ketika itu saya berpikir, tuan sudah memiliki segala sesuatu. Satu-satunya hal yang belum tuanku punyai adalah cinta di hati mereka. Maka saya membagikan uang itu kepada mereka atas nama tuan. Sekarang tuan menuai cinta mereka."&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;~Kekuatan cinta kasih mampu menyatukan perbedaan status manusia. Cinta kasih yang universal yang harus kita bagikan kepada siapa saja di muka bumi ini, karena kesadaran kita adalah satu. Dengan cinta kasih maka akan memotivasi kita untuk melakukan kebajikan dalam hati. Seperti pepatah cina kuno "Berbuat kebajikan, bencana belum datang akan ditutupi oleh keberuntungan, namun berbuat jahat, keberuntungan mau datang, namun akan ditutupi oleh bencana" maka dari itu, sebarkanlah benih-benih cinta kasih dalam hidup kita, dan perbanyaklah berbuat kebajikan~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success and Wisdom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-8756135330222393376?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/8756135330222393376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/8756135330222393376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/11/si-bodoh.html' title='Si Bodoh Dan Saudagar Kaya'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RymSlronxRI/AAAAAAAAAJg/5T8bYyoXOWA/s72-c/love.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-8498526827168624703</id><published>2007-10-22T19:35:00.000-07:00</published><updated>2007-10-22T20:09:49.205-07:00</updated><title type='text'>Tekad Si Siput Kecil</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/Rx1lwVs1HFI/AAAAAAAAAJY/2_QH0W2sRCQ/s1600-h/katatsumuri.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 119px; height: 119px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/Rx1lwVs1HFI/AAAAAAAAAJY/2_QH0W2sRCQ/s320/katatsumuri.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124363832150793298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah disuatu siang hari yang cerah, terdapat seekor siput kecil yang sedang bersiap-siap melakukan perjalanan menuju sebuah pohon cerry yang sangat tinggi. Siput tersebut berjalan dengan pelannya menelusuri satu persatu dahan pohon cerry tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pun terus berlalu, hari-hari mulai berganti, namun siput kecil terus melanjutkan niatnya untuk memanjati pohon cerry tersebut. Burung-burung disekitar dahan pohon cerry itu pun mulai memperhatikan si siput dari atas. Mereka mencibir dan bersiul-siul seakan-akan ingin mengolok-ngolok si siput kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampailah si siput itu di dahan dimana burung-burung berhinggapan. Melihat si siput sedang mendaki dahan tersebut, salah satu burung pun bertanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai siput kecil yang tolol, mengapa engkau berusaha memanjat pohon cerry ini, kamu tahu sendirikan, pohon cerry ini belum berbuah, dan tidak ada buah cerry diatas"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si siput kecil dengan ramah, menjawab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai sahabat ku burung, walaupun pohon cerry ini belum berbuah, namun sesampainya saya di atas pohon cerry tersebut, tentu lah pohon cerry tersebut telah berbuah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kata-kat si siput kecil, burung-burung terus mengolok-ngolok dan mengatakan si siput gila...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim semi pun telah tiba, dan bunga-bunga mulai tampak menghiasi hutan tersebut. Tampak si siput kecil yang masih mendaki pohon cerry dengan giatnya, pohon cerry pun telah berbuah dengan lebatnya. Si siput kecil pun telah sampai di dahan paling atas, dan menikmati buah-buah cerry yang begitu banyak, sedangkan burung-burung yang semula menghina si siput kecil pun mulai terdiam, dan menyadari kesalahan mereka mengolok-ngolok si siput kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Kerja keras, dan tekad yang membajalah, yang dapat menghantarkan orang ke pintu sukses. Dengan mimpi, kita memiliki kekuatan untuk mewujudkannya. Seperti si siput kecil yang percaya, bahwa pohon cerry akan berbuah, maka kita pun harus berusaha dengan keras, dan tekun, dan yakinlah diatas sana, sukses telah menunggu kita, jangan mudah menyerah.....dan biarkan orang-orang negatif yang menghina kita, buktikan bahwa kita bisa....~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success and Wisdom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-8498526827168624703?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/8498526827168624703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/8498526827168624703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/10/tekad-si-siput-kecil.html' title='Tekad Si Siput Kecil'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/Rx1lwVs1HFI/AAAAAAAAAJY/2_QH0W2sRCQ/s72-c/katatsumuri.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-468612375312868861</id><published>2007-10-18T20:33:00.000-07:00</published><updated>2007-10-18T21:01:21.340-07:00</updated><title type='text'>Raja dan Mangkok Tak Beralas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RxgoYVs1HEI/AAAAAAAAAJQ/Bvs4kz4aZ3U/s1600-h/bowl.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 111px; height: 115px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RxgoYVs1HEI/AAAAAAAAAJQ/Bvs4kz4aZ3U/s320/bowl.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5122888974741085250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Alkisah dijaman Tiongkok kuno, disebuah kerajaan yang sangat megah, tinggallah seorang Raja yang sangat angkuh dan sombong. Dia sangat menginginkan dapat menguasai seluruh permukaan Tiongkok, sehingga tidak ada kepuasan didalam dirinya. Pada suatu pagi yang cerah, Raja bersama pengiringnya keluar dari istananya untuk menikmati udara pagi. Di keramaian, ia berpapasan dengan seorang pengemis. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sang raja menyapa pengemis ini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Apa yang engkau inginkan dari dariku, wahai rakyat ku”&lt;br /&gt;Si pengemis itu tersenyum dan berkata:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tuanku bertanya, seakan-akan tuanku dapat memenuhi permintaan hamba”&lt;br /&gt;Sang raja terkejut, ia merasa tertantang:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tentu saja aku dapat memenuhi permintaanmu. Apa yang engkau minta, katakanlah!”&lt;br /&gt;Maka sang pengemis pun berkata:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hamba menyarankan agar Tuanku berpikir 2 kali, sebelum memenuhi keinginan hamba”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ternyata Pengemis itu bukanlah pengemis sembarang, dia adalah dewa yang menjelma  menjadi pengemis untuk menguji sang Raja, namun raja tidak menyadari hal itu. Timbul rasa angkuh dan tak senang pada diri raja, karena mendapat nasehat dari seorang pengemis. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;“&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sudah aku katakan, aku dapat memenuhi permintaanmu. apapun juga! Aku adalah Raja yang paling berkuasa dan kaya-raya” &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dengan penuh kepolosan dan kesederhanaan si pengemis itu mengeluarkan mangkuk sedekahnya sambil berkata:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;“&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tuanku, hamba hanya minta tuanku mengisi mangkok ini dengan benda yang paling berharga yang perna dimiliki raja” &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bukan main! Raja menjadi geram mendengar 'tantangan' pengemis dihadapannya. Segera ia memerintahkan bendahara kerajaan yang ikut dengannya untuk mengisi penuh mangkuk si pengemis tersebut dengan emas! Kemudian bendahara menuangkan emas dari pundi-pundi besar yang di bawanya ke dalam mangkuk sedekah sang pengemis. Anehnya, emas dalam pundi-pundi besar itu tidak dapat mengisi penuh mangkuk sedekah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tak mau kehilangan muka di hadapan rakyatnya, sang raja terus memerintahkan bendahara mengisi mangkuk itu. Tetapi mangkuk itu tetap kosong. Bahkan seluruh perbendaharaan kerajaan emas, intan berlian, telah habis dilahap mangkuk sedekah itu.Mangkuk itu seolah tanpa dasar, berlubang. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dengan perasaan tak menentu, sang raja jatuh bersimpuh di kaki si pengemis , si pengemis pun akhirnya menampakkan wujud aslinya. Begitu terkejutnya Raja melihat sesosok dewa dihadapannya. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;“&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Wahai Raja yang serakah, dengarkanlah kesombongan dan keserakahan duniawi tidak akan habisnya, seperti mangkuk tidak beralas tersebut, berapapun besar harta yang kamu masukkan, akan tertelan didalamnya. Maka jadikanlah kebaikan dan kesahajaan sebagai alas dari mangkuk hidupmu”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Begitu mendengar kata-kata dari sang dewa, sang Raja pun tersadarkan dan berjanji akan menjadi raja yang penuh kebaikan dan kesahajaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;~Kesombongan dan keserakahan merupakan akar yang harus kita cabut, lubang yang harus ditutupi, karena seperti sumur yang dalam, kesombongan dan keserakahan tidaklah memiliki dasar. Keinginan membuat manusia terlena dalam keduniawian. Kikis dan tanamlah semua itu dengan sifat murah hati, dan bersyukur terhadap apa yang kita miliki sekarang ini, serta memperbanyak perbuatan baik setiap hari nya~&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Dari Saya,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Success and Wisdom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-468612375312868861?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/468612375312868861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/468612375312868861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/10/raja-dan-mangkok-tak-beralas.html' title='Raja dan Mangkok Tak Beralas'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RxgoYVs1HEI/AAAAAAAAAJQ/Bvs4kz4aZ3U/s72-c/bowl.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-3948943742034645961</id><published>2007-10-17T19:36:00.000-07:00</published><updated>2007-10-17T20:24:54.469-07:00</updated><title type='text'>Arti Sebuah Pengorbanan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RxbPfVs1HDI/AAAAAAAAAJI/oYyauT0wZBE/s1600-h/Caterpillar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 98px; height: 109px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RxbPfVs1HDI/AAAAAAAAAJI/oYyauT0wZBE/s320/Caterpillar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5122509763488586802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Telah dua bulan musim hujan berlalu sehingga di mana-mana pepohonan nampak menghijau. Tampaklah seekor ulat kecil di antara dedaun menghijau yang bergoyang-goyang diterpa angin.&lt;br /&gt;“Apa khabar daun hijau” Sapa ulat kecil&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tersentak daun hijau menoleh ke arah suara yang datang&lt;br /&gt;“Oh, kamu ulat kecil. Badanmu kelihatan kurus dan kecil? Apa yang terjadi ?” tanya daun hijau&lt;br /&gt;“Aku hampir tidak mendapatkan dedaunan untuk makananku. Bolehkah engkau membantuku sahabat ku?” kata ulat kecil.&lt;br /&gt;“Tentu.. tentu.. dekatlah kemari”  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Daun hijau berpikir, “Jika aku memberikan sedikit dari tubuhku ini untuk makanan si ulat, aku akan tetap hijau. Hanya saja aku akan kelihatan berlubang-lubang, Tapi tak apalah menolong ulat tersebut”&lt;br /&gt;Perlahan-lahan ulat menggerakkan tubuhnya menuju daun hijau, dan memakan badan daun hijau.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah makan dengan kenyang ulat berterimakasih kepada daun hijau yang telah merelakan bagian tubuhnya untuk dijadikan makanan si ulat. Ketika ulat mengucapkan terima kasih kepada sahabat yang penuh kasih dan pengorbanan itu, ada rasa puas di dalam diri daun hijau. Sekalipun tubuhnya kini berlubang di sana-sini namun ia bahagia dapat melakukan sesuatu bagi ulat kecil yang lapar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Sungguh mulia perbuatan daun hijau yang senantiasa bekorban untuk ulat kecil yang kelaparan tapi memikirkan dirinya sendiri. Apabila kita bisa meniru dan mengikuti perbuatan dari daun hijau, tentu saja dunia ini dipenuhi oleh kebajikan dan ketentraman. Marilah mulai hari ini, tanamkan sifat menolong dan melakukan kebajikan setiap harinya~&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari Saya,&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Success and Wisdom&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bodhi Taruna&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-3948943742034645961?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/3948943742034645961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/3948943742034645961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/10/arti-sebuah-pengorbanan.html' title='Arti Sebuah Pengorbanan'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RxbPfVs1HDI/AAAAAAAAAJI/oYyauT0wZBE/s72-c/Caterpillar.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-9057295242156659947</id><published>2007-10-12T03:11:00.000-07:00</published><updated>2007-10-12T10:14:19.670-07:00</updated><title type='text'>Kisah Lembu dan Ayam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/Rw9NwcBY0II/AAAAAAAAAJA/ENHid7T_eis/s1600-h/lembu.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5120396795894616194" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 113px; height: 79px;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/Rw9NwcBY0II/AAAAAAAAAJA/ENHid7T_eis/s320/lembu.jpg" border="0" height="93" width="113" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, disebuah restoran mewah, terlihat seorang jutawan yang duduk disalah satu meja di restoran tersebut. Mukanya murung dan seperti sedang berpikir keras.&lt;br /&gt;"Kenapa setiap orang selalu mengatakan aku kikir, padahal aku akan menyumbangkan seluruh harta ku ke yayasan sosial, apabila aku telah meninggal nantinya"&lt;br /&gt;cerita sang jutawan kepada pelayan yang sedang melayaninya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Tuan saya akan menceritakan kisah lembu dan ayam, mungkin cerita ini ada manfaatnya"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pelayan pun mulai bercerita, Pada jaman dahulu hiduplah seekor lembu dan seekor ayam disuatu tempat yang berdekatan. Si lembu sangat disayangi oleh tetangga-tetangganya dan sangat dihormati. Sebaliknya sang ayam sangat iri dengan perilaku para tetangga terhadap lembu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Kenapa setiap orang begitu menghormati mu, sedangkan aku juga sangat berjasa, memberikan daging ku kepada manusia untuk dimakan, bulu ku untuk dipakai sebagai pembersih debu. dan manusia memasak sop menggunakan kaki ku untuk mendapatkan kesehatan. Sedangkan engkau hanya memberikan susu mu pada manusia" sahut ayam dengan kesalnya kepada lembu&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mendengar kata-kata si ayam, si lembu menjawab dengan santainya &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Mungkin aku memberikan susu pada saat aku masih hidup, sedangkan kamu memberikan nya semua yang kau katakan tadi setelah engkau mati"&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;~Sungguh untuk berbuat baik, kita tidak perlu menunggu pada saat kita sudah tua atau meninggal. Perbuatan baik yang sejati sesungguhnya diberikan kapan saja orang lain butuhkan tanpa mengharapkan jasa dan pamrih. Karena dengan begitu ketulusan hati menyertai setiap titik tindakan yang kita lakukan kepada orang lain. Mulai detik ini perbuatan sekecil apapun, lakukan lah sekarang juga, jangan menunda dan tanpa pamrih~&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari Saya,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Success and Wisdom&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bodhi Taruna&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-9057295242156659947?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/9057295242156659947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/9057295242156659947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/10/kisah-lembu-dan-ayam.html' title='Kisah Lembu dan Ayam'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/Rw9NwcBY0II/AAAAAAAAAJA/ENHid7T_eis/s72-c/lembu.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-4446162498212746347</id><published>2007-10-10T23:42:00.000-07:00</published><updated>2007-10-11T01:13:48.908-07:00</updated><title type='text'>Kisah Kutu dan Jangkrik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/Rw3XCMBY0HI/AAAAAAAAAI4/_skCiV0TuXA/s1600-h/96235_images1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 88px; height: 116px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/Rw3XCMBY0HI/AAAAAAAAAI4/_skCiV0TuXA/s320/96235_images1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5119984783976878194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah disuatu kerajaan yang sangat mewah,tinggallah seekor jangkrik besar didalam sebuah kandang mewah bersama beberapa jangkrik yang lain, mereka setiap hari nya selalu bernyanyi-nyanyi ria sambil melompat-lompat dengan cerianya. Namun dari semua jangkrik-jangkrik yang ada dikandang tersebut, si jangkrik besar adalah pelompat tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku adalah pelompat terhebat didunia ini, tidak ada yang bisa mengalahkan lompatan ku"&lt;br /&gt;sesumbar sang jangkrik setiap hari nya. Jangkrik yang lain hanya bisa menundukkan kepala, dan membenarkan perkataan si jangkrik besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu pagi, seperti biasa para jangkrik sedang bernyanyi dan melompat-lompat, dan si jangkrik besar dengan semangatnya melompat setinggi-tingginya. Dia seakan-akan ingin memberi tahukan seluruh dunia bahwa dialah pelompat tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu yang bersamaan lewat lah seekor kutu anjing didepan kandang itu sambil melompat-lompat dengan santainya, dan seluruh isi kandang tersebut memandanginya dengan sangat mempesona karena kutu tersebut melompat lebih tinggi dari si jangkrik besar, padahal dia sedang melompat dengan santainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si jangkrik besar pun merasa malu dan dia pun berkata:&lt;br /&gt;"Wahai kutu kecil, kenapa engkau bisa melompat begitu tingginya, padahal berbadan kecil"&lt;br /&gt;Si kutu pun menjawabnya dengan bijaksana:&lt;br /&gt;"Kemampuan kita bukan ditentukan oleh besar kecilnya tubuh kita, namun semangat dan keyakinan untuk selalu belajar melompat tinggi tanpa berhentilah yang membuat aku bisa melompat dengan tinggi. Kemampuan kita berbeda karena kamu selalu menciptakan "kandang" dalam pikiran mu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si jangkrik besar pun tersadar, karena selama ini dirinya hanya sebagai pelompat tertinggi dalam kandangnya saja, padahal masih banyak yang bisa melompat lebih tinggi di dunia ini. Dia menciptakan kandangnya sendiri dalam pikirannya, sehingga semangat untuk belajar dan belajar lagi  pun terlupakan~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Semangat untuk belajar, berusaha dan tidak pernah kenal lelah sangat diperlukan agar kita bisa  menjadi selalu maju dan berkembang. Jangan ciptakan  "kandang" dalam pikiran kita, karena hanya akan menimbulkan sifat sombong yang menyebabkan kemunduran dalam diri kita. Waktu terus berjalan, dan kitapun harus selalu senantiasa belajar dan belajar lagi. Ingat, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;diatas langit masih ada langit&lt;/span&gt;. Buat diri kita menjadi yang terdepan dengan menghilangkan "kandang" dalam pikiran dan semangat anda~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success and Wisdom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-4446162498212746347?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/4446162498212746347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/4446162498212746347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/10/kisah-kutu-dan-jangkrik.html' title='Kisah Kutu dan Jangkrik'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/Rw3XCMBY0HI/AAAAAAAAAI4/_skCiV0TuXA/s72-c/96235_images1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-2662785240810350093</id><published>2007-10-09T21:40:00.000-07:00</published><updated>2007-10-09T23:05:15.523-07:00</updated><title type='text'>Merpati, Ayah dan Seorang Anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RwxpWsBYz9I/AAAAAAAAAHg/ObNUMyy_Egg/s1600-h/merpati.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 114px; height: 97px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RwxpWsBYz9I/AAAAAAAAAHg/ObNUMyy_Egg/s320/merpati.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5119582714908430290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.2in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(235, 97, 61);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.2in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(235, 97, 61);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.2in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(235, 97, 61);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.2in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(235, 97, 61);"&gt;Alkisah, pada suatu sore,  seorang lelaki paruh baya bersama anaknya yang baru saja menyelesaikan pendidikan tinggi, duduk santai di halaman sambil memerhatikan suasana di sekitar mereka.&lt;br /&gt;Tiba-tiba seekor burung merpati hinggap di ranting pohon tepat di depan si Ayah dan si anak. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.2in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(235, 97, 61);"&gt;Si ayah lalu menunjuk jarinya ke arah merpati sambil bertanya,"Nak, apakah benda itu?“Burung merpati", jawab si anak.&lt;br /&gt;Si ayah mengangguk-angguk, namun tidak lama kemudian sang ayah mengulangi pertanyaan yang sama.&lt;br /&gt;Si anak mengira ayahnya kurang mendengar jawapannya tadi lalu menjawab dengan sedikit kuat, "Itu burung merpati ayah!"&lt;br /&gt;Tetapi sesaat kemudian si ayah bertanya lagi persoalan yang sama. Si anak merasa agak keliru dan sedikit pusing dengan pertanyaan sama yang diulang-ulang, lalu si anak menjawab dengan lebih kuat, "Burung Merpati!!!" Si ayah terdiam seketika.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.2in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(235, 97, 61);"&gt;Namun tidak lama kemudian sekali lagi mengajukan pertanyaan yang serupa hingga membuatkan si anak kehilangan kesabaran dan menjawab dengan nada yang sedikit membentak si ayah, "Merpati la ayah.......". Tetapi agak mengejutkan si anak, ternyata si ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanyakan pertanyaan yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar hilang sabar dan menjadi marah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.2in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(235, 97, 61);"&gt;"Ayah!!! Saya tak tahu apakah ayah mengerti atau tidak. Tapi sudah lima kali ayah bertanya persoalan tersebut dan saya sudah pun memberikan jawapannya. Apalagi yang ayah mau saya katakan? Itu burung merpati, dan burung merpati titik....", kata si anak dengan nada yang begitu marah.&lt;br /&gt;Si ayah terus bangun menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang emosi. Sebentar kemudian si ayah keluar semula dengan sesuatu di tangannya. Dia mengulurkan benda itu kepada anaknya yang masih kesal dan tertanya-tanya. Benda itu adalah &lt;b&gt;sebuah diary lama&lt;/b&gt;. Coba kamu baca apa yang pernah ayah tulis di dalam diari itu", pinta si ayah. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.2in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(235, 97, 61);"&gt;Si anakpun mengikuti kata-kata ayahnya dan membaca buku diary yang diberikan... "Hari ini aku di halaman duduk santai dengan anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba seekor merpati hinggap di pohon didepan kami. Anakku terus menunjuk ke arah merpati dan bertanya, "Ayah, apa tu?". Dan aku menjawab, "Burung merpati".&lt;br /&gt;Walau bagaimana pun, anak ku terus bertanya persoalan yang serupa dan setiap kali aku menjawab dengan jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi cinta dan sayangkupadanya, aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya. Aku berharap ini akan menjadi suatu pendidikan yang berharga." &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="line-height: 150%; text-align: justify;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(235, 97, 61);"&gt;Setelah selesai membaca diary yang di berikan tersebut si anak mengangkat muka memandang si ayah dengan mata yang berkaca-kaca. Si ayah dengan perlahan bersuara, " Hari ini ayah baru bertanya kamu pertanyaan yang sama sebanyak lima kali, dan kau telah kehilangan kesabaran dan marah." Anak tersebut terdiam seribu bahasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="line-height: 150%; text-align: justify;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(235, 97, 61);"&gt;~Betapa mulianya orang tua kita yang telah melahirkan kita, mendidik dan membesarkan kita dengan segala kenakalan dan perbuatan yang tidak menyenangkan, namun mereka senangtiasa bergembira, apabila melihat anaknya bahagia. Mereka tidak memperdulikan semua segi negatif kita, dan selalu sabar untuk menasehati dan membimbing kita. Alangkah bijaksananya, apabila kita bisa meniru sikap sabar yang penuh kasih sayang ini kepada mereka, karena kapanpun, dan bagaimanapun caranya, kita tidak akan mampu membalas kebaikkan orang tua kita, namun kita bisa menghormati dan meniru rasa sabar yang mereka berikan kepada kita, dengan penuh kasih sayang, kepada orang tua kita~&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="line-height: 150%; text-align: justify;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(235, 97, 61);"&gt;Dari Saya,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="line-height: 150%; text-align: justify;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(235, 97, 61);"&gt;Success and Wisdom&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="line-height: 150%; text-align: justify;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(235, 97, 61);"&gt;Bodhi Taruna&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-2662785240810350093?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/2662785240810350093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/2662785240810350093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/10/merpati-ayah-dan-seorang-anak.html' title='Merpati, Ayah dan Seorang Anak'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RwxpWsBYz9I/AAAAAAAAAHg/ObNUMyy_Egg/s72-c/merpati.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-2059974182672875035</id><published>2007-10-08T21:26:00.001-07:00</published><updated>2007-10-08T21:51:25.988-07:00</updated><title type='text'>Kisah Seekor Cicak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RwsIdsBYz6I/AAAAAAAAAHA/xsWSN-nVu28/s1600-h/cicak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 132px; height: 99px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RwsIdsBYz6I/AAAAAAAAAHA/xsWSN-nVu28/s320/cicak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5119194707562909602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Suatu sore di Jepang, ketika sedang merenovasi rumah, seorang pemuda mencoba untuk meruntuhkan suatu tembok. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong di antara tembok yang dibuat dari kayu. Ketika tembok itu mulai roboh, dia menemui seekor cicak yang terperangkap di antara ruang kosong itu karena kakinya tertancap pada sebatang paku.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Dia merasa kasihan sekaligus heran. Lalu dia memperhatikan paku itu, ternyata paku tersebut telah ada disana 10 tahun yang lalu ketika rumah itu pertama kali dibuat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Apa yang terjadi? Bagaimana cicak itu dapat bertahan dengan keadaan terperangkap selama 10 tahun? Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikit pun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Pemuda itu lalu berpikir, bagaimana cicak itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya tertancap pada paku itu!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Pemuda itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan cicak itu, apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan. kemudian, tidak tahu dari mana datangnya, seekor cicak lain muncul dengan makanan di mulutnya&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;“.Ahhhh......!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Pemuda itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor cicak lain yang selalu memperhatikan cicak yang terperangkap itu selama 10 tahun.Cicak tersebut memberikan makanan yang ada dimulutnya pada cicak yang kakinya tertancap paku, pelahan-lahan, sampai makanan tersebut habis dimakannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Pemuda tadi pun merasa tersadarkan, dan berusaha untuk meniru perbuatan si cicak, yang notabene hanya seekor binatang kecil, namun mampu memancarkan cinta yang begitu dalam, kepada cicak yang kakinya tertancap oleh paku.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;~Saya tersentuh ketika mendengar cerita ini. Apakah kita juga bisa seperti cicak tadi, memperhatikan cicak lain yang terkena masalah, mencintainya dengan penuh kasih, tanpa mengharapkan pamrih, Mari, mulai sekarang perhatikanlah orang yang kita cinta, orang tua kita, saudara-saudara kita, maupun pasangan hidup kita, berikan kasih yang dalam kepada mereka, ingat, jangan pernah mengabaikan orang yang anda kasihi, selagi ada waktu~&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;/p&gt;Dari Saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success and Wisdom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-2059974182672875035?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/2059974182672875035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/2059974182672875035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/10/kisah-seekor-cicak.html' title='Kisah Seekor Cicak'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RwsIdsBYz6I/AAAAAAAAAHA/xsWSN-nVu28/s72-c/cicak.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-7234898007488078861</id><published>2007-10-07T19:25:00.000-07:00</published><updated>2007-11-28T23:13:12.152-08:00</updated><title type='text'>Mesin Ajaib</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RwmbA8BYzsI/AAAAAAAAAEM/ABmjGHGMqFI/s1600-h/pesawat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RwmbA8BYzsI/AAAAAAAAAEM/ABmjGHGMqFI/s320/pesawat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5118792891897532098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu sore, terlihat seorang wanita sedang duduk, sambil menunggu pesawat menuju New York, disebuah lounge bandara. Masih 1 jam lagi, dari jadwal penerbangan, diapun merasa tidak sabar, sehingga dia pun menyibukkan diri untuk menghabiskan waktu di lounge tersebut.Tanpa disengaja matanya menuju ke sebuah Mesin, yang diletakkan didekat tempat duduk wanita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesin Ajaib, tulisan tersebut tertera diatasnya. Karena penasaran didekatinnya mesin tersebut sambil dibaca keterangan disamping mesin tersebut : "Masukkan koin ke lubang koin, dan mesin akan membaca diri mu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimasukkannya sebuah koin, dan mesin itu pun berkata :&lt;br /&gt;"Selamat sore, nama anda Jane, Tinggi 166 Cm, berat anda 50Kg, dan anda sedang menunggu pesawat menuju surabaya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu terkejut nya dia, karena semua data yang diberikannya benar semua. Karena penasarannya semakin memuncak, kembali dimasukkan koin kedalam lubang koin mesin tersebut, dan mesin itu pun berkata :&lt;br /&gt;"Selamat sore, nama anda masih jane, tinggi anda masih 166cm, berat anda masih 50Kg, dan anda masih menunggu pesawat menuju surabaya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam penasaran, wanita tadi berpikir, mungkin mesin ini terpasang kamera tersembunyi sehingga mengenalinya dari pakaiannya, maka dia pun menuju toilet untuk menganti pakaian, dan dandanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penampilan barunya, dimasukinnya koin kedalam lubang mesin tersebut, dan mesin pun berkata :&lt;br /&gt;" Selamat Sore, anda masih jane, tinggi anda masih 166Cm, berat anda masih 50Kg, namun anda telah ketinggalan pesawat 15 menit yang lalu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Apa yang diceritakan diatas, selalu terjadi pada kehidupan kita sehari-hari. Tanpa kita sadarin  kita terlalu sering terlibat dengan ego. Suka menyia-yiakan kesempatan yang ada, curiga dan tidak sabar menunggu datangnya kesuksesan, tanpa melakukan hal-hal yang berarti untuk memuaskan ego kita. Padahal Kesuksesan harus diraih dengan kesabaran, ketekunan, kerja keras dan semangat juang yang tinggi. Tanpa itu semua, niscaya kesuksesan akan meninggalkan kita, ingat, sukses akan menjadi milik kita, apabila kita selalu menghargai kesempatan ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success and Wisdom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;(Artikel disadur dari email yang dikirimkan ke bodhitaruna@gmail.com, dan pengirim tidak dicantumkan atas permintaan pengirim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-7234898007488078861?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/7234898007488078861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/7234898007488078861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/10/mesin-ajaib.html' title='Mesin Ajaib'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RwmbA8BYzsI/AAAAAAAAAEM/ABmjGHGMqFI/s72-c/pesawat.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-4773742730613847666</id><published>2007-10-05T00:55:00.001-07:00</published><updated>2007-10-09T00:55:55.529-07:00</updated><title type='text'>Kisah Pembuat Kendi dan Perajin Emas</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;a name="BLOGGER_PHOTO_ID_5117766274030903634"&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RwX1T6cWIVI/AAAAAAAAAEA/E6olsxmjs0A/s1600-h/foto-emas-dinar-small.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RwX1T6cWIVI/AAAAAAAAAEA/E6olsxmjs0A/s320/foto-emas-dinar-small.jpg" name="graphics1" align="left" border="0" height="94" hspace="5" vspace="5" width="126" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.2in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin-bottom: 0.2in;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff6633;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Alkisah di salah sebuah kota , tinggal seorang pengrajin emas dan seorang pembuat kendi. Perajin emas adalah seorang materialis dan pecinta harta, dia senantiasa berusaha dengan segala cara untuk mendapatkan harta dan kekayaan. Semua orang tahu bahwa dia tidak mengindahkan kejujuran.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.2in;" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff6633;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;S&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;ebaliknya, pembuat kendi adalah seorang yang jujur dan pekerja keras. Dia sangat dicintai oleh masyarakat. Setiap orang yang memiliki masalah akan datang meminta bantuannya. Si perajin emas berpikir, mengapa warga kota begitu menyintai pembuat kendi, padahal dia tidak memiliki harta benda. Menurutnya, cinta dan kasih sayang itu bisa didapat dari tipu dayanya. Karena itu timbul rasa dengki si pengrajin emas terhadap pembuat kendi.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.2in;" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff6633;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pada suatu hari, sewaktu petugas kota mengejar pencuri di pasar, si pengrajin emas melihat bahwa saat itu adalah momen yang tepat untuk menuntaskan dendamnya terhadap pembuat kendi. Oleh sebab itu, dia menunjuk si pembuat kendi dan berbohong dengan mengatakan: Saya melihat pencuri masuk ke rumah lelaki ini.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.2in;" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff6633;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Petugas dengan segera memasuki rumah pembuat kendi dan ketika dia tidak menemukan tanda-tanda adanya pencuri, ia menyeret paksa si pembuat kendi ke pengadilan dan memintanya untuk menyerahkan si pencuri. Pembuat kendi bersumpah bahwa dia tidak mengetahui apa-apa. Tapi ada daya, ia tetap dijebloskan ke penjara. Selang beberapa hari kemudian, pencuri tersebut tertangkap dan sekaligus membuktikan bahwa pembuat kendi tidak bersalah. Diapun dibebaskan. Sebaliknya, pengrajin emas yang berbohong mendapatkan ganjaran yang setimpal dengan perbuatannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.2in;" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff6633;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Setelah peristiwa itu, si pengrajin emas itu bukan hanya tidak menyesal atas tindakannya, tetapi malah semakin dibakar oleh api kedengkian terhadap pembuat kendi. Apalagi, dia menyaksikan bahwa si pembuat kendi semakin dicintai oleh masyarakat.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff6633;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dengki dan iri hati sedemikian membakar jiwa dan hatinya sehingga dia mengambil keputusan yang sangat berbahaya. Dia menyediakan racun dan memperalat seorang anak muda bodoh untuk meracun si pembuat kendi dengan memberinya imbalan seratus keping emas. Hari yang ditetapkan pun tiba. Perajin emas menanti suara jerit tangis dari rumah pembuat kendi. Tetapi hal itu tidak terjadi. Sebaliknya pembuat kendi kelihatan sehat dan segar bugar seperti biasa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff6633;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;P&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;engrajin emas merasa heran dan dengan segera dia mencari anak muda itu dan menyelidiki apa yang terjadi. Sadarlah dia bahwa bukan hanya si pembuat kendi itu tidak diracun, tetapi anak muda tersebut malah lari dari kota membawa seratus keping emas pemberiannya.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff6633;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ketika perajin emas ini mendengar berita itu, dia merasa sangat sedih. Begitu sedihnya sampai ia jatuh sakit. Tidak ada dokter yang bisa mengobatinya. Akhirnya pengrajin emas pun meninggal karena sifat dendam dan iri hati nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff6633;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;~ Sifat iri hati dan dengki adalah akar dari semua perbuatan jahat dimuka bumi ini. Iri hati selalu muncul dari diri orang yang tidak perna merasa puas, menyukuri apa yang dimilikinya sekarang, sehingga selalu muncul perasaan ingin menguasai apapun yang menjadi hak milik orang lain. Ada baiknya kita sebagai manusia, lebih menikmati semua yang telah kita miliki, menyikapi perbedaan dengan bijak, dan menutupi rasa iri hati dengan rasa simpati kepada orang lain, tentunya, tidak ada lagi dendam ataupun perbuatan jahat lain, yang muncul karena sifat iri hati ataupun dengki ~&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color:#ff6633;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari Saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success and Wisdom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-4773742730613847666?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/4773742730613847666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/4773742730613847666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/10/kisah-pembuat-kendi-dan-perajin-emas.html' title='Kisah Pembuat Kendi dan Perajin Emas'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RwX1T6cWIVI/AAAAAAAAAEA/E6olsxmjs0A/s72-c/foto-emas-dinar-small.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-4399284086933428377</id><published>2007-10-03T23:55:00.000-07:00</published><updated>2007-10-08T00:38:28.845-07:00</updated><title type='text'>Kisah Tiga Budak Hitam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RwSfH6cWIUI/AAAAAAAAAD4/-Rrowi_zGKc/s1600-h/Irian+Jaya+warrior+Arfak+tribe.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 99px; height: 135px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RwSfH6cWIUI/AAAAAAAAAD4/-Rrowi_zGKc/s320/Irian+Jaya+warrior+Arfak+tribe.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5117390034895774018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 102);font-size:11;" lang="EN-US" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 102);font-size:100%;" lang="EN-US" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 0, 51);" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 0, 51);" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 0, 51);" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;br /&gt;Tiga orang budak hitam berjalan-jalan di atas pasir di persisiran sebuah pantai. Tiba-tiba seorang dari mereka tertendang sebiji botol. Dia pun mengambil botol tersebut. Botol tersebut tertutup rapat dengan penutup gabus. Temannya keheranan dan tertanya-tanya apa yang ada di dalam botol tersebut. Lalu salah seorang dari mereka pun membukanya. Akhirnya &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;terbukalah botol tersebut, dan keluarlah jin yang amat besar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jin tersebut tertawa dengan terbahak-bahak lalu berkata " Siapakah engkau wahai manusia yang telah membebaskan aku? Aku telah terkurung dalam botol ini selama 100 tahun. Dalam masa terkurung aku telah bersumpah akan memberikan 3 permintaan siapa yang membebaskan aku dari botol ini.. Nah! Sekarang kalian semua mintalah apa saja, akan aku penuhi semua permintaanmu"&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 0, 51); text-align: justify;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Ketiga-tiga budak hitam itu awalnya terkejut kemudian bergembira karena jin tersebut menawarkan 3 permintaan kepada mereka. Jin pun berkata kepada budak yang pertama, " sebutlah permintaan mu!" Budak hitam pertama pun berkata . "Aku ingin menjadi putih supaya aku kelihatan lebih gagah" Jin pun menunaikan permintaannya. Lalu budak itu pun menjadi putih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 0, 51);" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Jin pun berkata kepada budak hitam kedua,"Apa yang kamu inginkan!".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Budak hitam kedua pun berkata ." Aku ingin menjadi putih dan kelihatan gagah, lebih putih dan gagah daripada budak yang pertama". Jin pun menunaikan permintaannya. Lalu budak itu pun menjadi putih dan gagah lebih dari pada budak yang pertama. Jin pun berkata&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;kepada budak hitam ketiga, "Dan kamu apa yang kamu minta!". Budak hitam ketiga pun berkata ."Aku ingin menjadi putih dan kelihatan gagah, lebih putih dan gagah daripada budak yang pertama dan kedua".&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 0, 51);" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Jin pun berkata. " Tidak, permintaan itu tidak dapat aku penuhi. Mintalah keinginan y&lt;/span&gt;ang &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;lain..." Budak hitam ketiga keheranan dan terpikir apa yang mau dia minta dari jin tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(51, 0, 51);" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Setelah lama berfikir, budak hitam ketiga pun berkata" Kalau begitu, aku mau kau hitamkan kembali teman-teman yang dua orang itu" Lalu Jin pun melaksanakan permintaanya. Kembali hitamlah warna kulit budak pertama dan kedua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(51, 0, 51);" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Setelah memenuhi ketiga permintaan budak hitam tersebut, Jin pun berlalu dari tempat tersebut dan ketiga-tiga mereka tercengang-cengang dan tidak memperolehi sesuatu apa pun dari jins tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-size:100%;" lang="EN-US" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 102);" lang="EN-US"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;~ Sikap iri hati, serakah, dan benci melihat kesuksesan orang lain selalu menghantui diri kita dan menjadi bagian dari diri kita. Kadang kala kita tidak menyadari bahwa sikap tersebut akan merugikan diri kita sendiri ~&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Dari Saya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Success and Wisdom&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Bodhi Taruna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-4399284086933428377?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/4399284086933428377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/4399284086933428377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/10/kisah-tiga-budak-hitam.html' title='Kisah Tiga Budak Hitam'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RwSfH6cWIUI/AAAAAAAAAD4/-Rrowi_zGKc/s72-c/Irian+Jaya+warrior+Arfak+tribe.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-5056838777585976515</id><published>2007-10-03T01:33:00.000-07:00</published><updated>2007-10-03T02:28:52.496-07:00</updated><title type='text'>Kalidasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RwNgoS0iopI/AAAAAAAAADw/u5MCX82DXIw/s1600-h/200px-Yuan_Shao.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 89px; height: 130px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RwNgoS0iopI/AAAAAAAAADw/u5MCX82DXIw/s320/200px-Yuan_Shao.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5117039846986261138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalidasa ada penyair ternama pada abad 3 masehi. Alkisah diceritakan pada saat Kalidasa masih kecil, dia tinggal dipondok kecil tepat dihadapan kerajaan. Dibalik istana tersebut banyak terdapat pohon mangga yang lebat. Pada musimnya buah-buah mangga yang harum berlimpah ruah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat tidak ada orang, kalidasa sering memanjat untuk makan mangga-mangga tersebut.Dan pada suatu hari, disaat kalidasa sedang memanjat dan memakan, dia tidak menyadari sedang dilihat oleh raja, dari balik jendela istana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu ketika raja sedang mengupas mangga, jari nya terkena pisau yang tajam, sehingga mengakibatkan darah yang banyak. Melihat hal tersebut, raja menjadi murung, dan memanggil para penasehat dan peramal untuk mencari tahu masalah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penasehat dan peramal berdiskusi dan membahas hal ini, dan kemudian salah satu dari mereka berbicara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Celaka!, apakah paduka raja ada melihat hal yang tidak baik hari ini, karena ini bisa bertanda buruk bagi raja dan kerajaan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja berpikir, dan berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku melihat anak kecil mencuri mangga kemarin"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lebih baik Paduka Raja segera menyingkirkan anak tersebut, karena anak tersebut bisa menjadi bencana bagi raja dan kerajaan" sambung salah satu dari peramal dan penasahat raja tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, raja memanggil kalidasa untuk menghadap. Dengan ketakutan kalidasa menghadap dan menyadari kesalahannya mencuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anak kecil, kamu adalah bencana bagi saya dan kerajaan, sehingga aku harus menyingkirkan mu dari kerajaan ini, sebagai raja yang baik hati, apa pesan terakhir mu?" Raja berkata kepada kalidasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hamba menyesal telah menjadi bencana dan nasib buruk bagi kerajaan dan Paduka, namun tidaklah adil apabila orang yang melihat saya mencuri juga tidak dihukum, karena dia juga membawa sial bagi ku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawab kalidasa, raja tersadar betapa bodohnya dia mendengarkan kata-kata penasehat dan peramal yang diyakinin sebagai orang bijaksana, ternyata malah kejam. Beliau terkesan oleh kearifan seorang anak kecil tak lain adalah kalidasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Kebijaksanaan kadang kala tidak bisa diukur dari status ataupun jabatan seseorang. Namun kebijaksanaan dapat muncul dari hati yang suci, yang mengatasnamakan kebenaran dan keadilan. Kebijaksanaan muncul karena kerendahhatian dan kearifan seseorang~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success and Wisdom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-5056838777585976515?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/5056838777585976515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/5056838777585976515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/10/kalidasa.html' title='Kalidasa'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RwNgoS0iopI/AAAAAAAAADw/u5MCX82DXIw/s72-c/200px-Yuan_Shao.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-9014168162239418073</id><published>2007-10-01T20:29:00.000-07:00</published><updated>2007-10-01T21:39:16.511-07:00</updated><title type='text'>Arti Sebuah Keputusan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RwHLVC0iokI/AAAAAAAAADI/vomXOas4YpU/s1600-h/pangeran.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 103px; height: 115px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RwHLVC0iokI/AAAAAAAAADI/vomXOas4YpU/s320/pangeran.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5116594214064529986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah pada zaman Tiongkok kuno, berdiri sebuah kerajaan dipimpin seorang raja yang sangat berwibawa. Pada suatu waktu, Raja mengeluarkan titahnya untuk membuka lowongan pekerjaan sebagai seorang menteri dikerajaannya. Dan bagi sapa saja yang merasa mampu melewati ujian yang diberikan raja, akan diangkat langsung menjadi menteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun ujian tersebut adalah harus menjawab sebuah pertanyaan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila anda dihadapkan pada suatu keadaaan, dimana anda sedang menunggang kuda, disuatu&lt;br /&gt;tempat yang baru terkena bencana banjir, dimana penduduk sedang diungsikan ke tempat yang lebih tinggi menggunakan kereta besar kerajaan. Dalam proses pengungsian terakhir, tersisa 3 orang yang tidak bisa diangkut oleh kereta kerajaan, karena kapasitasnya sudah penuh, 3 orang tersebut adalah seorang nenek tua yang terluka, seorang dokter yang perna menyelamatkan hidup anda, dan seorang wanita yang merupakan idaman hati anda setelah sekian lama berpisah dan anda menemukannya. Siapakah yang anda akan beri tumpangan? karena kuda anda hanya bisa mengangkut 2 orang, salah satunya adalah anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para kontestan yang mengikuti ujian mulai memberikan jawabannya, ada yang mementingkan nenek tua, dokter, dan wanita idaman, tapi raja tidak puas dengan jawaban mereka tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya datang seorang pemuda, yang terkena intelek, namun sangat bersahaja hidupnya, dia pun menjawab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Paduka, saya akan menyerahkan kuda tersebut ke dokter yang pernah menyelamatkan hidup saya, untuk membawa nenek tua tersebut diungsikan. Sedangkan saya akan bersama wanita tersebut, menjaga dan melindunginya sampai kereta kerajaan kedua datang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu mendengar jawaban si pemuda, sang raja dengan mata berbinar tersenyum, dan tertawa lebar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagus, kamu berhak menjadi menteri ku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Sering kali kita terlalu egois berpikir, bahwa apa yang menjadi milik kita tidak akan kita lepaskan begitu saja, mengapa tidak berpikir seperti pemuda diatas, rela melepaskan kudanya, dan dia pun mendapatkan hasil yang baik, bersama wanita idamannya. Kadang kita selalu mengganggap diri kita paling bener, tidak mau melepaskan  keras kepala kita,  keegoisan kita, padahal dengan begitu ada hikmah yang  baik dibelakangnya, percaya lah !!!~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Succes and Wisdom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-9014168162239418073?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/9014168162239418073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/9014168162239418073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/10/arti-sebuah-keputusan.html' title='Arti Sebuah Keputusan'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RwHLVC0iokI/AAAAAAAAADI/vomXOas4YpU/s72-c/pangeran.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-8074807515060487290</id><published>2007-09-30T20:52:00.000-07:00</published><updated>2007-11-28T23:06:39.894-08:00</updated><title type='text'>Kisah Secangkir Kopi Asin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RwB4Xy0iojI/AAAAAAAAADA/kEW6MweCj58/s1600-h/Coffee+cup.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 95px; height: 114px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RwB4Xy0iojI/AAAAAAAAADA/kEW6MweCj58/s320/Coffee+cup.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5116221526867354162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="entry"&gt;      &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dia bertemu dengan gadis itu di sebuah pesta, gadis yang menakjubkan. Banyak pria yang berusaha mendekatinya. Sedangkan dia sendiri hanya seorang laki-laki biasa. Tak ada seorang gadis pun yang mempedulikannya. Pesta telah selesai, dia pun mengundang gadis itu untuk minum kopi bersamanya. Walaupun terkejut dengan undangan yang mendadak, si gadis tidak mau mengecewakannya, dan dia pun menerima undangan tersebut. Mereka berdua duduk di sebuah kedai kopi yang begitu nyaman. Si lelaki begitu gugup untuk mengatakan sesuatu, sedangkan si gadis merasa sangat jenuh dan membosankan.&lt;/p&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Cepat katakan sesuatu. Aku ingin segera pulang”, kata si gadis dalam hatinya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tiba-tiba si laki-laki berkata pada pelayan,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Tolong ambilkan saya garam. Saya ingin menambahkan dalam kopi saya.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Semua orang memandang dan melihat aneh padanya. Mukanya mendadak menjadi merah, tapi dia tetap mengambil dan membubuhkan garam dalam kopi serta meminum kopinya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sang gadis bertanya dengan penuh rasa ingin tahu kepadanya,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Kebiasaanmu sangat aneh?”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Saat aku masih kecil, aku tinggal dekat laut. Aku sangat suka bermain-main di laut, di mana aku dapat merasakan laut… asin dan pahit. Sama seperti rasa kopi ini”,jawab si laki-laki.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Sekarang, tiap kali aku minum kopi asin, aku jadi teringat akan masa kecilku, tanah kelahiranku. Aku sangat merindukan kampung halamanku, rindu kedua orang tuaku yang masih tinggal di sana”, lanjutnya dengan mata berlinang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sang gadis begitu terharu. Itu adalah hal sangat menyentuh hati. Perasaan yang begitu dalam dari seorang laki-laki yang mengungkapkan kerinduan akan kampung halamannya. Ia pasti seorang yang penyayang dan begitu menghargai rumah dan keluarganya. Ia pasti mempunyai rasa tanggungjawab akan tempat tinggal dan orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian sang gadis memulai perbicaraannya, mulai bercerita tentang tempat tinggalnya yang jauh, masa kecilnya, keluarganya. Perbicaraan yang sangat menarik bagi mereka berdua. Dan itu juga merupakan permulaan yang indah dari kisah cinta mereka. Mereka terus menjalin hubungan. Sang gadis menyadari bahawa dia adalah lelaki idamannya. Dia begitu toleran, baik hati, hangat, penuh perhatian dan dia adalah lelaki baik yang hampir saja diabaikan begitu saja.&lt;br /&gt;Untung saja ada kopi asin, pikir nya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seperti setiap kisah cinta yang indah, sang putri menikah dengan sang pangeran, dan mereka hidup bahagia.Begitulah lelaki dan gadis itu akhirnya bernikah. Dan, setiap kali dia membuatkan suaminya secangkir kopi, dia membubuhkan sedikit garam di dalamnya, kerana dia tahu itulah kesukaan suaminya. Setelah 40 tahun berlalu, si pria pun meninggal dunia. Dia meninggalkan sepucuk surat bagi istrinya:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Sayangku, maafkanlah aku. Maafkan kebohongan yang telah aku buat sepanjang hidupku. Ini adalah satu-satunya kebohonganku padamu, tentang kopi asin. Kamu ingatkan saat kita pertama kali berkenalan? Aku sangat gugup waktu itu. Sebenarnya aku menginginkan sedikit gula. Tapi aku telah mengatakan garam. Waktu itu aku ingin membatalkannya, tapi aku tidak sanggup, maka aku biarkan saja semuanya. Aku tak pernah sangka hal itu akan menjadi awal perkenalan kita. Aku telah mencoba untuk mengatakan hal yang sebenarnya kepadamu. Aku telah mencobanya beberapa kali dalam hidupku, tapi aku begitu takut untuk melakukannya, karena aku telah berjanji untuk tidak menyembunyikan apapun darimu. Sekarang saat kau membaca surat ini, aku sudah tiada. Tidak ada lagi yang perlu aku bimbangkan, maka aku akan mengatakan ini padamu: Aku tidak menyukai kopi yang asin. Tapi sejak aku mengenalimu, aku selalu minum kopi yang rasanya asin sepanjang hidupku. Aku tidak pernah menyesal atas semua yang telah aku lakukan padamu. Aku tidak pernah menyesali semuanya. Dapat berada disampingmu adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupku. Jika aku punya kesempatan untuk menjalani hidup sekali lagi, aku tetap akan berusaha mengenalimu dan menjadikanmu isteriku walaupun aku harus minum kopi asin sekali lagi.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sang gadis pun mengakhirin surat tersebut dengan cucuran air mata dipipinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;~&lt;/strong&gt;Kadang kala kita merasa kita telah mengenali pasangan kita sedemikian rupa, ditinjau dari lamanya hubungan dengan pasangan kita. Namun kadang kala, tidak seperti yang kita bayangkan. Tanpa komunikasi yang rutin, keterbukaan, niscaya masalah demi masalah bisa menjadi batu sandungan kedepannya, dan kadang hanya akan menimbulkan penyesalan saja~&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari Saya,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Success and Wisdom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Artikel disadur dari email yang dikirimkan ke bodhitaruna@gmail.com, nama pengirim tidak ditampilkan atas permintaan pengirim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-8074807515060487290?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/8074807515060487290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/8074807515060487290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/09/secangkir-kopi-asin.html' title='Kisah Secangkir Kopi Asin'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RwB4Xy0iojI/AAAAAAAAADA/kEW6MweCj58/s72-c/Coffee+cup.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-6369443679588805847</id><published>2007-09-27T20:47:00.000-07:00</published><updated>2007-09-27T21:36:35.533-07:00</updated><title type='text'>Hargailah Orang Lain</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RvyCsMqbXeI/AAAAAAAAAC4/zgTa5rItEIY/s1600-h/Poor-Indian-Child.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 97px; height: 126px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RvyCsMqbXeI/AAAAAAAAAC4/zgTa5rItEIY/s320/Poor-Indian-Child.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5115106972611075554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alkisah disebuah desa yang jauh dari kota, terdapat sebuah keluarga terpandang yang tinggal disana. Keluarga tersebut terdiri dari sepasang suami istri dan anak tunggalnya. Sang suami adalah petani terkaya didesa itu, namun walaupun dia begitu kaya tapi orangnya sangatlah dermawan, dia selalu memberikan derma kepada orang yang kurang mampu, begitu juga sang istri. Namun sayang, anak tunggal yang telah berusia 18 tahun itu, sangat lah manja, dan memiliki sifat yang dibenci orangtuanya, yaitu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;suka meremehkan orang lain&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap bulannya sang suami istri selalu mengumpuli pengemis-pengemis untuk dibagikan beras hasil panen, melihat hal tersebut, sang anak sangatlah kesal melihat pengemis yang berbondong-bondong datang kerumah nya untuk mendapatkan beras tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pengemis bodoh, taunya hanya meminta-minta saja, lebih baik kalian mati saja, daripada kalian selalu menyusahkan orang tua saya saja" sahut anak tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kata-kata dari anak tersebut, para pengemis hanya mampu mengelus-ngelus dada dengan perasaan yang sangat sedih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari sang anak berjalan-jalan disekitar rumahnya, tanpa disadari semakin lama dia semakin jauh berjalan hingga berada didalam hutan, dan dia pun tersesat. Sang anak yang mulai panik, mulai berteriak-teriak minta tolong sehingga suaranya membangunkan harimau yang sedang tidur.Dengan marah harimau tersebut mendekati anak tersebut, dan berusaha untuk memakannya.Harimau tersebut mendekatinya dan hendak menerkamnya. Dalam waktu yang bersamaan, segerombolan pengemis melemparkan batu dan kayu ke arah harimau tersebut, sehingga membuat harimau itu mengurungkan niatnya, dan melarikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat gerombolan pengemis yang ternyata adalah pengemis yang selalu diberikan derma oleh orang tuanya, sang anak pun malu. Karena selama ini selalu meremehkan pengemis-pengemis tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terima kasih atas bantuannya, kalian telah menyelamatkan nyawa ku" kata anak tersebut&lt;br /&gt;"Syukurlah kamu tidak apa-apa, sesungguhnya manusia diciptakan untuk saling menolong" sahut pengemis yang paling tua&lt;br /&gt;"Dengarlah anak muda, siapapun dia, bagaimanapun status dia, jangan perna meremehkan orang lain, karena mungkin saja suatu saat dia akan menjadi penyelamat diri mu" sambung pengemis tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kata-kata tersebut, anak tersebut pun menyadari kesalahannya, dan berjanji akan selalu untuk menghargai orang sekecil apapun status orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Cerita diatas sering terjadi dikehidupan sekarang, manusia selalu menbedakan-bedakan dirinya dengan orang lain, hanya dari segi materi, status, jabatan dan hal-hal yang bersifat duniawi dan keegoisan semata. Ada baiknya kita selalu menghargai setiap orang, siapapun dia, apapun status dia, karena setiap manusia pasti punya kelebihan dan kekurangannya. Tidak ada yang sempurna didunia ini. dan tidak ada seseorang yang terlahir hanya memiliki segi negatifnya saja. Hargai lah setiap orang seperti kita menghargai diri kita sendiri!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success and Wisdom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-6369443679588805847?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/6369443679588805847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/6369443679588805847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/09/hargailah-orang-lain.html' title='Hargailah Orang Lain'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RvyCsMqbXeI/AAAAAAAAAC4/zgTa5rItEIY/s72-c/Poor-Indian-Child.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-780649689025001170</id><published>2007-09-26T21:23:00.000-07:00</published><updated>2007-10-08T00:48:21.495-07:00</updated><title type='text'>Titik Es Dalam Hati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/Rvsw0cqbXZI/AAAAAAAAACI/pR2oKKWdArk/s1600-h/300px-Igloo_outside.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 102px; height: 125px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/Rvsw0cqbXZI/AAAAAAAAACI/pR2oKKWdArk/s320/300px-Igloo_outside.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5114735479414807954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah perusahaan rel kereta api ada seorang pegawai, namanya Nick.Dia sangat rajin bekerja, dan sangat bertanggung jawab, tetapi dia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;mempunyai satu kekurangan, yaitu dia tidak mempunyai harapan apapun terhadap hidupnya, dia melihat dunia ini dengan pandangan tanpa harapan sama sekali.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Pada suatu hari semua karyawan bergegas untuk merayakan ulang tahun bos mereka, semuanya pulang lebih awal dengan cepat sekali. Yang tidak sengaja terjadi adalah, Nick terkunci di sebuah mobil pengangkut es yang belum sempat dibetulkan. Nick berteriak, memukul pintu dengan keras, semua orang di kantor sudah pergi merayakan ulang tahun bosnya, maka tidak ada yang mendengarnya. Tangannya sudah merah kebengkak-bengkakan memukul pintu mobil itu, suaranya sudah serak akibat berteriak terus, tetapi tetap tidak ada orang yang mempedulikannya, akhirnya dia duduk di dalam sambil menghelakan nafas yang panjang. Semakin dia berpikir semakin dia merasa takut, dalam hatinya dia berpikir: Dalam mobil pengangkut es suhunya pasti di bawah 0 derajat, kalau dia tidak segera keluar dari situ, pasti akan mati kedinginan. Dia terpaksa dengan tangan yang gemetar, mencari secarik kertas dan sebuah bolpen, menuliskan surat wasiatnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Keesokkan harinya, semua karyawan pun datang bekerja. Mereka membuka pintu mobil pengangkut es tersebut, dan sangat terkejut menemukan Nick yang terbaring di dalam. Mereka segera mengantarkan Nick untuk ditolong, tetapi dia sudah tidak bernyawa lagi. Tetapi yang paling mereka kagetkan adalah, listrik mobil untuk menghidupkan mesin itu tidak dihubungkan, dalam mobil yang besar itu juga ada cukup oksigen untuknya, yang paling mereka herankan adalah suhu dalam mobil itu hanya 28 derajat saja, tetapi Nick malah mati "kedinginan"!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;~&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Nick bukanlah mati karena suhu dalam mobil terlalu rendah, dia mati dalam titik es di dalam hatinya. Dia sudah menghakimi dirinya sebuah hukuman mati, &lt;b&gt;bagaimana dapat hidup terus&lt;/b&gt;?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Dalam hidup kita sering kali kita merasa minder, kurang percaya diri, dan tidak yakin bahwa diri kita mampu melakukan hal-hal yang kita anggap tidak mungkin untuk dilakukan. Kita terlalu sibuk membuat "&lt;b&gt;Titik Es&lt;/b&gt;" akan kemampuan kita. Mari mulai sekarang yakin lah pada kemampuan kita, cairkan "&lt;b&gt;Titik Es&lt;/b&gt;" yang membeku didalam hati kita. Jangan perna mengganggap diri kita rendah, kita mampu melakukan apapun selama kita pikir kita bisa, Percaya !!!~&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Dari Saya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Success and Wisdom&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Bodhi Taruna&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-780649689025001170?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/780649689025001170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/780649689025001170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/09/di-sebuah-perusahaan-rel-kereta-api-ada.html' title='Titik Es Dalam Hati'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/Rvsw0cqbXZI/AAAAAAAAACI/pR2oKKWdArk/s72-c/300px-Igloo_outside.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-6494672287214912208</id><published>2007-09-26T21:20:00.000-07:00</published><updated>2007-09-26T21:49:09.837-07:00</updated><title type='text'>Tidak Ada Makan Siang Yang Gratis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/Rvsv-cqbXYI/AAAAAAAAACA/z-2neekS2pk/s1600-h/picture.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 89px; height: 111px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/Rvsv-cqbXYI/AAAAAAAAACA/z-2neekS2pk/s320/picture.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5114734551701872002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alkisah terdapat seekor kera yang hidup disebuah hutan yang rindang. Kera tersebut selalu duduk melamun disebuah pohon mangga, dan menunggu ada buah mangga yang jatuh dari pohon itu. Namun hari itu, dia sedang bernasib sial, karena tidak ada satu pun buah mangga yang jatuh, dari pohon mangga tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perasaan sedih dan perut yang lapar, datang lah seekor gajah mendekati kera tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa engkau duduk termenung wahai kera kecil" tanya gajah tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku sedang menunggu jatuhnya buah mangga dari pohon ini, dan aku akan&lt;br /&gt;memakannya, namun dari tadi pagi hingga siang ini, belum ada satu pun mangga&lt;br /&gt;yang jatuh, sungguh menyebalkan" jawab kera dengan kesal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa engkau tidak memanjatnya, bukankah kamu bisa memanjat" Tanya gajah tersebut lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tidak biasa memanjat, karena aku hanyalah kera kecil, tidak mungkin aku bisa&lt;br /&gt;melakukan hal tersebut" Ucap kera sambil menundukkan kepala nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gajah menghelakan napas nya, dan berkata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketahui lah kera kecil, "Tidak Ada Makan Siang Yang Gratis" dalam hidup ini,&lt;br /&gt;semua hasil yang diperoleh, bukan karena datang secara tiba-tiba, namun karena&lt;br /&gt;usaha dan kerja keras"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gajah menambahkan lagi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada yang tidak bisa dalam hidup ini, kalo kita ada kemauan untuk berusaha,&lt;br /&gt;ingat lah kera kecil, jikalau engkau ingin memiliki makanan yang berlimpah, berusahalah&lt;br /&gt;raih semua buah mangga dari pohon ini, jangan hanya menunggu buah itu jatuh"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak kera kecil pun menyadari kesalahannya, dan dia pun berjanji untuk selalu berusaha, karena dia menyadari "Tidak Ada Makan Siang Gratis" di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ Banyak yang berpikir untuk selalu menunggu datangnya kesuksesan tanpa ada usaha, niat,&lt;br /&gt;keyakinan dan kerja keras. Ingat, kesuksesan akan menjadi milik kita, apabila kita ingin mendapatkannya, bukan menunggunya. "Tidak Ada Makan Siang Yang Gratis" menyadarkan kita bahwa hidup perlu usaha, bukan hanya menunggu~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success and Wisdom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-6494672287214912208?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/6494672287214912208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/6494672287214912208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/09/tidak-ada-makan-siang-yang-gratis.html' title='Tidak Ada Makan Siang Yang Gratis'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/Rvsv-cqbXYI/AAAAAAAAACA/z-2neekS2pk/s72-c/picture.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-3282810013135521858</id><published>2007-09-26T21:16:00.000-07:00</published><updated>2007-10-08T00:52:01.100-07:00</updated><title type='text'>Kisah Seekor Tikus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RvsvA8qbXXI/AAAAAAAAAB4/cXbPV-n3QpE/s1600-h/tikus.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 77px; height: 86px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RvsvA8qbXXI/AAAAAAAAAB4/cXbPV-n3QpE/s320/tikus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5114733495139917170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Seekor tikus mengintip di balik celah di tembok untuk mengamati sang petani dan isterinya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;membuka sebuah bungkusan. Ada makanan pikirnya? Dia terkejut sekali, ternyata bungkusan itu berisi perangkap tikus. Lari kembali ke ladang pertanian itu, tikus itu menjerit memberi peringatan; "Awas, ada perangkap tikus di dalam rumah, hati-hati, ada perangkap tikus di dalam rumah!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sang ayam dengan tenang berkokok dan sambil tetap menggaruk tanah,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;mengangkat kepalanya dan berkata, "Ya maafkan aku, Pak Tikus, aku tahu ini memang masalah besar bagi kamu, tapi buat aku secara pribadi tak ada masalahnya. Jadi jangan buat aku peninglah."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tikus berbalik dan pergi menuju sang kambing, katanya, "Ada perangkap tikus di dalam rumah, sebuah perangkap tikus di rumah!" "Wah, aku menyesal dengar kabar ini," si kambing menghibur dengan penuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;simpati, "tetapi tak ada sesuatupun yang bisa kulakukan kecuali berdoa. Yakinlah, kamu sentiasa ada dalam doa doaku!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tikus kemudian berbelok menuju si lembu. " Oh? sebuah perangkap tikus, jadi saya dalam bahaya besar ya?" kata lembu itu sambil ketawa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Jadi tikus itu kembalilah ke rumah, kepala tertunduk dan merasa begitu patah hati, kesal dan sedih, terpaksa menghadapi perangkap tikus itu sendirian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Malam itu juga terdengar suara bergema diseluruh rumah, seperti bunyi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;perangkap tikus yang berjaya menangkap mangsanya. Isteri petani berlari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;pergi melihat apa yang terperangkap. Di dalam kegelapan itu dia tak bisa melihat bahwa yang terjebak itu adalah seekor ular berbisa. Ular itu sempat mematuk tangan isteri petani itu. Petani itu bergegas membawanya ke rumah sakit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dia kembali ke rumah dengan demam. Sudah menjadi kebiasaan setiap orang akan memberikan orang yg sakit demam panas minum sup ayam segar, jadi petani itu pun mengambil goloknya dan pergilah dia ke belakang mencari bahan-bahan untuk supnya itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Penyakit isterinya berkelanjutan sehingga teman-teman dan tetangganya datang menjenguk, dari jam ke jam selalu ada saja para tamu. Petani itupun menyembelih kambingnya untuk memberi makan para tamu itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Isteri petani itu tak kunjung sembuh. Dia mati, jadi makin banyak lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;orang-orang yang datang untuk pemakamannya sehingga petani itu terpaksalah menyembelih lembunya agar dapat memberi makan para pelayat itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;~Apabila kamu dengar ada seseorang yang menghadapi masalah dan kamu pikir itu tidak ada kaitannya dengan kamu, ingatlah bahwa apabila ada 'perangkap tikus' di dalam rumah, seluruh 'ladang pertanian' ikut menanggung risikonya. Sikap mementingkan diri sendiri lebih banyak keburukan dari baiknya.~&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dari saya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Success and Wisdom&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Bodhi Taruna&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-3282810013135521858?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/3282810013135521858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/3282810013135521858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/09/kisah-seekor-tikus.html' title='Kisah Seekor Tikus'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RvsvA8qbXXI/AAAAAAAAAB4/cXbPV-n3QpE/s72-c/tikus.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-2143729991474825303</id><published>2007-09-26T21:12:00.000-07:00</published><updated>2007-09-26T21:16:15.424-07:00</updated><title type='text'>Hikmah Dari Seekor Burung Pipit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RvsuYcqbXWI/AAAAAAAAABw/ydZV4Gv4e9o/s1600-h/Yellowbreast75.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 93px; height: 127px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RvsuYcqbXWI/AAAAAAAAABw/ydZV4Gv4e9o/s320/Yellowbreast75.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5114732799355215202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika musim kemarau baru saja mulai, seekor Burung Pipit mulai merasakan tubuhnya kepanasan, lalu mengumpat pada lingkungan yang dituduhnya tidak bersahabat.&lt;br /&gt;Dia lalu memutuskan untuk meninggalkan tempat yang sejak dahulu menjadi habitatnya, terbang jauh ke utara yang konon kabarnya, udaranya selalu dingin dan sejuk.Benar, pelan pelan dia merasakan kesejukan udara, makin ke utara makin sejuk, dia semakin bersemangat memacu terbangnya lebih ke utara lagi.&lt;br /&gt;Terbawa oleh nafsu, dia tak merasakan sayapnya yang mulai tertempel salju, makin lama makin tebal, dan akhirnya dia jatuh ke tanah karena tubuhnya terbungkus salju. Sampai ke tanah, salju yang menempel di sayapnya justru bertambah tebal.&lt;br /&gt;Si Burung pipit tak mampu berbuat apa apa, menyangka bahwa riwayatnya telah tamat. Dia merintih menyesali nasibnya.Mendengar suara rintihan, seekor Kerbau y! ang kebetulan lewat datang menghampirinya. Namun si Burung kecewa mengapa yang datang hanya seekor Kerbau, dia menghardik si Kerbau agar menjauh dan mengatakan bahwa makhluk yang tolol tak mungkin mampu berbuat sesuatu untuk menolongnya. Si Kerbau tidak banyak bicara, dia hanya berdiri, kemudian kencing tepat diatas burung tersebut. Si Burung Pipit semakin marah dan memaki maki si Kerbau. Lagi-lagi Si Kerbau tidak bicara, dia maju satu langkah lagi, dan mengeluarkan kotoran ke atas tubuh si burung. Seketika itu si Burung tidak dapat bicara karena tertimbun kotoran kerbau. Si Burung mengira lagi bahwa dia pasti akan mati tak bisa bernapas.&lt;br /&gt;Namun perlahan lahan, dia merasakan kehangatan, salju yang membeku pada bulunya pelan pelan meleleh oleh hangatnya tahi kerbau, dia dapat bernapas lega dan melihat kembali langit yang cerah. Si Burung Pipit berteriak kegirangan, bernyanyi keras sepuas puasnya-nya.&lt;br /&gt;Mendengar ada suara burung bernyanyi, seekor anak kucing menghampiri sumber suara, mengulurkan tangannya, mengais tubuh si burung dan kemudian menimang nimang, menjilati, mengelus dan membersihkan sisa-sisa salju yang masih menempel pada bulu si burung. Begitu bulunya bersih, Si Burung bernyanyi dan menari kegirangan, dia mengira telah mendapatkan teman yang ramah dan baik hati.&lt;br /&gt;Namun apa yang terjadi kemudian, seketika itu juga dunia terasa gelap gulita bagi si Burung, dan tamatlah riwayat si Burung Pipit ditelan oleh si Kucing.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;~Dari kisah ini, banyak pesan moral yang dapat dipakai sebagai pelajaran:&lt;br /&gt;1. Halaman tetangga selalu tampak lebih hijau,dari halaman kita sediri, namun Halaman tetangga yang nampak lebih hijau, belum tentu cocok buat kita.&lt;br /&gt;2. Janganlah penampila dipakai sebagai satu satunya ukuran.&lt;br /&gt;3. Apa yang pada mulanya terasa pahit dan tidak enak, kadang kadang bisa berbalik membawa hikmah yang menyenangkan, dan demikian pula sebaliknya.&lt;br /&gt;4. Ketika kita baru saja mendapatkan kenikmatan, jangan lupa dan jangan terburu nafsu, agar tidak kebablasan.&lt;br /&gt;5. Waspadalah terhadap Orang yang memberikan janji yang berlebihan -&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari Saya,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Success and Wisdom&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bodhi Taruna&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-2143729991474825303?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/2143729991474825303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/2143729991474825303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/09/hikmah-dari-seekor-burung-pipit.html' title='Hikmah Dari Seekor Burung Pipit'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RvsuYcqbXWI/AAAAAAAAABw/ydZV4Gv4e9o/s72-c/Yellowbreast75.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-1259479861525110044</id><published>2007-09-26T21:09:00.000-07:00</published><updated>2007-11-28T22:40:05.618-08:00</updated><title type='text'>Pencuri Kue</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RvstT8qbXVI/AAAAAAAAABo/NKaXmNOR-2w/s1600-h/kue.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 102px; height: 126px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RvstT8qbXVI/AAAAAAAAABo/NKaXmNOR-2w/s320/kue.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5114731622534176082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="articletext"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="articletext"&gt;Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu,ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara, lalu menemukan tempat untuk duduk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="articletext"&gt;Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka berdua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="articletext"&gt;Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="articletext"&gt;Ia membaca, mengunyah kue dan  melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="articletext"&gt;Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu. Wanita itupun sempat berpikir: ("Kalau aku bukan orang baik sudah kutonjok dia!"). Setiap ia mengambil satu kue, si lelaki jugamengambil satu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="articletext"&gt;Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Si lelaki menawarkan separo miliknya sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir ("Ya ampun orang ini berani sekali"), dan ia juga kasar malah ia tidak kelihatan berterima kasih. Belum pernah rasanya ia begitu kesal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="articletext"&gt;Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan, dan ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si "Pencuri tak tahu terima kasih!".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="articletext"&gt;Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas dengan kaget.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="articletext"&gt;Disitu ada kantong kuenya, di depan matanya. Koq milikku ada di sini erangnya dengan patah hati. Jadi kue tadi adalah miliknya dan ia mencoba berbagi. Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih.Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu terima kasih dan dialah pencuri kue itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="articletext"&gt;~Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya.Orang lainlah yang selalu salah, orang lainlah yang patut disingkirkan, orang lainlah yang tak tahu diri, orang lainlah yang berdosa, orang lainlah yang selalu bikin masalah, orang lainlah yang pantas diberi pelajaran.Padahal kita sendiri yang mencuri kue tadi, padahal kita sendiri yang tidak tahu terima kasih.Kita sering mempengaruhi, mengomentari,mencemooh pendapat, penilaian atau gagasan orang lain sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya. Apakah anda termasuk orang yang demikian? Renungkanlah~&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="articletext"&gt;Dari Saya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="articletext"&gt;Success and Wisdom&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="articletext"&gt;Bodhi Taruna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;(Artikel di Sadur dari email yang diterima oleh bodhitaruna@gmail.com, identitas pengirim di sembunyikan atas permintaan pengirim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-1259479861525110044?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/1259479861525110044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/1259479861525110044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/09/pencuri-kue.html' title='Pencuri Kue'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RvstT8qbXVI/AAAAAAAAABo/NKaXmNOR-2w/s72-c/kue.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-6080147774163584392</id><published>2007-09-26T21:05:00.001-07:00</published><updated>2007-09-26T21:09:02.963-07:00</updated><title type='text'>Untaian Kata Bijak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RvssmcqbXUI/AAAAAAAAABg/lAdqnz7_kzg/s1600-h/ist2_722082_chinese_calligraphy_wisdom2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 89px; height: 121px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RvssmcqbXUI/AAAAAAAAABg/lAdqnz7_kzg/s320/ist2_722082_chinese_calligraphy_wisdom2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5114730840850128194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kamu ingin pengetahuan&lt;br /&gt;mungkin kami bisa mengajarkan apapun yg kami tahu&lt;br /&gt;hal yg tdk tahu maka kami akan tidak mengajarkanya&lt;br /&gt;jika kamu ingin pertengkaran dan perdebatan&lt;br /&gt;mungkin kami akan melangkah mundur menjauhi bayanganmu&lt;br /&gt;yg kalah hanya mendapatkan sakit hati&lt;br /&gt;yg menang hanya mendapatkan kesombongan yg menghacurkan diri sendiri&lt;br /&gt;bukan mendapat piala kebijaksanaan&lt;br /&gt;dan tidak akan mendapatkan ketenangan dalam hati dan pikirannya"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-6080147774163584392?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/6080147774163584392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/6080147774163584392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/09/untaian-kata-bijak.html' title='Untaian Kata Bijak'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RvssmcqbXUI/AAAAAAAAABg/lAdqnz7_kzg/s72-c/ist2_722082_chinese_calligraphy_wisdom2.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-51792266174584295</id><published>2007-09-26T20:57:00.000-07:00</published><updated>2007-09-26T21:57:27.125-07:00</updated><title type='text'>Surga Ikan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RvsrTsqbXSI/AAAAAAAAABQ/E-0ZVEg2ph8/s1600-h/KoiCov.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 106px; height: 127px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RvsrTsqbXSI/AAAAAAAAABQ/E-0ZVEg2ph8/s320/KoiCov.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5114729419215953186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alkisah disuatu masa, terdapat sebuah aquarium berbentuk persegi empat yang begitu besar. Didalam aquarium tersebut terdapat berbagai hiasan rumput-rumputan yang segar, dengan kesan laut yang begitu mendalam. Disisi belakang, terdapat berbagai macam warna lampu yang indah, membuat suasana didalam aquarium itu bertambah hangat. makanan pun berlimpah ruah, dan desiran gelembung-gelembung udara yang begitu lembut membuat aquarium tersebut pantas disebut sebagai SURGA IKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan-ikan didalam aquarium tersebut berasal dari tempat penjualan ikan hias yang mahal. Diantara penghuni-penghuni aquarium tersebut terdapat satu ekor ikan mas kolam kecil, yang tinggal didalam aquarium itu juga, biasanya ikan mas kolam kecil, hanya dijadikan umpan pancing atau makan untuk ikan-ikan hias yang buas. Karena iba, sang pemilik ikut memasukkan ikan tersebut ke SURGA IKAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pun berlalu begitu cepat, sang ikan mas kolam kecil, sudah menjadi begitu besar, begitu lincahnya, dia tidak pernah menyia-yiakan makanan, dari sang pemilik, sehingga sekarang dia&lt;br /&gt;menjadi paling besar diantara ikan-ikan yang lain. Muncullah naluri penguasa dari sang ikan mas kolam kecil, karena menganggap dirinya yang paling besar dari penghuni SURGA IKAN lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ikan kolam kecil telah menjadi penguasa yang kejam, setiap penghuni yang tidak mendengar kata-kata akan disiksa sampai mati. Lambat laun, penghuni surga ikan makin berkurang, karena banyak yang mati karena tidak tahan akan siksaan si ikan mas kolam kecil. Sang pemilik yang menyadari pengurangan penghuni SURGA IKAN menjadi berang, dan dengan seketika dipindahkanlah ikan tersebut ke dalam tempayan yang kecil, yang hanya ditemani oleh kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ikan mas kolam kecil pun bersedih dan merasakan ketidakadilan, egonya pun muncul , dia merasa dialah penguasa dengan derajat yang begitu tinggi, tidak mungkin bisa hidup ditempat yang begitu dingin dan sunyi. Tempat yang dingin dan sunyi ini hanyalah cocok untuk ikan-ikan got yang kecil. Dengan perasaan terluka, sang ikan mas kolam kecil yang telah menjadi penguasa SURGA IKAN pun membenturkan kepalanya sampai mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Hidup adalah hierarki tuntutan, hierarki kepuasan dan hierarki kekuasaan. Ketidakmampuan kita untuk perubahan status, mengakibatkan kita frustasi dan mengkerdilkan diri kita sendiri. Apapun status kita sekarang, baik buruk, tinggi rendahnya semua itu, haruslah kita sikapin dengan bijaksana, jangan perna merasa congkak dengan status kita, terus mengali setiap kesempatan yang ada, dan hargai orang-orang disekitar kita, tentunya kebijaksanaan tersebut akan membuat kita menuju kesuksesan sejati~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success and Wisdom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-51792266174584295?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/51792266174584295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/51792266174584295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/09/alkisah-disuatu-masa-terdapat-sebuah.html' title='Surga Ikan'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RvsrTsqbXSI/AAAAAAAAABQ/E-0ZVEg2ph8/s72-c/KoiCov.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-4287692180306984274</id><published>2007-09-26T20:54:00.000-07:00</published><updated>2007-09-26T22:00:49.302-07:00</updated><title type='text'>Mencuri Tanpa Ketauan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RvspmsqbXRI/AAAAAAAAABI/1NW7cCQ0gz8/s1600-h/pencuri_yg_aneh.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 83px; height: 106px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RvspmsqbXRI/AAAAAAAAABI/1NW7cCQ0gz8/s320/pencuri_yg_aneh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5114727546610212114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pada zaman dahulu kala, seorang raja ingin menikahkan putrinya dengan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;seorang pria yang layak. Sang raja lalu mengadakan sayembara bagi para&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;pria yang mampu mencuri sesuatu dari dalam istananya yang dijaga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;ketat, tanpa ketahuan oleh siapa pun. Pemenangnya berhak untuk&lt;br /&gt;menikahi putrinya.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: left;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam kurun waktu yang ditentukan, banyak pemuda mengikuti sayembara&lt;br /&gt;ini dan menunjukkan kebolehannya. Mereka mengerahkan berbagai&lt;br /&gt;kelihaian dan kesaktian untuk menerobos penjagaan ketat di istana.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: left;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pada hari penentuan, para peserta dikumpulkan. Pemuda pertama&lt;br /&gt;dipanggil menghadap raja dan ditanya hasilnya,&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: left;"&gt;&lt;span style=""&gt;ia menjawab,&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: left;"&gt;&lt;span style=""&gt;"Saya mencuri batu rubi ini dan tak seorang pun di istana yang mengetahuinya."&lt;br /&gt;Raja menjawab, "Bukan kamu pemenangnya."&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: left;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pemuda kedua maju,&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: left;"&gt;&lt;span style=""&gt;"Semalam saya mengambil kereta kencana dan&lt;br /&gt;membawanya keluar gerbang, para penjaga saya buat terlelap semua, tak&lt;br /&gt;ada yang melihat saya."&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: left;"&gt;&lt;span style=""&gt;Raja mempersilakan peserta itu duduk kembali.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: left;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dengan percaya diri, peserta berikutnya menghadap,&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: left;"&gt;&lt;span style=""&gt;"Ampun Paduka, sayalah yang mengambil mahkota Paduka dari kamar Paduka, dan seluruh&lt;br /&gt;barisan pertahanan istana tak ada yang menyadarinya."&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: left;"&gt;&lt;span style=""&gt;Raja menggeleng.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: left;"&gt;&lt;span style=""&gt;Semua orang jadi bingung, karena masih saja belum ada yang dinyatakan&lt;br /&gt;sebagai pemenang. Akhirnya, seorang pemuda menghadap dengan tangan&lt;br /&gt;kosong dan berkata,&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: left;"&gt;&lt;span style=""&gt;"Saya tidak mendapatkan apa pun."&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: left;"&gt;&lt;span style=""&gt;Raja menjawab, "Mengapa?"&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: left;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pemuda tersebut menjawab, "Sungguh tidak mungkin&lt;br /&gt;kita bisa mencuri tanpa ketahuan oleh siapa pun, karena setidaknya&lt;br /&gt;selalu ada satu orang yang mengetahuinya, yaitu diri kita sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja pun tertawa lebar dan menyambut sang menantu barunya.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: left;"&gt;&lt;span style=""&gt;~Betapa damai dan membahagiakannya dunia kita ini, jika setiap orang&lt;br /&gt;mengindahkan suara hatinya. Pada dasarnya nurani setiap orang adalah&lt;br /&gt;bersih adanya. Di dalam hati kita, setidaknya selalu ada rasa "malu"&lt;br /&gt;untuk berbuat buruk dan rasa "takut" akan akibat berbuat buruk. Suara&lt;br /&gt;hati yang bersih adalah penjaga dunia sejati. Masalahnya, apakah kita&lt;br /&gt;memelihara dan mengindahkan suara hati kita atau tidak?~&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: left;"&gt;Dari saya,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Success and Wisdom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-4287692180306984274?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/4287692180306984274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/4287692180306984274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/09/mencuri-tanpa-ketauan.html' title='Mencuri Tanpa Ketauan'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RvspmsqbXRI/AAAAAAAAABI/1NW7cCQ0gz8/s72-c/pencuri_yg_aneh.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-3998375140756903879</id><published>2007-09-26T20:50:00.000-07:00</published><updated>2007-11-28T22:36:46.756-08:00</updated><title type='text'>Delapan Kebohongan Ibu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RvspDcqbXQI/AAAAAAAAABA/miw7U8eCg6E/s1600-h/ibu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 101px; height: 131px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RvspDcqbXQI/AAAAAAAAABA/miw7U8eCg6E/s320/ibu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5114726941019823362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan,ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku,&lt;br /&gt;ibu berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makanlah nak, aku tidak lapar"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk&lt;br /&gt;petumbuhan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku,ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku,&lt;br /&gt;melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa&lt;br /&gt;jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu berkata :"Minumlah nak, aku tidak haus!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ibu berkata: "Saya tidak butuh cinta"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk&lt;br /&gt;memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu berkata : "Saya punya duit"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku "Aku tidak terbiasa"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkenapenyakit kanker lambung,harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu&lt;br /&gt;yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi&lt;br /&gt;seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ibu dengan tegarnya berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jangan menangis anakku,Aku tidak kesakitan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---ooOOOoo---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Dari cerita di atas, dapat kita renungi betapa besar kasih sayang orang tua kita kepada kita. Kebijaksanaan sejati yang patut kita tiru dan kita jalankan, dengan membalas semua jasa dari mereka, dengan terima kasih, kasih sayang dan ketulusan hati. Jangan sampai kata MENYESAL terucapkan dari bibir kita, karena ketidaksadaran kita akan budi baik orang tua kita. Ingat !!!&lt;br /&gt;Kesuksesan sejati adalah berasal dari pamri orang tua kita ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success and Wisdom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;(Artikel di Sadur dari email yang diterima oleh bodhitaruna@gmail.com, identitas pengirim di sembunyikan atas permintaan pengirim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-3998375140756903879?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/3998375140756903879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/3998375140756903879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/09/delapan-kebohongan-ibu.html' title='Delapan Kebohongan Ibu'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RvspDcqbXQI/AAAAAAAAABA/miw7U8eCg6E/s72-c/ibu.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-3653205153303315241</id><published>2007-09-26T20:45:00.000-07:00</published><updated>2007-11-28T22:33:26.682-08:00</updated><title type='text'>Sukses Dalam Ketekunan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RvsoF8qbXPI/AAAAAAAAAA4/G-TDubSWlOY/s1600-h/semut-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 91px; height: 120px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RvsoF8qbXPI/AAAAAAAAAA4/G-TDubSWlOY/s320/semut-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5114725884457868530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Saya  seorang mantan guru sekolah musik dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Des Moines&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:state st="on"&gt;Iowa&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;. Saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;mendapat nafkah dengan  mengajar piano-selama lebih dari 30 tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Selama itu, saya menyadari  tiap anak punya kemampuan musik yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;berbeda. Tapi saya tidak pernah  merasa telah menolong walaupun saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;telah mengajar beberapa murid  berbakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Walaupun begitu, saya ingin bercerita tentang murid  yang "tertantang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;secara musik". Contohnya adalah  Robby.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Robby berumur 11 tahun, ketika ibunya memasukkan dia dalam  les untuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;pertama kalinya. Saya lebih senang kalau murid (khususnya  laki-laki)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;mulai ketika lebih muda, saya jelaskan itu pada Robby. Tapi  Robby&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;berkata, ibunya selalu ingin mendengar dia bermain piano. Jadi  saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;jadikan dia murid.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Robby memulai les pianonya dan  dari awal saya pikir dia tidak ada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;harapan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Robby mencoba, tapi  dia tak mempunyai perasaan nada maupun irama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;dasar yang perlu  dipelajari. Tapi dia mempelajari benar-benar tangga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;nada dan beberapa  pelajaran awal yang saya wajibkan untuk dipelajari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;semua  murid.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Selama beberapa bulan, dia mencoba terus dan saya  mendengarnya dengan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;ngeri dan terus mencoba menyemangatinya. Setiap  akhir pelajaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;mingguannya, dia berkata, "Ibu saya akan mendengar saya  bermain pada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;suatu hari."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Tapi rasanya sia-sia saja. Dia  memang tak berkemampuan sejak lahir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Saya hanya mengetahui ibunya dari  jauh ketika menurunkan Robby atau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;menjemput Robby. Dia hanya tersenyum  dan melambaikan tangan tapi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;tidak pernah turun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Pada  suatu hari, Robby tidak datang lagi ke les kami. Saya berpikir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;untuk  menghubunginya, tapi karena ketidakmampuannya, mungkin dia mau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;les yang  lain saja. Saya juga senang dia tidak datang lagi. Dia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;menjadi iklan  yang buruk untuk pengajaran saya!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Beberapa minggu sesudahnya,  saya mengirimkan brosur ke tiap murid,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;mengenai pertunjukan yang akan  dilaksanakan. Yang mengagetkan saya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Robby (yang juga menerima brosur)  menanyakan saya apakah dia bisa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;ikut pertunjukan  itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Saya katakan kepadanya, pertunjukan itu untuk murid yang ada  sekarang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;dan karena dia telah keluar, tentu dia tak bisa  ikut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Dia katakan bahwa ibunya sakit sehingga tak bisa  mengantarnya ke les,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;tapi dia tetap terus berlatih. "Bu Hondrof... saya  mau main!" dia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;memaksa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Saya tidak tahu apa yang membuat  saya akhirnya membolehkan dia main di&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;pertunjukan itu. Mungkin karena  kegigihannya atau mungkin ada sesuatu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;yang berkata dalam hati saya bahwa  dia akan baik-baik saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Malam pertunjukan datang. Aula itu  dipenuhi dengan orang tua, teman,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;dan relasi. Saya menaruh Robby pada  urutan terakhir sebelum saya ke&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;depan untuk berterima kasih dan  memainkan bagian terakhir. Saya rasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;kesalahan yang dia buat akan  terjadi pada akhir acara dan saya bisa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;menutupinya dengan permainan dari  saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Pertunjukan itu berlangsung tanpa masalah. Murid-murid  telah berlatih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;dan ha&lt;st1:personname st="on"&gt;sil&lt;/st1:personname&gt;nya  bagus. Lalu Robby naik ke panggung. Bajunya kusut dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;rambutnya bagaikan  baru dikocok. "Kenapa dia tak berpakaian seperti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;murid lainnya?" pikir  saya. "Kenapa ibunya tidak menyisir rambutnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;setidaknya untuk malam  ini?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Robby menarik kursi piano dan mulai. Saya terkejut ketika  dia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;menyatakan bahwa dia telah memilih Mozart's Concerto #21 in C Major.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Saya tidak dapat bersiap untuk mendengarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Jarinya  ringan di tuts nada, bahkan menari dengan gesit. Dia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;berpindah dari  pianossimo ke fortissimo... dari allegro ke virtuoso.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Akord  tergantungnya yang diinginkan Mozart sangat mengagumkan! Saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;tak pernah  mendengar lagu Mozart dimainkan orang seumur dia sebagus  itu!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Setelah enam setengah menit, dia mengakhirinya  denganc rescendo besar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;dan semua terpaku disana dengan tepuk tangan yang  meriah. Dalam air&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;mata, saya naik ke panggung dan memeluk Robby dengan  sukacita. "Saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;belum pernah mendengar kau bermain seperti itu, Robby!  Bagaimana kau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;melakukannya?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Melalui pengeras suara Robby  menjawab, "Bu Hondorf... ingat saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;berkata bahwa ibu saya sakit? Ya,  sebenarnya dia sakit kanker dan dia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;telah berlalu pagi ini. Dan  sebenarnya... dia tuli sejak lahir jadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;hari inilah dia pertama kali  mendengar saya bermain. Saya ingin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;bermain secara  khusus."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Tidak ada satu pun mata yang kering malam itu. Ketika  orang-orang dari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Layanan sosial membawa Robby dari panggung ke ruang  pemeliharaan, saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;menyadari meskipun mata mereka merah dan bengkak,  betapa hidup saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;jauh lebih berarti karena mengambil Robby sebagai  murid saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Tidak, saya tidak pernah menjadi penolong, tapi malam  itu saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;menjadi orang yang ditolong Robby. Dialah gurunya dan sayalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;muridnya. Karena dialah yang mengajarkan saya arti ketekunan, kasih,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;percaya pada dirimu sendiri, dan bahkan mau memberi kesempatan pada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;seseorang yang tak anda ketahui mengapa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;~Dalam ketekunan, kesuksesan dapat diraih, dengan ketekunan batu kerikil yang menghambat didalam hidup kita dapat dihancurkan, tekad&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;kan semangat dalam ketekunan dan ketulusan hati, niscaya sukses akan menjadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;milik anda~&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Dari saya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Success and Wisdom&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Bodhi Taruna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;(Artikel di Sadur dari email yang diterima oleh bodhitaruna@gmail.com, identitas pengirim di sembunyikan atas permintaan pengirim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-3653205153303315241?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/3653205153303315241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/3653205153303315241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/09/sukses-dalam-ketekunan.html' title='Sukses Dalam Ketekunan'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/RvsoF8qbXPI/AAAAAAAAAA4/G-TDubSWlOY/s72-c/semut-2.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7092472374971313452.post-2486342932010191319</id><published>2007-09-26T20:40:00.000-07:00</published><updated>2007-09-26T20:44:29.715-07:00</updated><title type='text'>Hidup Adalah Pilihan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/Rvsmr8qbXOI/AAAAAAAAAAw/3hfSMmdWvzQ/s1600-h/elang2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 102px; height: 118px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/Rvsmr8qbXOI/AAAAAAAAAAw/3hfSMmdWvzQ/s320/elang2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5114724338269641954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hidup adalah pilihan. 2 sisi yang berbeda, tidak searah, dan bertolak belakang.&lt;br /&gt;Masing-masing punya kekuatan dan kelemahannya. Menentukan pilihan bagaikan&lt;br /&gt;bermain judi, salah sedikit, kita akan masuk ke keadaan yang tidak menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Alangkah baiknya dalam menyikapi nya, pastikan bahwa apa yang kita pilih sesuai dengan&lt;br /&gt;suara hati kita. dan JANGAN PERNAH MENYESAL apapun keputusan anda.&lt;br /&gt;Karena hidup adalah perjalanan untuk menentukan pilihan. PILIH, TENTUKAN, dan JALANKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun hasilnya, pasti ada hikmah dibelakangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Saya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Success and Wisdom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodhi Taruna&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7092472374971313452-2486342932010191319?l=successandwisdom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/2486342932010191319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7092472374971313452/posts/default/2486342932010191319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://successandwisdom.blogspot.com/2007/09/hidup-adalah-pilihan.html' title='Hidup Adalah Pilihan'/><author><name>Success and Wisdom,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12272520420958014087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/SK13zj7iklI/AAAAAAAAAS0/ATdm5Zj55uI/S220/27234606156048m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_H_PwuUJt4jA/Rvsmr8qbXOI/AAAAAAAAAAw/3hfSMmdWvzQ/s72-c/elang2.jpg' height='72' width='72'/></entry></feed>
